空投趋向泡沫化,协议应当如何重构信任与价值?

Odaily星球日报Dipublikasikan tanggal 2024-07-11Terakhir diperbarui pada 2024-07-11

Abstrak

2024年的空投现状:用户感到沮丧,协议基本面下降。

原文作者:Stacy Muur(@stacy_muur)

原文编译:Peisen,BlockBeats

编者按:
Delphi Digital 对整个空投现状进行研究,从最初的 Uniswap 到近期由积分制引发无数争议的大型协议,空投越来越泡沫化,协议留不住客户成为了最显著趋势。加密研究员 Stacy Muur 对报告内容做了总结,原文编译如下:

2024 年的空投现状:用户感到沮丧,协议基本面下降。

Delphi Digital 撰写了一份《空投伤害大于帮助吗?》的报告,以下是主要见解。这份报告对用户来说必不可少,对创始人来说必读。

Uniswap 空投标志着 Web3 市场的关键时刻,即使已经过去四年,它仍然是有史以来最大的空投,在巅峰时期价值达到惊人的 64 亿 B。

从那时起,该行业发生了重大变化,产生了女巫和空投农民。

空投趋向泡沫化,协议应当如何重构信任与价值?

加密货币领域最大的 50 次空投已分配了超过 266 亿美元的价值。

这个「免费资金」的机会并没有被忽视。现在,每一次激动人心的加密货币协议发布都会吸引渴望获得初始空投代币的大部分的女巫和机器人。因此,协议制定了新的空投标准和反女巫措施。

最初,使用固定奖励系统(Uniswap)。然后,出现了分层空投(Jito)。Optimism 团队推广了多种基于标准的空投。现在,我们有了积分系统。

空投趋向泡沫化,协议应当如何重构信任与价值?

然而,对于许多受空投猎人欢迎的 dApp 来说,空投的主要问题是泡沫效应:一旦拍摄快照,使用指标就会急剧下降。

空投趋向泡沫化,协议应当如何重构信任与价值?

让我们以 LayerZero 为例。自 4 月以来,Stargate 桥接交易量从 16.7 亿美元下降到 4.067 亿美元,交易量下降了 75%。我个人从未 farm 过 $ZRO,我的分配很普通——大约 400 美元。这种模式非常主流。

空投趋向泡沫化,协议应当如何重构信任与价值?

在 $ZK 空投之前,zkSync 产生的每日费用与 Arbitrum 相当。然而,自快照公告和代币分发以来,这个数字一直在下降。最近,自 zkSync Era 推出以来,每日费用首次跌破 1 万美元。

空投趋向泡沫化,协议应当如何重构信任与价值?

Delphi Digital 的研究详细探讨了类似的案例,包括 Kamino、Parcl、 Jito 和 Manta Network。所有这些都显示出类似的模式:快照后,活动经历显着下降,随后的激励揭示了 PMF 的现实。

这种无机增长的最大问题是公平的协议评估和做出明智的投资决策。在这里,有几件事可能会有所帮助:

• 跟踪 DAU 和 MAU 指标随时间推移,以查看在宣布空投快照和之后的激励后是否有下降。

空投趋向泡沫化,协议应当如何重构信任与价值?

• 衡量空投后预定时间(例如, 1 周、 1 个月)后有多少用户继续使用平台。

• 衡量新用户与老用户相比的 DAU 或 WAU 的比例。

• 监控每个用户的交易数量。

空投趋向泡沫化,协议应当如何重构信任与价值?

监控正在使用哪些功能以及使用频率。空投后核心功能的持续或增加使用表明持续的兴趣或产品市场契合度。

• 跟踪钱包参与度指标。

• 监控社区讨论和治理论坛上的活动。

空投趋向泡沫化,协议应当如何重构信任与价值?

2024 年空投的另一个问题是许多新协议广泛采用「低浮动、高 FDV」代币模型。这种模式使新买家难以评估增长潜力并抵消空投抛售压力。

但那是另一回事了。

空投趋向泡沫化,协议应当如何重构信任与价值?

个人说明:空投可以吸引新用户,其中一些可能会留下来。然而,这类似于 X 上的赠品:一些用户会访问,一些用户可能会成为活跃的读者,但大多数会消失。

作为投资者,区分有机增长和无机增长。作为协议,确保您可以留住用户以构建长期成功的产品。

原文链接

Bacaan Terkait

Peretas Mencuri Hampir $17 Juta dalam 40 Hari, "Kontrak Zombie" Menjadi Mesin Penarik Dana Peretas

Analisis oleh ZeroDrift pada 22 Juni 2026 mengungkapkan bahwa dalam 40 hari terakhir, penyerang telah mencuri sekitar $16,9 juta dari lima kontrak pintar yang sudah tidak digunakan tetapi masih aktif di blockchain. Kontrak yang sudah ditinggalkan oleh pengembang ternyata tidak serta-merta aman atau mati. Kontrak-kontrak ini masih dapat menyimpan dana, izin akses (allowance), atau fungsi yang dapat dipanggil, sehingga tetap menjadi target serangan yang menarik. Lima proyek yang terdampak adalah: - DxSale V1 Locker: rugi ~$7,3 juta. - TrustedVolumes: rugi ~$5,87 juta. - Aztec Connect: rugi ~$2,28 juta (dalam dua serangan). - Raydium Legacy AMM: rugi ~$1,34 juta. - Huma Finance V1 Pool: rugi ~$101 ribu. Kasus DxSale merupakan contoh nyata. Kontrak locker lamanya dirancang untuk mengunci likuiditas dalam jangka panjang, namun seiring waktu, perhatian tim beralih ke produk baru dan jalur kontrol lama terlupakan, akhirnya dieksploitasi. Serangan-serangan ini terjadi di berbagai sistem dan blockchain, menunjukkan masalah mendasar yang sama: kontrak lama yang sudah tidak menjadi fokus pengembangan masih menyimpan nilai ekonomi dan asumsi keamanan yang kedaluwarsa di dalamnya. Risiko ini diperburuk oleh analisis otomatis. Alat-alat yang dapat memindai kode publik, riwayat transaksi, dan mensimulasikan serangan membuat penemuan target rentan semacam ini menjadi lebih murah dan sistematis bagi penyerang. Industri keamanan DeFi telah memiliki proses audit yang matang untuk peluncuran kontrak baru, namun masih sangat kurang dalam hal disiplin untuk proses pensiun, migrasi, atau penonaktifan kontrak secara menyeluruh. Sebuah kontrak hanya benar-benar aman setelah semua dana, izin, akses, dan asumsi kepercayaan di dalamnya dicabut sepenuhnya.

marsbit12m yang lalu

Peretas Mencuri Hampir $17 Juta dalam 40 Hari, "Kontrak Zombie" Menjadi Mesin Penarik Dana Peretas

marsbit12m yang lalu

Evaluasi Kembali Valuasi Saham Tua: Matinya Sistem Koordinat Valuasi untuk Satu Generasi Aset

**Ringkasan: Runtuhnya Kerangka Valuasi Aset Generasi Internet** Selama dua belas tahun terakhir, dari IPO Alibaba pada 2014 hingga 2026, aset-aset internet China seperti Alibaba, Tencent, Meituan, dan Pinduoduo mengalami reset valuasi masif. Kerangka valuasi lama ("diskon terhadap rekanan AS") telah runtuh, didorong oleh faktor geopolitik, regulasi, dan kekhawatiran struktur. Namun, fenomena ini tidak hanya terjadi di China. Di AS, raksasa teknologi seperti Microsoft juga menghadapi tekanan valuasi meski kinerja fundamental kuat. Penyebabnya adalah pengeluaran modal besar-besaran untuk AI yang menghancurkan arus kas bebas dan ketidakpastian apakah model bisnis baru dapat mempertahankan profitabilitas tinggi model lama. Baik raksasa internet China maupun AS kini dijuluki "saham tua" (*laodeng gu*), berjuang membuktikan relevansinya di era AI yang mengancam fondasi model bisnis berbasis perhatian (*attention economy*). Sejarah pasar modal Jepang pasca-gelembung 1989 memberikan contoh paralel: kerangka valuasi lama runtuh dan membutuhkan waktu sekitar 25 tahun serta narasi baru dari investor seperti Warren Buffett untuk pulih. Posisi internet China saat ini mirip dengan Jepang di pertengahan 1990-an: kerangka lama mati, kerangka baru belum lahir. AI menawarkan bahasa valuasi baru, tetapi penuh kontradiksi: mengejarnya membutuhkan investasi besar dan mengikis bisnis inti yang menguntungkan, sementara mengabaikannya berarti ditinggalkan zaman. Alternatif lain adalah membangun dasar valuasi melalui pengembalian pemegang saham (buyback, dividen). Intinya, pasar menunggu suatu peristiwa atau narator baru yang dapat mendefinisikan ulang alasan membeli aset-aset ini. Proses revaluasi yang panjang ini mungkin baru berada di tahap tengah.

marsbit15m yang lalu

Evaluasi Kembali Valuasi Saham Tua: Matinya Sistem Koordinat Valuasi untuk Satu Generasi Aset

marsbit15m yang lalu

Collector Crypt Naik Jadi 'Mesin Cetak Uang' di On-Chain: Pengguna Aktif Kurang dari Seribu, Paus Besar Menopang 97% Pendapatan

Penulis: Nancy, PANews Proyek TCG Collector Crypt baru-baru ini menduduki peringkat 10 besar dalam daftar pendapatan protokol global dan pernah menjadi protokol dengan pendapatan tertinggi di Solana. Sebagai perwakilan dari sektor TCG yang ditokenisasi, platform ini menggabungkan kegembiraan koleksi dan "gacha" (buka paket) ke dalam blockchain. Pasar TCG on-chain mengalami pertumbuhan pesat, dengan volume transaksi Juni 2026 mencapai $490 juta, meningkat 7.6x dibandingkan tahun sebelumnya. Solana mendominasi 80.8% pangsa pasar ini, terutama didorong oleh Collector Crypt. Collector Crypt mendominasi pasar dengan volume transaksi kumulatif $1.4 miliar dan pendapatan protokol $68 juta. Pada Juni, platform ini menghasilkan pendapatan sekitar $13.4 juta. Namun, struktur pendapatannya sangat bergantung pada "paus" (whale). Data menunjukkan 0.6% pengguna (yang membelanjakan >$1 juta) menyumbang 51.8% pendapatan, dan secara keseluruhan, 14.6% pengguna teratas berkontribusi terhadap 97.1% pendapatan platform. Jumlah pengguna aktif hariannya kurang dari 1000 orang. Kesuksesan Collector Crypt didorong oleh mekanisme "gacha" on-chain, yang menyumbang hampir semua volume transaksinya, serta daya tarik IP Pokémon yang kuat. Token CARDS juga memainkan peran penting melalui mekanisme buyback ganda, meskipun perlu diperhatikan adanya potensi tekanan jual dari pembukaan kunci (unlock) token yang berkelanjutan. Secara keseluruhan, Collector Crypt telah membuktikan kelayakan model bisnis TCG on-chain, meskipun sektor ini masih dalam tahap awal dengan ketergantungan tinggi pada segelintir pengguna besar dan ruang untuk pertumbuhan yang lebih luas.

marsbit39m yang lalu

Collector Crypt Naik Jadi 'Mesin Cetak Uang' di On-Chain: Pengguna Aktif Kurang dari Seribu, Paus Besar Menopang 97% Pendapatan

marsbit39m yang lalu

Ratu Keamanan Komputer Dawn Song (宋晓冬) Bergabung dengan Meta

Profesor Dawn Song (Song Xiaodong) dari UC Berkeley, yang dijuluki sebagai "tokoh keamanan komputer nomor satu", bergabung dengan laboratorium Superintelligence Meta sebagai Wakil Presiden Penelitian AI. Dia akan melapor langsung kepada kepala lab, Nat Friedman. Song adalah peneliti berpengaruh di bidang keamanan komputer dan keamanan AI, penerima MacArthur Fellowship, serta anggota ACM, IEEE, dan AAAS. Karyanya yang terkenal termasuk "Dynamic Taint Analysis" (2005). Laboratoriumnya di UC Berkeley dianggap sebagai pusat pelatihan terkemuka di bidang keamanan komputer. Penelitian Song mencakup keamanan perangkat lunak, pembelajaran mesin adversarial, dan keamanan agen AI. Dia juga pendiri Oasis Labs dan Virtue AI, perusahaan yang fokus pada infrastruktur keamanan AI untuk perusahaan, terutama pengujian penetrasi (red-teaming) otomatis dan pengaman runtime untuk agen AI. Bersama Song, pendiri Virtue AI lainnya, Bo Li dan Sanmi Koyejo, serta beberapa anggota tim, juga bergabung dengan Meta. Langkah ini dilihat sebagai upaya Meta untuk memperkuat langkah-langkah keamanan dalam pengembangan agen AI, terutama setelah masalah keamanan model AI seperti Anthropic's mythos menarik perhatian industri. Meta ingin menerapkan AI ke dalam produk-produk sosialnya yang digunakan miliaran orang dan terus mengedepankan strategi sumber terbuka, sehingga membutuhkan kemampuan keamanan yang tangguh. Artikel ini juga menyebutkan bahwa Denny Zhou, pendiri Gemini Reasoning Team di Google, dilaporkan telah bergabung dengan Meta TBDLab beberapa bulan sebelumnya. Zhou adalah tokoh kunci di bidang penalaran AI, berkontribusi pada metode seperti Chain-of-Thought dan Self-Consistency, yang membantu mengembangkan kemampuan penalaran model bahasa besar.

marsbit1j yang lalu

Ratu Keamanan Komputer Dawn Song (宋晓冬) Bergabung dengan Meta

marsbit1j yang lalu

Trading

Spot
活动图片