一场自导自演的控盘大戏?解读AEVO上线两个月间的抓马故事

Odaily星球日报Dipublikasikan tanggal 2024-05-16Terakhir diperbarui pada 2024-05-16

Abstrak

100%代币价差、神秘砸盘力量、砸盘事后澄清,AEVO用跌宕起伏的两个月低成本完成历史负担承接。

原创 | Odaily星球日报

作者 | 南枳

一场自导自演的控盘大戏?解读AEVO上线两个月间的抓马故事

上周,AEVO 市值仅 1.4 亿美元,而关于 AEVO 即将“解锁”价值高达 10 亿美元代币的说法在市场上愈演愈烈。对此,不论是 Aevo 官方或者相关的数据网站都没有做出解释。而在“解锁”事件到期时,AEVO 一小时应声下跌 16% 。下跌完毕后,Aevo 却才开始对“解锁”做出说明和澄清,并做出了锁仓承诺,随着这一公告 AEVO 又开始快速上涨。Odaily星球日报将于本文解读该事件。

AEVO 代币由来

2023 年 4 月,期权交易平台 Aevo 主网正式上线,该平台由链上结构化产品 Ribbon Finance 推出。在推出 AEVO 代币前,该平台没有原生代币,而 Ribbon Finance 此前曾发行了代币 RBN。

在产品上线时,Aevo 在白皮书中提到将推出代币 AEVO,而 AEVO 并非凭空产生,而是 Aevo 先前治理代币 RBN 的品牌重塑。

RBN 大部分代币沉淀在 DAO Treasury 中,难以得到利用,因此 Aevo 在 AGP-1 提案中提出,对财库进行更动态和功能性的分配,该财库的代币将在 TGE 时转换为 AEVO,分别用于空投、流动性、社区增长和 DAO 支出。

2024 年 3 月,AEVO 代币正式推出并上线币安 Launchpool,代币总量共 10 亿枚,初始流通 1.1 亿枚。RBN 持有者能够以 1 : 1 的汇率将他们的 RBN 转换为 AEVO,但需要 2 个月的锁定期(即 5 月解锁)。其中私募投资者(种子轮和 A 轮)、团队和其他普通 RBN 持有者均可在 5 月进行转换,转换开放后,AEVO 的流通量将上升至约 9.5 亿枚。

RBN 差价与 AEVO 过山车行情

3 月 6 日公布上线币安 Launchpool 前,RBN 价格约为 0.79 USDT,公布后开始上升,在 3 月 13 日创下最高价 1.83 USDT。

AEVO 上线后,AEVO 却一直与 RBN 存在 90% -100% 的价差,直至本月才有可见的抹平。尤其在上线早期,二者价差过大,市场上部分用户选择购入 RBN 现货,在合约市场开空套保,以至于 AEVO 在 3 月末进行了一轮爆空行情。爆空后价格维持了约 10 天,便领先大盘开始下跌。

一场自导自演的控盘大戏?解读AEVO上线两个月间的抓马故事

天量代币解锁?

在 RBN 向 AEVO 的转换开启前,用户能够在代币解锁网站 token.unlocks 中查询到,AEVO 将于 5 月 15 日解锁价值 10.6 亿美元的代币,为流通市值的 770% 。市场也开始流传相应的恐慌砸盘言论。

然而如前文所述,这一转换仅是将 RBN 的流通市值转为 AEVO 的流通市值,可以理解为两个代币市值的合并。而常规意义上的解锁,应当是代币从“不可出售“的状态转为”可出售“的状态,但转换前 RBN 本身就处于大量的流通状态,可自由交易。

下跌后澄清

对于市场天量解锁传闻,Aevo 并未做出明确的澄清,而是为用户输出如何进行 RBN 转换的相关内容。5 月 15 日“解锁”事件到期时,AEVO 一小时应声下跌 16% 。而在今天 5 月 16 日,Aevo 却发文对“解锁”进行了说明,其原文为:“(本轮)‘解锁’不是典型的内部人员 / VC / 团队解锁,它是 RBN 持有者(获得)将其 RBN 迁移到 AEVO 代币的能力。”

在该澄清推文下,Aevo 团队表示:“为了表明长期致力于将 Aevo 打造为以太坊上排名第一的衍生品 DEX,团队和支持者将自愿在 2024 年底前重新锁定约 15% 的供应量。”在该说明后,AEVO 代币开始快速反弹,三小时最高上涨超 10% 。

结论

诚然,Aevo 以低成本承接住了来自 Ribbon Finance 时期的历史负担,但高达 100% 的代币价差、“转换”而非“解锁”时的天量砸盘力量、砸盘后才做出澄清公告的种种反常情况,或意味着背后是一场自导自演的控盘之路。

但相关事件已全部落幕,AEVO 代币进入近全流通状态,承接历史债务完毕的团队能否通过其业务继续发展,就交由市场检验。

Kripto yang Sedang Tren

Bacaan Terkait

Wawancara CEO Strategy: Setelah Jual Bitcoin, Bisakah STRK Pulih Kembali?

**Wawancara dengan CEO Strategi: Bisakah STRATEGI Pulih Setelah Penjualan Bitcoin?** Dalam wawancara ini, CEO Strategy Phong Le menjelaskan alasan di balik penjualan 32 Bitcoin yang menggegerkan pasar. Ia menekankan bahwa keputusan tersebut adalah bagian dari strategi jangka panjang untuk membuktikan likuiditas dan menguji proses internal, bukan reaksi panik. Le menegaskan bahwa perusahaan tetap memegang keyakinan kuat pada Bitcoin sebagai aset fundamental. Le menjelaskan bahwa mayoritas STRATEGI (Strategy Preferred Stock) dipegang oleh investor ritail dan institusional jangka panjang, sehingga risiko "death spiral" dari protokol DeFi minimal. Ia juga membeberkan proses pengambilan keputusan yang ketat di perusahaan, melibatkan dewan direksi dan analisis data mendalam. Menyikapi volatilitas harga STRATEGI, CEO menyatakan perusahaan memiliki banyak opsi pendanaan, namun strategi "tidak melakukan apa-apa" (holding Bitcoin) tetap menjadi pilihan penting, sebagaimana terbukti selama bear market 2022. Keyakinannya pada nilai dasar Bitcoin dan visi tentang peran kripto di masa depan ekonomi robot dan AI membuatnya optimis. Mengenai pemulihan harga STRATEGI ke nilai pari $100, Le yakin dengan diisi kembali cadangan dolar dan dimulainya mekanisme pembayaran dividen pertama pada 30 Juni, produk yang sangat dijaminkan ini akan secara bertahap kembali ke level tersebut. Ia menutup dengan menegaskan transparansi perusahaan terkait penjualan Bitcoin, sebagaimana tercatat dalam dokumen 8-K.

marsbit3m yang lalu

Wawancara CEO Strategy: Setelah Jual Bitcoin, Bisakah STRK Pulih Kembali?

marsbit3m yang lalu

Pendiri IOSG: Ethereum Tidak Perlu Lagi Keyakinan Teknologi, Ia Butuh Kompromi Gaya Elon Musk

**Pendiri IOSG: Ethereum Tidak Perlu Lagi Kepercayaan Teknis, Tapi Perlu Kompromi ala Musk** Penulis menilai pembentukan ETHLabs bukan sekadar "yayasan kedua", melainkan sinyal pasar yang tidak percaya pada pendekatan "berdiam diri dan terdesentralisasi" Ethereum Foundation (EF). Ini adalah suara modal, bukan forum. Perbedaan mendasar antara Vitalik Buterin (V) dan Elon Musk terletak pada pendekatan: Musk memahami bisnis dan realitas terlebih dahulu, lalu menyesuaikan teknologi; V berangkat dari teknologi murni dan mengharapkan realitas tumbuh sendiri. Keberuntungan Ethereum dengan aplikasi seperti DeFi dan NFT mungkin tidak bertahan karena kini ada banyak pilihan lain. Ethereum saat ini membutuhkan bukan roadmap teknis baru, melainkan **seseorang yang turun langsung memahami bisnis dan bersungguh-sungguh mengejar aplikasi dunia nyata**. Harapannya adalah V mempelajari cara Musk membangun bisnis dan fokus pada pertanyaan: aplikasi dunia nyata apa yang bisa dijalankan Ethereum? Masalah EF sebenarnya adalah manajemen dan aliran keluar talenta, yang tidak bisa diatasi oleh pendiri yang menjaga jarak. Model baru dengan banyak "steward" seperti ETHLabs berisiko fragmentasi tanpa arah bersama. Kohesi sejati harus datang dari nilai ETH sebagai aset bersama, tetapi ini memerlukan **narasi dunia nyata yang jelas dan dapat dipahami semua pihak**. Kredibilitas dan independensi struktur baru ini harus dibangun melalui waktu dan transparansi, bukan sekadar pengumuman. Ancaman terbesar Ethereum bukanlah pesaing seperti Solana, melainkan **pergeseran perhatian global ke AI**. Jendela waktu hanya 12-18 bulan. Untuk merebut kembali perhatian, dibutuhkan pendiri yang fokus pada aplikasi praktis dan narasi yang mampu menarik talenta terbaik. Cahaya idealisme V masih ada, tetapi untuk menyinari realitas, yang dibutuhkan bukanlah lagi menatap langit, melainkan **terjun ke dalam arena**. Dan waktu untuk tindakan itu hampir habis.

marsbit1j yang lalu

Pendiri IOSG: Ethereum Tidak Perlu Lagi Keyakinan Teknologi, Ia Butuh Kompromi Gaya Elon Musk

marsbit1j yang lalu

JD.com dan Mantan CTO Open AI Mira Murati Memasuki Jalur AI yang Sama

Bayangkan seorang lansia terjatuh di rumah. Tanpa perintah suara, perangkat pintar atau kamera langsung "melihat" kejadian tersebut dan AI secara proaktif mengirimkan peringatan darurat. Ini adalah salah satu visi yang coba diwujudkan oleh JoyAI-VL-Interaction, model interaksi visual-bahasa open-source pertama di dunia yang baru dirilis oleh JD.com. Berbeda dengan model AI biasa yang bekerja dengan logika "tanya-jawab", JoyAI-VL-Interaction dirancang untuk berinteraksi secara aktif dan real-time dengan dunia fisik. Model ini dapat secara otonom memutuskan kapan harus merespons, kapan harus diam, dan kapan harus menyerahkan tugas kompleks ke model backend, hanya dengan menganalisis aliran video secara terus-menerus. Pendekatan ini disepakati juga oleh Thinking Machines Lab (didirikan oleh mantan CTO OpenAI, Mira Murati), menandakan pergeseran industri menuju AI yang lebih proaktif. JD.com menempatkan modalitas visual sebagai penggerak utama, karena banyak informasi penting di dunia nyata muncul sebagai perubahan visual, bukan perintah suara. Model 8B parameter ini dirancang ringan, dapat dijalankan pada GPU seperti RTX 3090, dan sepenuhnya open-source—termasuk kode, model, dataset, dan sistem inferensi. Ini memungkinkan pengembang dengan mudah membuat aplikasi untuk berbagai skenario seperti penjagaan lansia/anak, asistensi tunanetra, komentar olahraga otomatis, inspeksi toko, dan kolaborasi robot. Pelepasan open-source ini merupakan bagian dari strategi JD.com yang lebih besar untuk membawa AI ke dunia fisik. Perusahaan ini mengandankan aset datanya yang unik dari ribuan skenario operasional nyata di logistik, ritel, dan industri, serta berencana mengumpulkan 10 juta jam data video berkualitas tinggi. Dengan membuka akses, JD.com berharap dapat mempercepat adopsi AI interaktif yang dapat melihat, memahami, dan bertindak secara mandiri di lingkungan kita.

marsbit1j yang lalu

JD.com dan Mantan CTO Open AI Mira Murati Memasuki Jalur AI yang Sama

marsbit1j yang lalu

Google Mulai Jual TPU, Raksasa Teknologi Ingin Menghasilkan 'Token Murah' dengan Produksi Chip AI

Google mulai menjual chip TPU mereka ke klien dan pusat data pihak ketiga, yang sebelumnya hanya tersedia melalui layanan cloud. TPU (Tensor Processing Unit) adalah chip khusus yang dirancang untuk komputasi AI, terutama dalam operasi matematika matriks dan tensor, membuatnya sangat efisien untuk model AI besar. Dengan mengkombinasikan ribuan TPU menjadi kluster superkomputer, Google menciptakan pusat komputasi AI yang sangat efisien. Hal ini memungkinkan Gemini menawarkan harga token yang lebih rendah dibandingkan pesaing seperti OpenAI, sehingga lebih kompetitif di pasar. Langkah ini dianggap sebagai tantangan bagi Nvidia, yang selama ini mendominasi pasar chip AI dengan ekosistem CUDA-nya. Meskipun Nvidia masih menjadi standar industri, Google berfokus pada efisiensi dan biaya yang lebih rendah, terutama untuk inferensi AI, di mana biaya token menjadi faktor kritis. Selain Google, perusahaan cloud seperti Huawei Cloud dan Alibaba Cloud juga mengembangkan ekosistem komputasi AI mandiri dengan chip buatan sendiri, seperti Ascend dan Zhenwu. Mereka tidak hanya fokus pada kinerja chip, tetapi juga pada kemampuan sistem untuk mengubah chip menjadi solusi produktif yang terjangkau. Pasar komputasi AI kini bergeser dari hanya mengejar kinerja tertinggi menjadi menekankan efisiensi dan biaya yang lebih rendah. Dengan komputasi AI semakin menjadi sumber daya dasar seperti listrik atau air, perusahaan yang dapat menyediakan solusi terjangkau dan terintegrasi akan lebih kompetitif di masa depan.

marsbit1j yang lalu

Google Mulai Jual TPU, Raksasa Teknologi Ingin Menghasilkan 'Token Murah' dengan Produksi Chip AI

marsbit1j yang lalu

Trading

Spot
Futures

Artikel Populer

Cara Membeli AEVO

Selamat datang di HTX.com! Kami telah membuat pembelian AEVO (AEVO) menjadi mudah dan nyaman. Ikuti panduan langkah demi langkah kami untuk memulai perjalanan kripto Anda.Langkah 1: Buat Akun HTX AndaGunakan alamat email atau nomor ponsel Anda untuk mendaftar akun gratis di HTX. Rasakan perjalanan pendaftaran yang mudah dan buka semua fitur.Dapatkan Akun SayaLangkah 2: Buka Beli Kripto, lalu Pilih Metode Pembayaran AndaKartu Kredit/Debit: Gunakan Visa atau Mastercard Anda untuk membeli AEVO (AEVO) secara instan.Saldo: Gunakan dana dari saldo akun HTX Anda untuk melakukan trading dengan lancar.Pihak Ketiga: Kami telah menambahkan metode pembayaran populer seperti Google Pay dan Apple Pay untuk meningkatkan kenyamanan.P2P: Lakukan trading langsung dengan pengguna lain di HTX.Over-the-Counter (OTC): Kami menawarkan layanan yang dibuat khusus dan kurs yang kompetitif bagi para trader.Langkah 3: Simpan AEVO (AEVO) AndaSetelah melakukan pembelian, simpan AEVO (AEVO) di akun HTX Anda. Selain itu, Anda dapat mengirimkannya ke tempat lain melalui transfer blockchain atau menggunakannya untuk memperdagangkan mata uang kripto lainnya.Langkah 4: Lakukan trading AEVO (AEVO)Lakukan trading AEVO (AEVO) dengan mudah di pasar spot HTX. Cukup akses akun Anda, pilih pasangan perdagangan, jalankan trading, lalu pantau secara real-time. Kami menawarkan pengalaman yang ramah pengguna baik untuk pemula maupun trader berpengalaman.

156 Total TayanganDipublikasikan pada 2024.12.11Diperbarui pada 2026.06.02

Cara Membeli AEVO

Diskusi

Selamat datang di Komunitas HTX. Di sini, Anda bisa terus mendapatkan informasi terbaru tentang perkembangan platform terkini dan mendapatkan akses ke wawasan pasar profesional. Pendapat pengguna mengenai harga AEVO (AEVO) disajikan di bawah ini.

活动图片