Arah Pasar Saham AS (15 September): Yield Surat Berharga AS 10 Tahun Tembus 5% di Intraday, Indeks Semikonduktor Philadelphia Anjlok Hampir 6%
**Pasar Saham AS Turun Imbas Suku Bunga dan Teknologi Chip (15 September)**
Indeks utama Wall Street ditutup melemah pada hari Senin. Dow Jones turun 0,29%, S&P 500 turun 0,48%, dan Nasdaq turun 0,56%. Tekanan utama berasal dari pasar obligasi, di mana imbal hasil obligasi pemerintah AS 10 tahun sempat menembus level psikologis 5% untuk pertama kalinya sejak 2023, mencapai 5,017% intraday, sebelum akhirnya ditutup di 4,992%. Data CME menunjukkan probabilitas kenaikan suku bunga The Fed sebesar 25 basis poin pada rapat September telah mencapai 92,4%.
Sektor teknologi mengalami tekanan berat, terutama saham chip dan perangkat keras AI. Indeks Philadelphia Semiconductor anjlok 5,92%. Saham seperti NVIDIA, AMD, dan Intel turun, sementara saham chip memori seperti Micron dan saham komunikasi optik seperti Corning juga mengalami penurunan signifikan. Penurunan ini dipicu oleh pernyataan dari beberapa raksasa AI yang mengisyaratkan perlambatan.
Namun, beberapa sektor perangkat lunak justru menguat. Saham keamanan siber seperti Palo Alto Networks dan CrowdStrike melonjak lebih dari 13%. Saham teknologi besar lainnya seperti Google, Meta, dan Microsoft juga menguat.
Faktor geopolitik turut memengaruhi pasar. Serangan di Arab Saudi mendorong harga minyak Brent sempat melonjak hampir 5% di atas $109/barel sebelum akhirnya mereda. Emas tergelincir di bawah $4300/ons karena tekanan dari imbal hasil obligasi dan dolar AS yang kuat, sementara Bitcoin justru bertahan di atas $78.000.
Hari ini, pasar akan memantau kelanjutan tekanan pada saham chip dan apakah imbal hasil obligasi 10 tahun dapat bertahan di atas level 5%, menjelang rapat The Fed pekan ini.
marsbitKemarin 01:48