Ray Dalio: Gelembung AI Mengingatkan pada Tahun 1929 dan 2000

cryptonews.ruPublished on 2026-08-04Last updated on 2026-08-04

Abstract

Pendiri Bridgewater Associates, Ray Dalio, memperingatkan tentang kondisi pasar yang rapuh. Dalam wawancara podcast The Diary of a CEO, dia menyatakan bahwa antusiasme seputar kecerdasan buatan (AI) telah menggelembungkan gelembung yang sebanding dengan tahun 1929 dan 2000. Dia juga menjelaskan mekanisme spesifik yang akan menyebabkan gelembung itu pecah. Dalio mengidentifikasi tanda-tanda klasik gelembung finansial: harga yang terlepas dari keuntungan, spekulasi investor ritel dengan modal pinjaman, dan gelombang penawaran saham baru. Dia menekankan perbedaan krusial antara kekayaan dan uang. Saat ini, rasio "kekayaan/uang" di AS sekitar 8,5 banding 1, mirip dengan puncak sebelum kehancuran 1929 dan gelembung dotcom 2000. Dalio melihat situasi ini dalam konteks "Siklus Besar" 80 tahun, yang melibatkan dinamika utang, ketimpangan yang meningkat, dan konflik politik. Dua faktor yang biasanya memecahkan gelembung adalah kenaikan suku bunga dan lonjakan penerbitan saham. Peringatan utamanya adalah tentang apa yang terjadi setelah gelembung AI pecah: bukan hanya peristiwa finansial, tetapi juga pemicu konflik politik dan makroekonomi yang menyertai akhir siklus tersebut. Dalio juga memberi contoh seorang kenalan yang mengelola perusahaan AI yang mengumpulkan ratusan juta dolar saat ini, berharap untuk membeli pesaing saat pasar berbalik arah. Dia mengingatkan bahwa ketika gelembung pecah, orang-orang akan berkonflik, pemerintah kehabisan uang, dan akan ada perdebatan sengit te...

Pendiri Bridgewater Associates Ray Dalio memperingatkan tentang kondisi pasar yang rapuh. Dalam wawancara dengan podcast The Diary of a CEO, dia menyatakan bahwa antusiasme seputar kecerdasan buatan telah menggelembungkan gelembung yang setara dengan tahun 1929 dan 2000—dan menyebutkan mekanisme spesifik yang akan menghancurkannya.

Tanda-Tanda Klasik

Ketika pembawa acara Steven Bartlett bertanya apakah Dalio melihat tanda-tanda gelembung, dia tidak menghindar:

"Tidak ada yang hampir lebih mudah daripada menerbitkan saham".

Investor itu menyatakan keraguan tentang sistem peredaran modal di dalam perusahaan: bagaimana sebuah perusahaan dapat mengumpulkan $50 juta, mendapatkan valuasi dua puluh kali lipat lebih besar, dan menciptakan miliarder di atas kertas, tanpa benar-benar mentransfer satu dolar pun.

Tesis Dalio sederhana—euforia seputar AI itu nyata. Teknologi ini memang akan mengubah produktivitas, tetapi harga yang dibayar untuknya hari ini membawa semua tanda-tanda tahun 1929 dan 2000.

Miliarder itu secara khusus menyoroti perilaku investor ritel, yang tanpa pengalaman yang diperlukan berbondong-bondong masuk ke transaksi dengan leverage, termasuk ETF yang melacak indeks.

Menurutnya, terdapat anatomi klasik gelembung keuangan—harga yang terlepas dari keuntungan, spekulasi ritel dengan modal pinjaman, dan arus penawaran saham baru:

"Ini lebih mirip bermain dadu", tambah Dalio.

Pendukung Bitcoin Ray Dalio Meninggalkan Bridgewater Associates

Kekayaan Bukanlah Uang

Dalio mengingatkan perbedaan kunci dalam istilah keuangan:

"Kekayaan bukanlah hal yang sama dengan uang. Banyak orang menjadi kaya, tetapi untuk mendapatkan uang, kekayaan harus dijual."

Mekanisme pembalikan, menurutnya, selalu sama. Ketika orang membutuhkan uang—karena perubahan pajak atau kenaikan suku bunga—mereka harus melayani utangnya. Gelembung meletus, harga turun, orang kehilangan dana. Prosesnya berjalan ke arah sebaliknya: dalam perjalanan ke atas, aset yang meningkat berfungsi sebagai jaminan untuk pinjaman baru—dalam perjalanan ke bawah ini bekerja ke arah yang berlawanan.

Dalio berulang kali menunjukkan bahwa rasio "kekayaan/uang" di AS saat ini sekitar 8,5 berbanding 1—sekitar 750% lebih banyak kekayaan finansial daripada uang riil. Menurutnya, ini sebanding dengan puncak sebelum kehancuran tahun 1929 dan kehancuran dot-com pada tahun 2000.

Investor itu memberikan contoh dari kehidupan: kenalannya, yang mengelola perusahaan AI, mengumpulkan ratusan juta dolar tepat sekarang—karena mengharapkan penurunan dan ingin menggunakan uang itu untuk membeli pesaing ketika pasar berbalik.

Pergeseran Poros Ekonomi dan 'Superbitcoinisasi' Dolar

'Siklus Besar' dan Apa yang Akan Terjadi Setelahnya

Dalio memandang situasi pasar dalam konteks "Siklus Besar"—model 80 tahun yang menggabungkan dinamika utang, ketidaksetaraan yang meningkat, dan konflik politik internal. Konvergensi tiga kekuatan ini secara historis berakhir dengan krisis sistemik: pemerintah yang kelebihan utang, kesenjangan kekayaan ekstrem, dan persaingan yang meningkat dengan China.

Miliarder itu menyoroti dua faktor yang biasanya "menusuk" gelembung: kenaikan suku bunga, yang mempermahal layanan utang, dan lonjakan penerbitan saham, ketika perusahaan bergegas memanfaatkan antusiasme investor.

Peringatan utamanya—bukan tentang pasar, tetapi tentang apa yang akan terjadi setelahnya. Dalam interpretasi Dalio, kolapsnya gelembung AI bukan hanya peristiwa keuangan, tetapi pemicu untuk konflik politik dan makroekonomi yang secara historis mengiringi akhir siklus 80 tahun.

"Ketika gelembung meletus, orang saling mencengkeram tenggorokan satu sama lain. Pemerintah kehabisan uang, dan pemilih berhadapan dalam perselisihan tentang di mana mendapatkannya," jelas sang ahli.

Sebagai pengingat, pada Juli 2025, Ray Dalio menyarankan untuk menyimpan 15% tabungan dalam Bitcoin.

end-content

Trending Cryptos

Related Questions

QApa yang diperingatkan oleh Ray Dalio tentang pasar saat ini?

ARay Dalio memperingatkan bahwa pasar berada dalam kondisi rapuh karena antusiasme terhadap kecerdasan buatan (AI) telah menciptakan gelembung yang setara dengan tahun 1929 dan 2000. Dia menyebutkan mekanisme spesifik yang dapat menyebabkan gelembung itu pecah.

QApa saja tanda-tanda klasik gelembung finansial yang disebutkan Dalio?

ADalio menyebutkan tanda-tanda klasik gelembung finansial, yaitu: harga yang terlepas dari keuntungan, spekulasi ritel dengan modal pinjaman, dan arus penawaran saham baru (IPO) yang besar. Dia menggambarkannya lebih seperti berjudi.

QApa perbedaan antara kekayaan dan uang menurut Ray Dalio?

AMenurut Ray Dalio, kekayaan dan uang bukanlah hal yang sama. Banyak orang menjadi kaya (nilai aset mereka naik), tetapi untuk mendapatkan uang tunai, mereka harus menjual kekayaan tersebut. Dia menunjukkan rasio kekayaan/uang di AS saat ini sekitar 8,5 banding 1, mirip dengan puncak sebelum krisis 1929 dan 2000.

QApa dua faktor yang biasanya 'menggemboskan' atau memecahkan gelembung menurut Dalio?

AMenurut Dalio, dua faktor yang biasanya memecahkan gelembung adalah: kenaikan suku bunga (yang memperberat biaya pelayanan utang) dan lonjakan penerbitan saham (ketika perusahaan bergegas memanfaatkan antusiasme investor).

QBagaimana Dalio melihat konsekuensi jangka panjang dari pecahnya gelembung AI ini?

ADalio melihat pecahnya gelembung AI bukan hanya sebagai peristiwa finansial, tetapi sebagai pemicu konflik politik dan makroekonomi yang lebih besar. Dia mengaitkannya dengan akhir 'Siklus Besar' 80 tahun yang ditandai oleh utang pemerintah yang berlebihan, ketimpangan kekayaan yang ekstrem, dan persaingan geopolitik, yang dapat menyebabkan ketegangan sosial dan perdebatan politik tentang sumber pendanaan.

Related Reads

Bitcoin Price Drops to $62,470 as Sellers Retest $63,000 Support Level

Bitcoin's price fell below $63,000 for a second consecutive day on Friday, hitting an intraday low of $62,470. The cryptocurrency later recovered to trade just above $63,000, leaving it nearly flat for the past 24 hours and for August overall, with a weekly loss of 2.6%. The volatility triggered significant liquidations, with $26 million of leveraged long Bitcoin positions liquidated over 24 hours. Market sentiment was further dampened by data showing over $131 million in outflows from spot Bitcoin ETFs for a second straight day, signaling a potential pullback by institutional investors. Adding to the negative pressure, index provider MSCI has proposed new criteria for "non-operating companies" in its global indexes, which could lead to the exclusion of firms holding significant digital assets like Bitcoin on their balance sheets. Companies such as Strategy and Metaplanet could be affected, potentially forcing index-tracking funds to sell their shares. Strategy publicly criticized the proposal, arguing digital assets are legitimate assets and index providers should not dictate what companies can own. Public consultations on MSCI's proposal end September 30, with a final decision expected by October 16. If approved, exclusions could begin in November, potentially triggering sustained institutional selling and damaging a key bridge for Bitcoin adoption in the corporate sector.

cryptonews.ru2h ago

Bitcoin Price Drops to $62,470 as Sellers Retest $63,000 Support Level

cryptonews.ru2h ago

Trading

Spot

Hot Articles

Discussions

Welcome to the HTX Community. Here, you can stay informed about the latest platform developments and gain access to professional market insights. Users' opinions on the price of AI (AI) are presented below.

活动图片