XRP faces $2 test: $1.3B outflows vs. weak network usage

ambcryptoDipublikasikan tanggal 2025-12-11Terakhir diperbarui pada 2025-12-11

Abstrak

The altcoin market is searching for a bottom, with fading investor appetite for high-risk plays. XRP is under pressure, having lost the crucial $2 support level twice, indicating a bearish market structure. However, such conditions have historically preceded accumulation phases. A potential pattern is forming, with $1.3 billion in XRP leaving exchanges over the past month. While institutional demand is evident from ETF inflows totaling $945.49 million, on-chain fundamentals are weak. Daily fees paid on the XRP network have plummeted 89% since February, and the Total Value Locked (TVL) has dropped to $70 million. This divergence suggests recent accumulation is speculative rather than fundamentally driven, likely keeping XRP range-bound until network usage recovers.

The altcoin market is still hunting for a bottom.

With the Altcoin Season Index dropping back to mid-July territory, investor appetite for “high-risk, high-reward” plays is clearly fading.

In this kind of tape, holding major support levels becomes crucial for high-beta names.

XRP is feeling that pressure too. Since the October washout, it has lost the $2 floor twice, failing to reclaim the key levels needed for a clean V-shaped recovery. In short, the chart shows a bearish market structure.

That said, this kind of structure has historically preceded accumulation.

Case in point: Earlier this year, XRP spent Q1 and Q2 chopping sideways before a late-June breakout triggered a parabolic move to its multi-year high at $3.60, showing how prolonged consolidation can fuel strong upside.

A similar pattern seems to be forming now.

Over the past month, $1.3 billion in XRP has left exchanges, with reserves dropping from $7.03 billion to $5.70 billion.

Against this backdrop, could Ripple’s ongoing sideways chop be setting the stage for the next big move?

Strong XRP demand meets weak fundamentals

Q4 kicked off with Ripple ETF buzz, and the momentum is starting to show.

So far, ETF clients have snapped up $8.73 million worth of XRP, bringing total ETF-held net assets to $945.49 million.

Structurally, this adds another layer of support to XRP as it navigates its current consolidation phase.

That said, on-chain activity tells a different story. The Total Fees Paid per Day on XRP have fallen from 5.9k/day in early February to just 650 XRP/day, marking an 89% drop to levels not seen since December 2020.

Put simply, the gap between fundamentals and market activity is widening.

While institutional flows are providing support, declining on-chain activity implies muted organic demand.

Backing this, XRPL’s TVL has dropped to $70 million, showing that on-chain liquidity on the network is tightening.

Taken together, these factors suggest that XRP’s recent accumulation is more speculative than fundamentally driven.

As a result, weak on-chain activity on XRPL could keep it range-bound until network usage rebounds.


Final Thoughts

  • XRP has lost the $2 floor twice and shows a bearish chart structure, yet historical sideways consolidation often precedes accumulation.
  • However, on-chain fees and TVL are sharply declining, suggesting weak organic demand and keeping XRP range-bound.

Bacaan Terkait

Peter Todd Peringatkan Teknologi Zcash Terlalu Berisiko Untuk Dorongan Privasi Bitcoin

Pengembang Bitcoin, Peter Todd, menentang usulan untuk memasukkan fitur privasi ala Zcash ke dalam lapisan konsensus Bitcoin, dengan alasan profil risiko kriptografinya terlalu tinggi untuk protokol inti jaringan. Debat ini muncul setelah pengembang ZODL mengungkap masalah yang memengaruhi "shielded pool" Orchard di Zcash, yang memicu diskusi lebih luas tentang privasi, kemampuan audit, dan konsep "osifikasi" Bitcoin. Todd berargumen bahwa sistem akuntansi transparan Bitcoin memungkinkan bug kritis lebih mudah dideteksi dan diperbaiki, seperti pada insiden "value overflow" 2010, karena koin palsu dapat terlihat di blockchain. Sebaliknya, dalam sistem privasi seperti Zcash yang "terlindungi", sebuah bug dapat lebih sulit diamati, diatribusikan, dan dibatalkan, sehingga berpotensi menghancurkan saldo pengguna tanpa mudah dikembalikan. Ia menekankan bahwa meskipun Bitcoin tidak kebal bug, jenis kriptografi yang digunakan Zcash membawa risiko operasional yang jauh lebih tinggi. Todd mencontohkan bahwa sekitar 30% pasokan ZEC sudah berada dalam shielded pool, sehingga kerusakan di sana akan menjadi bencana bagi banyak pengguna. Para pendukung Zcash membantah, menyatakan bahwa bug tidak dapat memengaruhi total pasokan ZEC dan menyoroti bahwa Bitcoin juga pernah mengalami masalah serius. Namun, Todd bersikeras bahwa tidak satu pun insiden Bitcoin mengancam kelangsungan mata uangnya seperti yang mungkin terjadi pada sistem privasi yang kompleks.

bitcoinist46m yang lalu

Peter Todd Peringatkan Teknologi Zcash Terlalu Berisiko Untuk Dorongan Privasi Bitcoin

bitcoinist46m yang lalu

UBS: Tingkat Kepadatan Saham Teknologi A-Shares Jauh Belum Capai Puncak Sejarah

Artikel ini menyajikan analisis UBS mengenai kondisi pasar teknologi A-shares. Meskipun volume perdagangan dan proporsi kapitalisasi pasar sektor teknologi besar telah mencapai rekor tertinggi, UBS menilai bahwa tingkat kepadatan (crowdedness) masih jauh dari puncak sejarah. Indikator inti, yaitu rasio over-weight reksa dana terhadap sektor teknologi besar (elektronik, komunikasi, komputer, dan pertahanan), tercatat 9.9% pada Q1 2026, lebih rendah dari puncak sejarah 14.1% pada Q4 2015 dan jauh di bawah puncak sektor konsumen (18.7%). Laporan UBS mencatat bahwa siklus gaya investasi (style cycle) biasanya berlangsung sekitar tiga tahun, sementara kinerja unggul gaya pertumbuhan teknologi saat ini baru berjalan kurang dari dua tahun sejak perubahan kebijakan pada September 2024, menunjukkan ruang lebih untuk kenaikan. Dasar fundamental pasar juga menguat dengan pemulihan laba. UBS memproyeksikan pertumbuhan laba semua perusahaan A-shares naik dari 3.9% pada 2025 menjadi 11% pada 2026. Pada Q1 2026, laba sektor non-keuangan tumbuh 11.8% (y/y), dengan margin kotor dan margin bersih mencapai level tertinggi sejak 2023. Inflasi yang meningkat (PPI +2.8% pada April) juga diperkirakan akan mendorong ekspansi pendapatan. Dari sisi konfigurasi taktis, UBS cenderung pada gaya pertumbuhan dan siklus dalam skenario "slow bull", dan merekomendasikan over-weight pada enam sektor: elektronik, komunikasi, peralatan listrik, mesin, logam non-besi, dan kimia.

marsbit58m yang lalu

UBS: Tingkat Kepadatan Saham Teknologi A-Shares Jauh Belum Capai Puncak Sejarah

marsbit58m yang lalu

Pejabat Fed: Saat Ini Pilihan Adalah Tetap Sabar atau Naikkan Suku Bunga, Inflasi Adalah Risiko Nomor Satu Ekonomi, AI Belum Berpengaruh

Pejabat Federal Reserve (Fed) AS, termasuk Presiden Bank Sentral Kansas City Jeffrey Schmid, San Francisco Mary Daly, dan Richmond Thomas Barkin, menyampaikan sinyal kebijakan yang cenderung hawkish mengenai inflasi dan suku bunga. Schmid menegaskan bahwa inflasi adalah risiko nomor satu bagi ekonomi AS dan untuk pertama kalinya secara terbuka memasukkan kenaikan suku bunga sebagai opsi kebijakan, tidak lagi menyebut kemungkinan penurunan suku bunga. Dia mempertanyakan apakah Fed harus tetap bersabar atau bertindak menaikkan suku bunga 25-50 basis poin untuk menekan inflasi yang bertahan di sekitar 3,5%. Daly menyatakan kebijakan moneter saat ini berada pada posisi yang baik, namun ketidakpastian ekonomi terlalu tinggi sehingga memberikan panduan ke depan berisiko menyesatkan pasar. Fed siap merespons ke dua arah. Dia juga menyebutkan bahwa AI belum mendorong atau menurunkan inflasi saat ini, dan peningkatan produktivitas secara luas belum terlihat dalam data makro. Efek deflasi AI baru mungkin relevan dalam kerangka waktu 5-10 tahun. Barkin menilai pasar tenaga kerja AS saat ini seimbang dan tidak menunjukkan ketegangan secara keseluruhan. Investor, berdasarkan kontrak futures suku bunga, kini menilai probabilitas kenaikan suku bunga dalam tahun ini telah meningkat. Fed diperkirakan akan mempertahankan suku bunga tetap pada pertemuan FOMC Juni mendatang.

marsbit59m yang lalu

Pejabat Fed: Saat Ini Pilihan Adalah Tetap Sabar atau Naikkan Suku Bunga, Inflasi Adalah Risiko Nomor Satu Ekonomi, AI Belum Berpengaruh

marsbit59m yang lalu

Trading

Spot
Futures

Artikel Populer

Apa Itu XRP 2.0

XRP 2.0: Sebuah Frontier Baru dalam Lanskap Cryptocurrency Pengenalan XRP 2.0 Dalam dunia cryptocurrency yang terus berkembang, proyek baru terus muncul, bersaing untuk mendapatkan perhatian dan adopsi. Salah satu inisiatif menjanjikan adalah XRP 2.0, sebuah proyek cryptocurrency baru yang dirancang untuk memanfaatkan teknologi blockchain yang canggih dan metodologi enkripsi yang kuat. Meskipun namanya memiliki kesamaan dengan XRP dari Ripple, penting untuk dicatat bahwa XRP 2.0 beroperasi secara independen, dengan fokus pada peningkatan keamanan transaksi, privasi, dan skalabilitas. Seiring dengan semakin banyaknya solusi terdesentralisasi yang diadopsi oleh lanskap keuangan digital, XRP 2.0 bertujuan untuk berkontribusi secara bermakna pada web3 dan ekspansi keseluruhan proyek crypto. Apa itu XRP 2.0? Pada dasarnya, XRP 2.0 adalah proyek cryptocurrency yang bertujuan untuk menciptakan ekosistem mata uang digital yang aman dan terdesentralisasi. Teknologi dasarnya mengintegrasikan prinsip blockchain yang canggih dengan teknik enkripsi mutakhir. Tujuan utama dari XRP 2.0 adalah untuk menetapkan dirinya sebagai platform yang dapat diandalkan dan efisien yang memungkinkan eksekusi transaksi yang cepat sambil memprioritaskan perlindungan privasi yang lebih baik untuk para penggunanya. Proyek ini dipromosikan sebagai solusi untuk berbagai keterbatasan yang dihadapi oleh cryptocurrency yang ada, dengan mengusulkan sistem yang dapat menangani volume transaksi yang lebih tinggi dengan kecepatan dan privasi yang ditingkatkan. Fleksibilitas ini menjadikan XRP 2.0 sebagai pesaing yang signifikan di pasar yang dipenuhi dengan berbagai mata uang digital. Siapa Pencipta XRP 2.0? Identitas pencipta di balik XRP 2.0 tercatat sebagai ‘Wilbur.’ Namun, rincian komprehensif mengenai Wilbur atau entitas terkait mereka masih sulit ditemukan. Anonimitas banyak pencipta cryptocurrency bukanlah fenomena yang tidak umum dalam industri, sering kali dirancang untuk mempertahankan tingkat privasi dan keamanan. Siapa Investor XRP 2.0? Saat ini, informasi spesifik terkait yayasan investasi atau organisasi yang mendukung XRP 2.0 tidak tersedia untuk publik. Dalam sektor cryptocurrency, dukungan oleh investor terkemuka dapat secara signifikan mempengaruhi kredibilitas dan keberhasilan sebuah proyek, namun transparansi mengenai pendukung finansial XRP 2.0 belum ditetapkan. Bagaimana Cara Kerja XRP 2.0? XRP 2.0 menonjol dengan menerapkan kombinasi teknologi blockchain dan algoritma enkripsi canggih yang memastikan transaksi yang aman dan terdesentralisasi. Struktur inovatifnya mencakup fitur unik yang dirancang untuk meningkatkan keterlibatan pengguna dan memperluas fungsi di luar transaksi cryptocurrency konvensional. Di antara fitur-fitur ini, XRP 2.0 mengintegrasikan kemampuan yang ditenagai oleh AI, seperti fungsi teks-ke-gambar dan teks-ke-suara. Penambahan ini dirancang untuk meningkatkan pengalaman interaktif bagi pengguna, mendorong penerapan yang lebih luas di berbagai sektor. Dengan menjembatani kemajuan teknologi dengan desain yang berorientasi pada pengguna, XRP 2.0 bertujuan untuk menarik perhatian berbagai individu dan perusahaan yang ingin mengintegrasikan solusi cryptocurrency ke dalam kerangka operasional mereka. Garis Waktu XRP 2.0 Memahami XRP 2.0 memerlukan pemeriksaan tonggak yang telah mendefinisikan perjalanannya sejauh ini: 23 Juli 2023: XRP 2.0 diperkenalkan sebagai proyek cryptocurrency baru, bertujuan untuk merevolusi kemampuan transaksi yang aman dan terdesentralisasi di bidang blockchain. 8 September 2023: Peluncuran proyek lain, XRP20, terjadi, menandai munculnya token ERC-20 di blockchain Ethereum yang tidak terkait dengan XRP 2.0. 13 November 2023: XRP Ledger mengalami pembaruan signifikan dengan rilis perangkat lunak server rippled versi 2.0.0. Penting untuk dicatat bahwa perkembangan ini tidak terhubung dengan proyek cryptocurrency XRP 2.0. Poin Kunci Tentang XRP 2.0 Untuk mengekstrak esensi dari XRP 2.0, beberapa faktor kritis muncul: Fitur Unik: Penyertaan fitur seperti teks-ke-gambar dan teks-ke-suara yang ditenagai AI semakin memperluas aplikasi potensial XRP 2.0. Teknologi Blockchain: Kerangka kerja menggunakan mekanisme blockchain canggih dan protokol enkripsi, memastikan lingkungan yang aman dan terdesentralisasi untuk transaksi. Skalabilitas dan Privasi: XRP 2.0 memprioritaskan perlindungan privasi yang lebih baik dalam proses transaksi dan skalabilitas yang diperlukan untuk mengakomodasi basis pengguna yang berkembang. Tidak Terafiliasi dengan Ripple: Penting untuk dicatat, meskipun namanya, XRP 2.0 tidak memiliki kesetiaan atau kolaborasi dengan XRP dari Ripple, membedakan kerangka operasi dan tujuannya dalam ekosistem cryptocurrency. Kesimpulan XRP 2.0 mewakili usaha ambisius dalam lingkup cryptocurrency, bertujuan untuk menawarkan kombinasi keamanan, privasi, dan efisiensi dalam transaksi digital. Dengan mengintegrasikan teknologi canggih dan fitur yang ramah pengguna, proyek ini berupaya memperluas cakrawala apa yang dapat dicapai oleh cryptocurrency di ekonomi digital saat ini. Sementara anonimitas penciptanya dan kurangnya investor yang diungkapkan mungkin menimbulkan pertanyaan bagi beberapa orang, fokus XRP 2.0 pada fungsionalitas canggih dan desentralisasi meningkatkan daya tariknya di tengah pasar crypto yang semakin ramai. Seiring dengan terus berkembangnya lanskap cryptocurrency, XRP 2.0 mungkin akan muncul sebagai pemain kunci dalam ekspansi solusi blockchain yang aman dan skalabel.

233 Total TayanganDipublikasikan pada 2024.04.06Diperbarui pada 2024.12.03

Apa Itu XRP 2.0

Cara Membeli XRP

Selamat datang di HTX.com! Kami telah membuat pembelian XRP (XRP) menjadi mudah dan nyaman. Ikuti panduan langkah demi langkah kami untuk memulai perjalanan kripto Anda.Langkah 1: Buat Akun HTX AndaGunakan alamat email atau nomor ponsel Anda untuk mendaftar akun gratis di HTX. Rasakan perjalanan pendaftaran yang mudah dan buka semua fitur.Dapatkan Akun SayaLangkah 2: Buka Beli Kripto, lalu Pilih Metode Pembayaran AndaKartu Kredit/Debit: Gunakan Visa atau Mastercard Anda untuk membeli XRP (XRP) secara instan.Saldo: Gunakan dana dari saldo akun HTX Anda untuk melakukan trading dengan lancar.Pihak Ketiga: Kami telah menambahkan metode pembayaran populer seperti Google Pay dan Apple Pay untuk meningkatkan kenyamanan.P2P: Lakukan trading langsung dengan pengguna lain di HTX.Over-the-Counter (OTC): Kami menawarkan layanan yang dibuat khusus dan kurs yang kompetitif bagi para trader.Langkah 3: Simpan XRP (XRP) AndaSetelah melakukan pembelian, simpan XRP (XRP) di akun HTX Anda. Selain itu, Anda dapat mengirimkannya ke tempat lain melalui transfer blockchain atau menggunakannya untuk memperdagangkan mata uang kripto lainnya.Langkah 4: Lakukan trading XRP (XRP)Lakukan trading XRP (XRP) dengan mudah di pasar spot HTX. Cukup akses akun Anda, pilih pasangan perdagangan, jalankan trading, lalu pantau secara real-time. Kami menawarkan pengalaman yang ramah pengguna baik untuk pemula maupun trader berpengalaman.

1.9k Total TayanganDipublikasikan pada 2024.12.10Diperbarui pada 2026.06.02

Cara Membeli XRP

Diskusi

Selamat datang di Komunitas HTX. Di sini, Anda bisa terus mendapatkan informasi terbaru tentang perkembangan platform terkini dan mendapatkan akses ke wawasan pasar profesional. Pendapat pengguna mengenai harga XRP (XRP) disajikan di bawah ini.

活动图片