# Artikel Terkait Carry Trade Yen

Pusat Berita HTX menyediakan artikel terbaru dan analisis mendalam mengenai "Carry Trade Yen", mencakup tren pasar, pembaruan proyek, perkembangan teknologi, dan kebijakan regulasi di industri kripto.

Jepang Naikkan Suku Bunga, Mengapa Seluruh Dunia Merasa Cemas?

Bank sentral Jepang menaikkan suku bunga kebijakan menjadi 1% pada Juni 2026, tingkat pertama kali dalam 1% sejak 1995. Meski angka ini masih rendah dibandingkan AS dan Eropa, kenaikan ini sangat diperhatikan pasar global karena menandai perubahan mendasar dari kebijakan suku bunga ultra-rendah yang berlangsung selama tiga dekade. Inti kekhawatiran global terletak pada peran Jepang sebagai "pusat pendanaan berbiaya terendah global." Selama lebih dari 20 tahun, investor internasional meminjam yen dengan biaya hampir nol untuk berinvestasi di aset berimbal hasil tinggi di seluruh dunia (saham AS, obligasi emerging market, dll.), menciptakan "carry trade" yen. Praktik ini menjadi sumber likuiditas murah penting yang mendorong kenaikan harga aset global. Kini, kenaikan suku bunga Jepang mengancam logika fundamental ini. Biaya pinjaman yen yang meningkat memaksa investor global mengevaluasi ulang dan berpotensi mengurangi posisi leverage mereka, yang dapat memicu kontraksi likuiditas dan volatilitas di pasar keuangan global. Pasar tidak terlalu khawatir dengan level bunga 1%, tetapi lebih pada perubahan tren dan runtuhnya konsensus bahwa "Jepang akan selamanya menyediakan uang murah." Faktor pendorong kenaikan suku bunga antara lain: inflasi yang bertahan di atas target 2%, kenaikan upah berkelanjutan ("siklus positif upah-inflasi"), dan tekanan pada yen yang melemah. Namun, arah akhir aliran modal global tetap akan sangat dipengaruhi oleh kebijakan The Fed AS. Jika AS mulai menurunkan suku bunga sementara Jepang menaikkan, penyempitan selisih suku bunga AS-Jepang dapat berdampak lebih besar pada pasar.

marsbit06/17 12:48

Jepang Naikkan Suku Bunga, Mengapa Seluruh Dunia Merasa Cemas?

marsbit06/17 12:48

Peringatan Maksimal: Bank Sentral Jepang Bersiap Naikkan Suku Bunga 25bp, Saham AS & Kripto Akan Mengulang Flash Crash 2024?

Berdasarkan laporan Nikkei, Bank of Japan (BOJ) diperkirakan akan menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin menjadi 1.0% dalam rapat kebijakan moneter 15-16 Juni, yang akan menjadi level tertinggi sejak 1995. Probabilitas kenaikan suku bunga di pasar telah mencapai 98%. Kenaikan suku bunga ini dipicu oleh tekanan inflasi impor akibat kenaikan harga energi dan pelemahan Yen yang berkepanjangan. Hal ini memaksa BOJ beralih ke narasi anti-inflasi. Kenaikan suku bunga BOJ mengancam akan mengencangkan likuiditas global dengan memicu penutupan posisi perdagangan arbitrase Yen. Investor yang sebelumnya meminjam Yen dengan biaya rendah untuk membeli aset berisiko tinggi seperti saham AS dan cryptocurrency mungkin terpaksa melakukan likuidasi untuk membayar kembali pinjaman mereka. Mekanisme ini dapat memperbesar volatilitas aset global, mirip dengan flash crash Agustus 2024. Aset berisiko tinggi diperkirakan akan terkena dampak paling signifikan. Saham teknologi AI dengan valuasi tinggi sangat sensitif terhadap perubahan likuiditas global dan biaya pendanaan. Sementara itu, cryptocurrency sebagai aset berisiko tinggi dengan beta tertinggi juga menghadapi tekanan likuiditas dan risiko pelikuidasian leverage skala besar. Secara keseluruhan, langkah BOJ ini merupakan sinyal pengencangan likuiditas global yang muncul di tengah lingkungan makro yang sudah menantang, termasuk konflik geopolitik, harga energi tinggi, dan ketidakpastian kebijakan Fed. Investor disarankan untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap tekanan koreksi jangka pendek dan mengelola risiko leverage dengan hati-hati.

marsbit06/11 01:42

Peringatan Maksimal: Bank Sentral Jepang Bersiap Naikkan Suku Bunga 25bp, Saham AS & Kripto Akan Mengulang Flash Crash 2024?

marsbit06/11 01:42

Malam Sebelum Bank Jepang Menaikkan Suku Bunga, Mengapa Bitcoin Jatuh Duluan?

Intinya, artikel ini membahas mengapa Bitcoin turun 5% (dari $90.000 ke $85.616) pada 15 Desember, meski tidak ada berita negatif langsung dari dunia kripto. Penulis menunjuk pada ekspektasi kenaikan suku bunga Bank Jepang (BOJ) sebesar 25 basis poin pada 19 Desember sebagai pemicu utamanya. Alasan utamanya adalah "carry trade" Yen. Selama ini, investor meminjam Yen dengan suku bunga sangat rendah, lalu mengonversinya ke Dolar AS untuk membeli aset berisiko tinggi seperti Bitcoin. Kenaikan suku bunga BOJ akan meningkatkan biaya pinjaman Yen dan memperkecil selisih keuntungan, memicu pelikuidasian posisi aset ini. Bitcoin, dengan likuiditas tinggi dan volatilitas besar, sering menjadi aset pertama yang dijual untuk mengambil untung atau mengurangi risiko. Artikel juga menyoroti bahwa sejak disetujuinya ETF Bitcoin di AS, kepemilikan aset ini didominasi oleh lembaga keuangan besar (bukan lagi hanya retail investor). Ini membuat harga Bitcoin kini sangat terkorelasi dengan pasar saham AS (seperti Nasdaq) dan lebih rentan terhadap gejolak likuiditas global, bertolak belakang dengan narasi "emas digital" yang diyakininya. Dengan kata lain, Bitcoin kini lebih sebagai aset berisiko tinggi (high-beta risk asset) daripada alat lindung nilai. Mengenai dampak rapat BOJ tanggal 19 Desember, artikel memperkirakan volatilitas tinggi mungkin berlanjut, tetapi besaran penurunannya mungkin tidak seekstrem sebelumnya karena pasar telah mengantisipasi sebagian. Momen ini bisa menjadi kesempatan berinvestasi setelah koreksi.

marsbit12/17 07:26

Malam Sebelum Bank Jepang Menaikkan Suku Bunga, Mengapa Bitcoin Jatuh Duluan?

marsbit12/17 07:26

活动图片