# Artikel Terkait Warsh

Pusat Berita HTX menyediakan artikel terbaru dan analisis mendalam mengenai "Warsh", mencakup tren pasar, pembaruan proyek, perkembangan teknologi, dan kebijakan regulasi di industri kripto.

Peluang Powell Bertahan Meningkat Drastis ke 98%, Apakah Perintah Pemecatan Trump Hanya Omong Kosong?

Kemungkinan Jerome Powell untuk tetap menjabat sebagai Ketua Federal Reserve (The Fed) melonjak menjadi 98%, menurut pasar prediksi Polymarket. Ini berarti ancaman mantan Presiden Donald Trump untuk memecatnya kemungkinan besar hanya retorika. Penyebab utamanya adalah proses konfirmasi penggantinya, Kevin Warsh, yang dinominasikan Trump, terhambat. Anggota Komite Perbankan Senat Thom Tillis berencana memblokir nominasi Warsh hingga penyelidikan Departemen Kehakiman terhadap Powell selesai. Penyelidikan ini, yang dimulai awal 2026, menyelidiki apakah Powell berbohong kepada Kongres tentang biaya renovasi markas Fed, tetapi hingga kini belum menemukan bukti pelanggaran. Hanya tersisa 13 hari kerja bagi Senat untuk mengonfirmasi Warsh sebelum masa jabatan Powell berakhir pada 15 Mei. Jika Warsh tidak dikonfirmasi, hukum AS memungkinkan Powell tetap menjabat sebagai "Ketua Sementara", sebuah situasi yang pernah terjadi di masa lalu. Trump mengancam akan memecat Powell jika hal itu terjadi. Namun, secara hukum, Presiden tidak dapat memecat Ketua Fed tanpa alasan yang sah ("for cause"), seperti pelanggaran hukum, dan bukan hanya perbedaan kebijakan. Tanpa bukti dari penyelidikan, pengadilan diperkirakan akan membatalkan pemecatan tersebut. Kelambatan ini berpotensi menunda harapan pasar untuk suku bunga yang lebih rendah, karena Powell dikenal lebih hati-hati dibandingkan Warsh yang dianggap lebih akomodatif dan ramah terhadap aset kripto.

Odaily星球日报04/17 03:05

Peluang Powell Bertahan Meningkat Drastis ke 98%, Apakah Perintah Pemecatan Trump Hanya Omong Kosong?

Odaily星球日报04/17 03:05

"Kepala Sekolah yang Tegas" Bitcoin Akan Datang? Jika Dia Memimpin Fed, Pesta Kripto Mungkin Berakhir Tiba-tiba

Kevin Warsh, mantan gubernur Fed yang pernah bekerja di Morgan Stanley, kini menjadi kandidat kuat untuk memimpin bank sentral AS. Berbeda dengan kandidat lain seperti Kevin Hassett yang cenderung mendukung suku bunga rendah, Warsh dikenal sebagai "kepala sekolah yang tegas" dengan pendekatan kebijakan moneter yang lebih keras. Latar belakangnya di Wall Street memberinya pemahaman mendalam tentang likuiditas dan risiko sistemik. Ia mengkritik quantitative easing (QE) pasca-krisis 2008 sebagai distorsi pasar yang merugikan. Kebijakan andalannya adalah kombinasi pengetatan moneter agresif (quantitative tightening/QT) dengan penurunan suku hati-hati, bertujuan mengendalikan inflasi tanpa mematikan pertumbuhan ekonomi. Bagi pasar crypto, kebijakan Warsh bisa menjadi ujian berat. Sebagai aset berisiko tinggi, crypto sangat sensitif terhadap likuiditas global yang mungkin menyusut di bawah kepemimpinannya. Namun, ia bukan anti-crypto - sebagai mantan penasihat Bitwise dan investor di proyek stablecoin Basis, ia paham teknologi ini. Warsh cenderung mendorong regulasi ketat, terutama untuk stablecoin yang harus didukung 100% aset tradisional, sambil menolak CBDC retail demi privasi. Meski demikian, pengamat seperti Arthur Hayes mengingatkan bahwa presiden AS pada akhirnya akan menentukan kebijakan moneter. Jika Trump menuntut suku bunga rendah untuk pertumbuhan ekonomi, Warsh mungkin harus berkompromi. Masa depan crypto tak hanya bergantung pada siapa pemimpin Fed, tetapi juga pada dinamika politik yang lebih besar.

Odaily星球日报12/22 09:32

"Kepala Sekolah yang Tegas" Bitcoin Akan Datang? Jika Dia Memimpin Fed, Pesta Kripto Mungkin Berakhir Tiba-tiba

Odaily星球日报12/22 09:32

活动图片