Di Garis Depan Kasus Pencurian Coldcard Baru Tahu, Kenapa Dampaknya Jauh Lebih Besar dari yang Terlihat dari Data
Tak seorang pun menyangka bahwa kerentanan dari 5 tahun lalu dapat memicu kasus pencurian Bitcoin terbesar tahun ini. Pada 30 Juli, ratusan Bitcoin dikumpulkan dari ratusan alamat dalam waktu singkat, kemudian serangan meluas dengan cepat. Penyerang memindai ribuan alamat Bitcoin dan mencuri hampir 2.000 BTC senilai ratusan juta dolar AS.
Penyebabnya ditemukan sebagai bug pada dompet keras Coldcard dalam proses pembuatan frasa pemulihan (seed phrase), yaitu masalah keacakan yang lemah sehingga dapat ditebak. Karena pengguna Coldcard di Tiongkok tidak banyak, awalnya tidak banyak mendapat perhatian. Namun, komunitas luar negeri gempar karena Coldcard sangat terkenal di sana. Kepanikan memuncak pada 31 Juli, dengan total transaksi di bawah 1 BTC mencapai 39.600 BTC, tertinggi sejak keruntuhan FTX 2022.
Kerentanan ini kemungkinan besar ditemukan dan dieksploitasi oleh model AI, dampaknya serupa dengan insiden Zcash sebelumnya, bahkan mungkin lebih serius secara psikologis. Yu Xian, pendiri SlowMist, yang membantu beberapa korban, menyatakan bahwa peristiwa ini berdampak sangat dalam karena mengguncang kelompok inti pemegang keyakinan Bitcoin.
Dia menjelaskan, meskipun jumlah Bitcoin yang dicuri secara historis bukan yang terbesar, reputasi Coldcard yang sangat baik di kalangan Bitcoin OG membuat masalah ini menjadi pukulan berat. Inti masalahnya adalah entropi yang tidak cukup saat pembuatan seed, mengurangi keacakan sehingga penyerang dapat menghitung secara paksa. Yang ironis, komunitas Coldcard dan Bitcoin tidak memeriksa ulang kode dengan AI, sedangkan peretas melakukannya.
Peristiwa ini merusak kepercayaan komunitas terhadap produk serupa, memunculkan keraguan akan keamanan dompet dan frasa pemulihan yang digunakan. Yu Xian menyarankan proyek-proyek kripto memindai kode dengan AI untuk menemukan kerentanan, karena peretas hampir tidak memiliki batasan dalam memanfaatkan AI, sementara pihak pertahanan dibatasi oleh berbagai faktor.
Dia juga menyoroti bahwa model AI yang semakin kuat dapat meningkatkan ketidakpercayaan terhadap teknologi kripto awal, dan peristiwa keamanan dengan skala miliaran dolar AS mungkin terjadi di masa depan, bahkan mungkin pada kode Bitcoin itu sendiri. Namun, dia optimis bahwa industri akan semakin tangguh dalam menghadapi ancaman ini.
Mengenai tren beralih ke pertukaran terpusat (CEX), Yu Xian mengakui bahwa CEX top memiliki investasi keamanan yang baik dan kemampuan menanggung risiko, sehingga masuk akal jika beberapa pengguna merasa lebih nyaman menyimpan aset di sana.
Untuk pengguna biasa, dia merekomendasikan:
1. Selalu gunakan passphrase (frasa sandi tambahan) untuk frasa pemulihan, setidaknya 8 karakter kompleks, dan jangan lupa.
2. Simpan sebagian kecil aset di alamat tanpa passphrase dan sebagian besar di alamat dengan passphrase untuk deteksi dini dan keamanan.
3. Gunakan layanan institusi terpusat jika tidak memahami teknologi.
4. Tinjau aset, periksa kemungkinan kebocoran frasa pemulihan.
5. Tetap tenang, hindari dompet palsu atau phishing.
6. Gunakan pemikiran isolasi: pisahkan aset yang tidak pasti di perangkat terpisah.
Dengan langkah-langkah ini, lebih dari 90% risiko umum dapat dihindari.
marsbit08/04 06:58