# Artikel Terkait Volatilitas

Pusat Berita HTX menyediakan artikel terbaru dan analisis mendalam mengenai "Volatilitas", mencakup tren pasar, pembaruan proyek, perkembangan teknologi, dan kebijakan regulasi di industri kripto.

Artikel Baru Arthur Hayes: Sekarang Adalah Waktu "Tanpa Transaksi"

Artikel Arthur Hayes berjudul "Sekarang Adalah Waktu 'No-Trade'" menganalisis kondisi pasar saat ini yang ia sebut sebagai "zona tanpa transaksi". Hayes berpendapat bahwa pasar tidak sedang tidak pasti, tetapi terjebak dalam kondisi unik akibat kombinasi guncangan deflasioner dari AI dan ketegangan geopolitik. Dua faktor utama menciptakan "zona mati" ini: pertama, penyebaran cepat AI otonom yang mengancam lapangan kerja pekerja pengetahuan di ekonomi Barat, memicu potensi keruntuhan deflasioner. Kedua, perang yang dipicu AS terhadap Iran yang mengacaukan aliran komoditas melalui Selat Hormuz. Hayes menguraikan tiga skenario utama: 1. **Kembali ke Normal:** Perang berakhir cepat, tetapi dampak deflasioner AI tetap berlanjut, menggerogoti kemampuan membayar utang konsumen dan mengancam sistem perbankan. 2. **Pos Bayaran Teheran:** Iran membatasi lalu lintas di Selat Hormuz dan memungut biaya "jalan tol" yang dibayar dalam yuan atau emas. Ini akan memicu penjualan aset dolar AS untuk membeli emas, kemudian menukarnya menjadi yuan, melemahkan status dolar sebagai mata uang cadangan. 3. **Empire Strikes Back:** AS menghancurkan kemampuan Iran untuk mengganggu jalur pelayaran, tetapi berisiko memicu konflik yang lebih luas yang dapat melumpuhkan produksi energi global. Dalam semua skenario, Hayes berargumen bahwa harga Bitcoin tidak ditentukan oleh suku bunga (harga uang), tetapi oleh jumlah persediaan uang (kuantitas uang). Dia percaya bahwa bank sentral akhirnya akan "mencetak uang" (memperluas persediaan uang) untuk menanggapi gejolak, yang pada akhirnya akan menguntungkan aset dengan pasokan tetap seperti Bitcoin. Kesimpulannya, Hayes memilih untuk menunggu sinyal yang jelas – seperti volatilitas tinggi yang memicu cetakan uang – sebelum melakukan transaksi besar. Untuk saat ini, dia lebih memilih untuk tidak melakukan apa-apa, hanya menambah eksposur sedikit ke emas dan token $HYPE, sambil menunggu kejelasan dari ketegangan geopolitik dan dampak ekonomi dari AI.

marsbit04/20 00:28

Artikel Baru Arthur Hayes: Sekarang Adalah Waktu "Tanpa Transaksi"

marsbit04/20 00:28

Saham AS Mencatat Rekor Tertinggi Baru, Mengapa Pasar Tidak Takut dengan Perang?

Tanggal 15 April, indeks S&P 500 menutup pada level 7.022,95 poin, mencetak rekor tertinggi baru hanya dalam 11 hari perdagangan setelah mengalami koreksi 10% akibat perang AS-Iran. Pemulihan secepat ini sangat tidak biasa dalam sejarah pasar saham AS, bahkan dibandingkan dengan krisis lain seperti COVID-19 (103 hari) atau Perang Teluk (87 hari). Pasar bereaksi sangat cepat karena koreksi ini didorong oleh ketidakpastian geopolitik, bukan fundamental ekonomi. Ketika ada kabar gencatan senjata, ketidakpastian itu langsung hilang tanpa menunggu laporan kuartalan. Indeks ketakutan (VIX) bahkan turun di bawah level sebelum perang, menunjukkan bahwa pasar sudah menganggap perang sebagai "risiko yang dapat dikalkulasi". Yang menarik, lembaga kebesar seperti JP Morgan justru mencetak rekor pendapatan trading berkat volatilitas dari perang ini. Lembaga hedge fund juga beralih dari posisi short ke long, dengan leverage yang mencapai rekor tertinggi. Ini menunjukkan bahwa bagi pasar keuangan modern, gejolak geopolitik bukan lagi ancaman, tetapi peluang untuk mengambil keuntungan dari volatilitas. Namun, kondisi ini juga rapuh. Pasar saat ini sedang memprediksi skenario paling optimis: gencatan senjata diperpanjang, perundingan nuklir Iran berjalan lancar, dan harga minyak turun. Jika salah satu asumsi ini gagal, leverage yang tinggi bisa memperburuk koreksi. Level 7.000 poin adalah harga yang hanya masuk akal dalam skenario terbaik.

marsbit04/16 07:15

Saham AS Mencatat Rekor Tertinggi Baru, Mengapa Pasar Tidak Takut dengan Perang?

marsbit04/16 07:15

活动图片