Trump Membuka Pintu untuk Bitcoin Saat Utang Nasional AS Melebihi 40 Triliun Dollar
Utang nasional AS melampaui angka $40 triliun, meningkat lebih dari dua kali lipat sejak Donald Trump menjabat pada 2017. Peningkatan $1 triliun terakhir terjadi hanya dalam waktu lima bulan. Lonjakan utang ini dipicu oleh pengeluaran pandemi, program jaminan sosial, kebijakan pajak, belanja pertahanan, dan defisit federal kronis. Kenaikan suku bunga turut memperburuk situasi, dengan pembayaran bunga bersih federal mencapai sekitar $1 triliun per tahun, dan diperkirakan bisa melonjak hingga $2,1 triliun pada 2036.
Tingkat suku bunga yang lebih tinggi membuat refinancing utang lama menjadi lebih mahal, memperbesar defisit, dan memaksa Departemen Keuangan AS untuk terus berhutang. Imbasnya terasa di seluruh perekonomian, karena imbal hasil obligasi AS menjadi patokan biaya pinjaman.
Bagi pendukung Bitcoin, utang sebesar $40 triliun ini menjadi argumen kuat untuk mata uang digital yang jumlah maksimumnya terbatas hanya 21 juta koin. Mereka melihat defisit kronis dan pembayaran bunga yang membengkak sebagai tanda melemahnya nilai mata uang fiat.
Bitcoin sempat melonjak ke kisaran $69.000-$70.000, didorong oleh keputusan Departemen Keuangan AS untuk memperluas pembelian surat berharga jangka panjang. Di saat yang sama, Donald Trump membuka peluang dengan menyatakan bahwa ide membeli Bitcoin dalam jumlah besar telah didiskusikan, dan ia akan mempertimbangkan rekomendasi dari penasihatnya. Meski bukan janji konkret, pernyataan ini memicu spekulasi. Ujian sesungguhnya adalah apakah retorika ini akan berubah menjadi kebijakan nyata, sementara pasar memantau proposal cadangan Bitcoin, hasil obligasi, defisit bulanan, dan negosiasi batas utang yang akan datang.
cryptonews.ru08/20 05:18