Setelah Ronaldo Menangis, Polymarket Menggelar 'Uji Air Mata'
Cristiano Ronaldo mengakhiri penampilan terakhirnya di Piala Dunia 2026 setelah Portugal kalah 0-1 dari Spanyol di babak 16 besar. Saat itu, gambar dan video menunjukkan Ronaldo, 41 tahun, tampak emosional dan mengusap mata di lapangan, memicu liputan media bahwa ia menangis.
Di platform prediksi Polymarket, sebuah pasar yang mempertanyakan "Apakah Ronaldo akan menangis di Piala Dunia ini?" pun jadi sorotan. Awalnya, pasar ini memasuki fase sengketa karena aturan penyelesaian yang ketat mensyaratkan bukti visual jelas akan air mata di wajahnya di area lapangan/bench. Proses "memeriksa air mata" ini memicu perdebatan sengit di antara trader tentang apakah cairan tersebut adalah keringat atau air mata, menyebabkan probabilitas "Ya" sempat terjun bebas di bawah 20%.
Namun, pagi berikutnya, Polymarket merilis klarifikasi dan aturan tambahan yang menyatakan bahwa bukti foto/video yang memenuhi syarat telah tersedia, menunjukkan Ronaldo menangis dengan air mata yang terlihat jelas di wajahnya setelah pertandingan. Keputusan resmi ini—bahwa garis air itu dihitung sebagai air mata—membalikkan situasi. Probabilitas "Ya" langsung melonjak ke atas 99%, menyelesaikan pasar yang volumenya melebihi $22 juta.
Insiden ini menunjukkan pergeseran potensial di Polymarket, di mana tim tampaknya lebih memilih mengarahkan hasil ke pemahaman umum ketika bukti kuat mendukungnya, alih-alih membiarkan pasar didominasi oleh debat teknis dan penafsiran sempit aturan.
Odaily星球日报Kemarin 03:08