Tinggal Satu Langkah Lagi, Di Mana Rintangan Terbesar dalam UU Clarity?
Dengan waktu yang sangat terbatas sebelum Kongres AS memasuki masa reses musim panas, "Digital Asset Market Structure Act" (UU Kejelasan) menghadapi tantangan berat untuk disahkan oleh Senat. Meskipun Gedung Putih telah menyetujui penambahan "klausul etika" yang bertujuan membatasi pejabat federal, termasuk presiden, untuk mendapatkan keuntungan dari aset digital selama menjabat, langkah maju ini ternyata tidak cukup.
Perbedaan pendapat utama justru terletak pada detail klausul etika tersebut. Partai Demokrat menolak versi saat ini karena beberapa alasan: wewenang penegakan hukum hanya diberikan kepada Departemen Kehakiman (DOJ) yang dianggap kurang independen; klausul tersebut akan kadaluarsa otomatis pada Januari 2029 (tepat setelah akhir masa jabatan potensial Donald Trump), sehingga dianggap tidak permanen; serta kekhawatiran bahwa cakupan pembatasan masih terbatas dan tidak mencakup metode partisipasi tidak langsung.
Ketujuh senator Demokrat yang terlibat negosiasi menyatakan teks saat ini "tidak memenuhi harapan." Di sisi lain, pihak Republik tampaknya tidak berniat untuk melakukan konsesi lebih lanjut. Dengan jadwal Senat yang padat, termasuk pembahasan RUU sanksi Rusia dan lainnya, peluang UU Kejelasan untuk memasuki proses pemungutan suara sebelum reses semakin kecil. Analis pasar seperti Alex Thorn dari Galaxy telah menurunkan prediksi probabilitas disahkannya undang-undang ini pada tahun 2026 menjadi hanya 30%. Meski tinggal selangkah lagi, masa depan UU ini masih sangat tidak pasti.
marsbit11j yang lalu