# Artikel Terkait Penyaringan

Pusat Berita HTX menyediakan artikel terbaru dan analisis mendalam mengenai "Penyaringan", mencakup tren pasar, pembaruan proyek, perkembangan teknologi, dan kebijakan regulasi di industri kripto.

Dari "Aturan Buatan" hingga "AI Membaca Pikiran": Algoritma Baru X Membentuk Ulang Aliran Informasi, Lebih Akurat tapi Juga Lebih Berbahaya

Algoritma rekomendasi baru X (sebelumnya Twitter) yang diumumkan pada 20 Januari telah beralih dari aturan buatan manusia ke sistem yang sepenuhnya digerakkan oleh AI. Sistem ini mencampur konten dari akun yang diikuti pengguna ("Thunder") dengan konten dari seluruh platform yang mungkin menarik bagi pengguna ("Phoenix"). Prosesnya dimulai dengan membangun profil pengguna berdasarkan riwayat interaksi dan preferensi. Konten kemudian dikumpulkan, dilengkapi metadata, dan disaring untuk menghapus spam atau konten yang tidak diinginkan. Inti algoritma terletak pada model transformer "Phoenix Grok" yang memberi skor pada setiap kandidat konten dengan memprediksi probabilitas tanggapan pengguna (seperti like, retweet, atau blokir). Skor akhir ditentukan dengan menambahkan bobot pada tindakan positif dan mengurangi bobot pada tindakan negatif. Algoritma juga memasukkan "Author Diversity Scorer" untuk mencegah satu penulis mendominasi umpan. Setelah penyaringan kedua untuk konten berbahaya, konten dengan skor tertinggi diurutkan untuk ditampilkan di umpan "For You". Kemajuan utama adalah kemampuan AI untuk mempelajari preferensi pengguna secara mandiri dan memprediksi berbagai perilaku, sehingga meningkatkan akurasi rekomendasi. Sistem ini juga dianggap lebih adil karena memberi peluang pada akun kecil. Namun, kekhawatiran muncul mengenai pembentukan "kamar gema" informasi dan penargetan konten emosional yang lebih efektif.

比推01/20 13:41

Dari "Aturan Buatan" hingga "AI Membaca Pikiran": Algoritma Baru X Membentuk Ulang Aliran Informasi, Lebih Akurat tapi Juga Lebih Berbahaya

比推01/20 13:41

VC "Mati"? Tidak, Industri Sedang Menghadapi Konsolidasi yang Kejam

"VC Mati"? Tidak, Industri Sedang Menghadapi Konsolidasi Kejam Sebagai mantan investor VC, penulis membahas pandangan tentang narasi "VC telah mati" yang beredar. Kesimpulan utamanya: 1. **Sebagian VC memang telah "mati"**: Banyak VC, terutama di Asia, mengalami kesulitan besar—ada yang tutup, bubar, atau berhenti berinvestasi. VC tier dua dan tiga di AS/Eropa juga mulai melambat, meski VC top masih tampak stabil. Hal ini merupakan efek tertunda dari bear market 2022, diperparah oleh siklus 4 tahun yang terputus, valuasi tinggi, dan persyaratan investasi yang lebih ketat dengan periode vesting panjang. 2. **VC secara keseluruhan tidak akan mati**: Industri tetap membutuhkan VC untuk mendanai ide, teknologi, dan proyek baru di tahap paling awal. Hampir semua proyek sukses (seperti Uniswap, Solana) memiliki dukungan VC. VC dan founder tetap menjadi penggerak utama inovasi. 3. **Industri sedang "membersihkan diri" (outclearing)**: VC, proyek, dan talenta kini menghadapi standar yang lebih tinggi, menuju model yang lebih matang seperti di Web2. * **VC**: Masuk fase "yang kuat semakin kuat" (stronger get stronger), dimana reputasi dan nilai tambah bagi founder menjadi pertahanan utama. * **Proyek**: Fokus beralih dari sekadar narasi ke memiliki pengguna dan pendapatan nyata sebelum TGE (seperti contoh Polymarket dan Hyperliquid). * **Talenta**: Industri ini masih menarik orang-orang terpintar secara global, tetapi persaingannya semakin ketat. Intinya: Meski tantangan berat, VC yang baik dan proyek berkualitas dengan founder kuat akan bertahan. Industri tidak mati, tetapi sedang melalui konsolidasi yang kejam menuju tahap pertumbuhan yang lebih sehat dan berkualitas. "Pesimis selalu benar, optimis selalu maju."

marsbit12/18 03:07

VC "Mati"? Tidak, Industri Sedang Menghadapi Konsolidasi yang Kejam

marsbit12/18 03:07

活动图片