# Artikel Terkait Keamanan

Pusat Berita HTX menyediakan artikel terbaru dan analisis mendalam mengenai "Keamanan", mencakup tren pasar, pembaruan proyek, perkembangan teknologi, dan kebijakan regulasi di industri kripto.

Serangan Kuantum Pertama pada Kripto Akan Mirip dengan Pembobolan yang Tak Terjelaskan — Pendiri Quantus

Tanda pertama bahwa komputasi kuantum telah membobol kriptografi modern kemungkinan bukan pencurian spektakuler terhadap Bitcoin milik Satoshi Nakamoto. Menurut Christopher Smith, CEO Quantus Network, serangan kuantum pertama mungkin akan berupa gelombang peretasan dompet kripto yang tampak tidak terkait, tanpa jejak pelaku. Dalam skenario ini, komputer kuantum yang cukup kuat dapat menghitung kunci privat dari kunci publik yang terpapar di *blockchain*, memungkinkan penyerang menggerakkan dana tanpa membobol sistem internal. Hal ini akan membuat "Q-day"—momen ketika komputer kuantum dapat memecahkan kriptografi standar—sulit dideteksi. Bukti forensiknya mungkin hanya "tidak adanya peretasan" pada sistem yang biasanya aman. Sasaran awal mungkin bukan Bitcoin Satoshi yang bernilai miliaran dolar, melainkan sistem militer, rahasia negara, atau aset kripto bernilai tinggi seperti kunci penerbitan (*mint*) untuk stablecoin Tether (USDT). Penyerang bisa mensimulasikan peretasan biasa atau kehilangan kunci untuk menyamarkan aksinya. Waktu Q-day masih diperdebatkan. Kemajuan algoritma kuantum dan integrasi AI telah mempercepat perkiraan. Smith menilai probabilitasnya pada 2028 adalah "50:50", sementara analis lain melihat awal 2030-an sebagai skenario yang lebih mungkin. Namun, ketidakpastian ini mendorong aksi cepat. Untungnya, banyak *blockchain* telah mulai beralih ke solusi tanda tangan pascakuatum (*post-quantum*) untuk mengurangi risiko kerusakan katastrofik.

cryptonews.ru08/10 11:02

Serangan Kuantum Pertama pada Kripto Akan Mirip dengan Pembobolan yang Tak Terjelaskan — Pendiri Quantus

cryptonews.ru08/10 11:02

Claude Code Hanya Tinggal 5 Hari Lagi untuk Mode Otomatis Default, Biaya Tambahan Ditanggung Sendiri oleh Anthropic

Anthropic akan mengaktifkan mode otomatis sebagai default untuk Claude Code dalam 5 hari, setelah menemukan bahwa hanya 3% permintaan izin yang ditolak pengguna. Biaya token tambahan untuk klasifikasi dalam mode ini akan ditanggung oleh Anthropic, bukan dibebankan ke pengguna. Alasan utama perubahan ini adalah: 1. Persetujuan izin hampir bersifat otomatis (97% disetujui), dengan banyak pengguna membuat aturan yang sangat permisif atau menggunakan mode `bypassPermissions`. 2. Eksperimen terkontrol menunjukkan mode otomatis 6 kali lebih efektif dalam mencegah perintah berbahaya dibandingkan persetujuan manual (89% vs 13,6%). Performa manusia menurun seiring sesi yang lebih panjang. 3. Data produksi menunjukkan mode otomatis secara signifikan mengurangi operasi berbahaya yang tidak secara eksplisit diminta pengguna. Mode otomatis telah ditingkatkan dengan: - Penolakan keras terhadap kebocoran data. - Pemeriksaan sensitivitas repositori sebelum `git push`. - Membaca `git status` sebelum perintah berisiko tinggi seperti `git reset --hard`. - Pemindaian injeksi prompt pada output alat. Pengguna Pro, Max, dan Team akan dialihkan ke mode otomatis secara default, tetapi dapat beralih kembali dengan `Shift+Tab` atau melalui pengaturan. Administrator tim dapat mengatur default organisasi atau menonaktifkan mode otomatis sepenuhnya. Anthropic menekankan bahwa meskipun mode otomatis mengurangi risiko, pengguna tetap harus meninjau operasi Claude untuk perubahan infrastruktur produksi yang berisiko tinggi. Platform cloud utama seperti AWS, Google, dan Microsoft diberi waktu satu bulan untuk juga menerapkan default ini.

marsbit08/10 07:53

Claude Code Hanya Tinggal 5 Hari Lagi untuk Mode Otomatis Default, Biaya Tambahan Ditanggung Sendiri oleh Anthropic

marsbit08/10 07:53

CEO Kekaisaran AI Triliun Dolar Silicon Valley, Ternyata adalah 'Guru Kiamat' Bermuka Dua

Dario Amodei, CEO Anthropic yang bernilai triliunan dolar, digambarkan sebagai sosok yang kontradiktif: seorang "nabi kiamat" yang takut pada AI sekaligus pengemudi utama percepatannya. Di satu sisi, Amodei telah selama satu dekade memperingatkan bahaya eksistensial AI bagi manusia. Di Anthropic, ia menolak kampanye publik yang menyanjung-nyanjung AI, dan malah membuat iklan suram yang menyiratkan AI bisa memusnahkan umat manusia. Paranoia terhadap keamanan ini telah lama melekat, tercermin dari kebiasaannya yang ekstrem seperti menggunakan komputer terisolasi dan mengirim dokumen rahasia secara fisik. Namun, di sisi lain, Amodei justru menjadi arsitek di balik perusahaan AI paling bernilai dan dengan pertumbuhan tercepat. Dengan firasatnya tentang "Singularity" atau kecerdasan super, ia memimpin Anthropic meraih valuasi hampir $1 triliun. Gaya kepemimpinannya yang seperti pemimpin agama, berfilosofi dan memotivasi lewat visi, membangun budaya bak "kuil" di perusahaannya. Paradoks inilah yang mencemaskan investor. Mereka khawatir Amodei lebih peduli pada takdir manusia daripada keuntungan finansial. Strateginya ibarat "menginjak gas sambil mencari rem"—terus mengembangkan AI paling kuat dengan keyakinan bahwa hanya dengan mengendalikannya sendiri, risiko kehancuran bisa dihindari. Taruhannya adalah nasib umat manusia, sementara dunia menyaksikan apakah sang "nabi kiamat" ini bisa mengendalikan monster yang turut dibesarkannya.

marsbit08/10 06:07

CEO Kekaisaran AI Triliun Dolar Silicon Valley, Ternyata adalah 'Guru Kiamat' Bermuka Dua

marsbit08/10 06:07

活动图片