# Artikel Terkait Risiko

Pusat Berita HTX menyediakan artikel terbaru dan analisis mendalam mengenai "Risiko", mencakup tren pasar, pembaruan proyek, perkembangan teknologi, dan kebijakan regulasi di industri kripto.

Apakah Saham AS Tidak Akan Turun Lagi? Jebakan "Melt-up" di Era Utang Tinggi

Judul yang menarik: "Apakah Saham AS Tidak Akan Turun Lagi? Jebakan 'Great Melt-up' di Era Utang Tinggi". Artikel ini membahas teori populer di Reddit yang menyatakan bahwa dengan utang pemerintah AS yang sangat besar (mencapai $40 triliun) dan defisit yang terus berlanjut, pasar saham secara matematis tidak mungkin turun lagi. Alasannya? Pemerintah diduga akan terus mencetak uang untuk membayar utang, menyebabkan inflasi yang pada gilirannya akan mengerek harga aset seperti saham. Ini disebut sebagai skenario "Great Melt-up" atau kenaikan harga aset yang didorong momentum dan FOMO (takut ketinggalan), bukan fundamental. Penulis, Graham Stephan, menganalisis teori ini dengan hati-hati. Dia mengingatkan bahwa fenomena serupa terjadi pada gelembung dot-com tahun 1990-an dan gelembung aset Jepang, yang akhirnya pecah dengan kerugian besar. Meski dalam dunia dengan utang tinggi, aset cenderung lebih baik daripada uang tunai, klaim bahwa saham "tidak mungkin turun" itu berbahaya dan keliru. Poin-poin kunci sanggahan: 1. Sejarah membuktikan, dalam hiperinflasi (seperti di Jerman, Zimbabwe), pasar saham bisa runtuh sebelum naik, dan banyak investor terpaksa menjual di titik terendah untuk memenuhi kebutuhan hidup. 2. Kenaikan harga nominal saham tidak sama dengan peningkatan kekayaan riil jika inflasi menggerus daya beli. 3. Indikator valuasi seperti CAPE Ratio menunjukkan pasar AS saat ini sangat mahal, sebanding dengan puncak gelembung internet tahun 1999. Kesimpulan penulis adalah skenario yang paling mungkin bukanlah default utang atau hiperinflasi, melainkan periode panjang "penindasan finansial" (financial repression), di mana inflasi sedikit lebih tinggi daripada suku bunga, sehingga utang terkikis perlahan dan daya beli uang tunai menurun. Saham mungkin terus naik dalam jangka panjang secara nominal, tetapi tetap berisiko mengalami koreksi besar (30-40% atau lebih) di tengah jalan, dan return riil (setelah inflasi) bisa jauh lebih rendah. Nasihat untuk investor: Jangan terpancing FOMO dan memasukkan semua modal ke saham yang paling mahal dengan leverage. Lebih baik menjaga portofolio yang terdiversifikasi (saham, properti, sebagian tunai, emas), memiliki rencana investasi rutin, dan menyimpan cukup cadangan likuiditas agar tidak terpaksa menjual di saat terburuk. Jangan jadikan harapan "pemerintah akan selalu menyelamatkan pasar" sebagai satu-satunya strategi keuangan Anda.

marsbit06/17 10:15

Apakah Saham AS Tidak Akan Turun Lagi? Jebakan "Melt-up" di Era Utang Tinggi

marsbit06/17 10:15

USDe Mengelak Larangan Imbal Hasil GENIUS Act: Bagaimana Dolar Sintetis Menjadi Zona Abu-abu Paling Sukses di Kripto?

Ketika Kongres AS merancang GENIUS Act, mereka melarang penerbit stablecoin pembayaran berlisensi memberikan bunga atau imbal hasil kepada pemegang. Namun, USDe dari Ethena berhasil menghindari larangan ini. Ini karena USDe bukanlah stablecoin cadangan fiat tradisional seperti USDC. Sebaliknya, USDe adalah dolar sintetis yang dihasilkan melalui strategi perdagangan derivatif delta-netral, di mana aset kripto yang dijaminkan dilindungi dengan posisi short futures. Hasilnya diperoleh dari pendanaan positif dan spread basis di pasar berkelanjutan, kemudian diteruskan kepada pemegang yang mempertaruhkan tokennya sebagai sUSDe. Karena mekanisme dasarnya adalah strategi pasar dan bukan pembayaran bunga atas cadangan, GENIUS Act—yang hanya mengatur stablecoin pembayaran—tidak berlaku untuk USDe. Celah regulasi ini memungkinkan USDe tumbuh pesat, bahkan pernah menjadi aset ketiga terbesar yang dipatok dolar di kripto. Ethena sendiri merespons dengan meluncurkan USDtb, stablecoin patuh aturan yang tidak memberi hasil, sambil tetap menjalankan USDe. Model USDe membawa risiko unik, terutama ketergantungan pada pendanaan positif yang berkepanjangan dan potensi tekanan saat perdagangan padat dilikuidasi, seperti yang terlihat dalam koreksi Oktober 2025. Sementara regulator Eropa seperti BaFin Jerman melarang USDe, lembaga keuangan AS seperti Janus Henderson justru mengadopsinya untuk manajemen kas. Intinya, USDe memenuhi permintaan akan dolar berbasis hasil di luar batas regulasi saat ini. GENIUS Act mendefinisikan dan membatasi satu jenis stablecoin, tetapi membiarkan kategori seperti dolar sintetis tidak teregulasi. Pertanyaan terbuka bagi regulator AS adalah apakah mereka akan membuat aturan baru untuk alat seperti USDe atau membiarkan hasil bermigrasi ke wilayah abu-abu yang mereka ciptakan.

marsbit06/17 04:45

USDe Mengelak Larangan Imbal Hasil GENIUS Act: Bagaimana Dolar Sintetis Menjadi Zona Abu-abu Paling Sukses di Kripto?

marsbit06/17 04:45

Penandatanganan Memorandum AS-Iran Menjadi Katalis Makro bagi Trader Bitcoin

Pedagang Bitcoin memiliki katalis makro baru untuk dipantau pekan ini seiring persiapan Swiss menjadi tuan rumah penandatanganan nota kesepahaman AS-Iran yang dijadwalkan pada 19 Juni 2026. Upacara di Bürgenstock ini melibatkan Qatar dan Pakistan sebagai mediator. Kesepakatan ini bukan acara crypto. Relevansinya bagi Bitcoin melalui saluran makro: geopolitik, harga minyak, ekspektasi inflasi, dan selera risiko umum. Bitcoin sering diperdagangkan seperti aset makro ber-beta tinggi selama tekanan geopolitik. Penandatanganan MoU yang bertujuan membahas operasi militer, sanksi, dan pembukaan kembali Selat Hormuz untuk pengiriman laut ini berpotensi signifikan karena selat tersebut adalah jalur transit energi utama. Bingkai yang tepat untuk Bitcoin adalah hati-hati. Langkah diplomatik yang sukses dapat meningkatkan sentimen risiko global dan mengurangi tekanan pasar energi, yang mungkin membantu BTC. Namun, jika negosiasi macet atau pasar minyak tetap tegang, efeknya bisa memudar dengan cepat. Peristiwa ini termasuk dalam kategori yang sama dengan rilis inflasi, keputusan bank sentral, dan gejolak minyak. Bitcoin bereaksi terhadap peristiwa tersebut melalui ekspektasi likuiditas dan psikologi investor. Bagi trader, 19 Juni menjadi tanggal untuk dipantau dalam kalender makro. Uji pasar pertama kemungkinan akan datang melalui minyak, dolar, dan futures ekuitas. Jika harga energi mereda dan pasar bergerak risk-on, Bitcoin bisa diuntungkan secara tidak langsung. Jika penandatanganan menghasilkan ketidakpastian atau perubahan terukur yang kecil dalam ekspektasi pengiriman dan sanksi, dampak cryptonya mungkin terbatas.

bitcoinist06/17 04:12

Penandatanganan Memorandum AS-Iran Menjadi Katalis Makro bagi Trader Bitcoin

bitcoinist06/17 04:12

Peringatan Terbaru Dalio: Jangan Terlalu Tergila-gila dengan AI, Imbal Hasil Ril AS Kemungkinan -5% hingga -10% dalam 5-10 Tahun Mendatang

Ray Dalio, pendiri Bridgewater, memperingatkan bahwa pasar saham AS saat ini didominasi oleh segelintir perusahaan di sektor AI, menciptakan risiko konsentrasi yang tinggi. Berdasarkan pengalaman 50 tahunnya, Dalio menekankan bahwa pada tahap siklus seperti ini, bertaruh besar pada segelintir perusahaan teknologi baru sering berakhir dengan kegagalan bagi sebagian besar investor. Meskipun AI adalah teknologi revolusioner, ketidakpastian yang melekat pada perusahaan-perusahaan ini sangat besar. Mereka menghadapi risiko seperti persaingan global (terutama dari China), perubahan kebijakan, gejolak geopolitik, dan potensi terdisrupsi oleh teknologi yang lebih baru. Dalio menyatakan fakta bahwa risiko tinggi tak terbantahkan, sambil memberikan pandangannya bahwa imbal hasil riil pasar saham AS dalam 5-10 tahun ke depan mungkin sekitar -5% hingga -10%. Solusinya adalah **diversifikasi**. "Piala Suci" investasinya adalah membangun portofolio sekitar 15 posisi bagus yang tidak berkorelasi dan menyeimbangkan risikonya. Secara matematis, portofolio yang terdiversifikasi dengan baik dapat menghasilkan rasio imbal hasil/risiko yang jauh lebih baik daripada taruhan terkonsentrasi, bahkan dengan imbal hasil yang sama. Kesimpulannya, Dalio menyarankan untuk tidak terbawa euphoria AI. Alih-alih berkonsentrasi pada saham-saham teknologi yang berisiko tinggi dan berkorelasi tinggi, investor harus menyadari ketidaktahuan mereka dan melindungi diri melalui diversifikasi yang cerdas untuk mencapai imbal hasil yang menarik dengan risiko yang lebih rendah.

marsbit06/17 02:08

Peringatan Terbaru Dalio: Jangan Terlalu Tergila-gila dengan AI, Imbal Hasil Ril AS Kemungkinan -5% hingga -10% dalam 5-10 Tahun Mendatang

marsbit06/17 02:08

Tahun Pertama Penerapan AI, Hanya Bilang Iya, Abai Risiko? Log Pelayaran Pengembangan Perangkat Lunak Sepenuhnya Sumber Terbuka

Tahun 2026 disebut sebagai era aplikasi AI. Kode dibuat semakin cepat, namun dengan pengawasan yang semakin sedikit saat diterapkan. Risiko dari kode yang ditulis AI sering kali tersembunyi dalam kode yang tampak benar secara sintaksis dan melewati semua pemeriksaan, tetapi dapat menyebabkan kebocoran data atau kerugian aset. Contoh nyata adalah insiden konfigurasi oracle cbETH Moonwell, di mana kesalahan semantik dalam harga melewati proses pengembangan dan pemeriksaan, mengakibatkan kerugian finansial yang signifikan. Risiko pengkodean AI telah berevolusi dari pelengkap lokal ke agen yang dapat membaca file, mengubah konfigurasi, menginstal dependensi, dan menghasilkan skrip infrastruktur, sehingga menciptakan jalur risiko yang lebih panjang dan sulit dilacak dalam rekayasa perangkat lunak. Untuk mengatasi masalah ini, Narwhal-Lab Universitas Peking meluncurkan proyek sumber terbuka **Narwhal AI Code Risks**. Proyek ini mengumpulkan dan mengkategorikan fragmen informasi risiko yang tersebar ke dalam tiga lapisan: `cases/` (peristiwa nyata), `inferred/` (sinyal awal), dan `scenarios/` (skenario risiko tipikal). Risiko diklasifikasikan menjadi 7 kategori: Rantai Pasok, Kerentanan Tingkat Kode, Konfigurasi Cloud & Infrastruktur, Risiko Agen, Risiko Domain Vertikal, Risiko Kekayaan Intelektual & Kepatuhan, serta Faktor Manusia. Tujuan proyek ini adalah untuk mengubah kasus risiko menjadi pengetahuan yang dapat digunakan kembali, membantu pengembang mengidentifikasi masalah serupa, menjadi basis sampel bagi peneliti keamanan, serta menyediakan aturan deteksi dan tolok ukur bagi vendor alat. Dengan menyediakan "log pelayaran" sumber terbuka untuk dunia perangkat lunak, proyek ini bertujuan untuk mencatat dan meneruskan pengalaman, sehingga pihak lain tidak perlu terjebak dalam perangkap yang sama.

marsbit06/16 04:55

Tahun Pertama Penerapan AI, Hanya Bilang Iya, Abai Risiko? Log Pelayaran Pengembangan Perangkat Lunak Sepenuhnya Sumber Terbuka

marsbit06/16 04:55

Ray Dalio: Bull Market AI Terus Meroket, Haruskah Investor All In atau Ambil Untung dan Keluar?

**Ray Dalio: AI Bull Market Terus Melaju, Haruskah Investor All In atau Ambil Untung dan Keluar?** Dalam catatannya, Ray Dalio membahas bagaimana investor harus mengalokasikan aset di tengah pasar yang sangat terdorong oleh teknologi AI dan terkonsentrasi pada segelintir perusahaan besar. Ia mengingatkan bahwa kemajuan teknologi tidak secara otomatis membuat saham terkait menarik. Siklus teknologi besar sejarah selalu melalui fase euforia, kepadatan, volatilitas, dan pembersihan, di mana bahkan perusahaan sukses seperti Microsoft dan Apple pernah mengalami penurunan signifikan. Dalio menekankan bahwa pertanyaan utamanya bukan apakah AI akan mengubah dunia, tetapi bagaimana menghadapi struktur pasar yang "sangat terkonsentrasi". Ketika beberapa perusahaan tech mendominasi indeks, investor perlu waspada agar tidak tanpa sadar memegang eksposur yang terkonsentrasi dan berisiko tinggi. Daripada mengejar sedikit saham unggulan, cara yang lebih tangguh adalah membangun portofolio yang terdiversifikasi dengan aset-aset berkualitas dan berkorelasi rendah, lalu menyesuaikan tingkat volatilitasnya dengan toleransi risiko sendiri. Menurutnya, mengetahui apa yang tidak diketahui sama pentingnya dengan mengetahui apa yang diketahui. Di lingkungan pasar saat ini yang didorong AI, valuasi tinggi, dan risiko terkonsentrasi, investor tidak boleh mengubah kegembiraan atas teknologi baru menjadi alokasi terpusat pada sedikit saham AI. Diversifikasi adalah "cawan suci investasi" Dalio untuk melewati siklus teknologi ini. Prinsip intinya adalah memegang sekitar 15 taruhan berkualitas yang tidak berkorelasi dan diseimbangkan risikonya, yang secara matematis menawarkan rasio risk-reward yang lebih baik daripada taruhan terkonsentrasi, meski pada tingkat risiko yang sama.

marsbit06/16 03:58

Ray Dalio: Bull Market AI Terus Meroket, Haruskah Investor All In atau Ambil Untung dan Keluar?

marsbit06/16 03:58

活动图片