Ekonom Peringatkan: Dibandingkan Krisis Minyak 50 Tahun Lalu, Gelembung Pasar Saham Lebih Rentan
Seorang ekonom memperingatkan bahwa gelembung pasar saham AS lebih rapuh daripada risiko krisis minyak saat ini. Meskipun ketegangan di Teluk Persia memicu kenaikan harga minyak, Profesor Steve Hanke menekankan bahwa dampaknya tidak separah krisis 1979 karena berkurangnya ketergantungan global pada minyak Timur Tengah. Ancaman sebenarnya justru berasal dari kebijakan moneter AS: suplai uang (M2) yang mengembang, pelonggaran regulasi perbankan, dan kembalinya quantitative easing oleh Fed.
Hanke menyangkal narasi "de-dolarisasi", menegaskan bahwa dolar AS tetap kuat dengan arus modal masuk yang meningkat. Ia juga mengkritik kebijakan tarif Trump yang justru menghilangkan lapangan kerja dan perang di Iran yang dipimpin AS sebagai bencana strategis—merusak stabilitas global, menciptakan musuh baru, dan mengancam kekayaan melalui gelembung saham dengan valuasi PE 28x yang rentan. Saran untuk negara importir minyak seperti Indonesia: jangan kendurkan kebijakan moneter agar nilai mata uang stabil.
marsbit03/12 03:52