# Artikel Terkait privasi

Pusat Berita HTX menyediakan artikel terbaru dan analisis mendalam mengenai "privasi", mencakup tren pasar, pembaruan proyek, perkembangan teknologi, dan kebijakan regulasi di industri kripto.

Uji Coba Hari Pertama "XChat Versi Musk": Lebih Buruk dari yang Dibayangkan

Perdana uji coba "WeChat ala Musk" yang disebut XChat ternyata lebih mengecewakan dari perkiraan. Aplikasi yang dihangatkan selama setahun dan beberapa kali tertunda peluncurannya ini akhirnya rilis dengan fitur yang hampir tak berbeda dengan fitur DM platform X (Twitter). Meski mengklaim menggunakan enkripsi end-to-end dan arsitektur mirip Bitcoin, para ahli kripto menyatakan bahwa klaim ini tidak akurat dan hanya "ikut-ikutan". XChat juga tidak memiliki iklan dan bertujuan menjadi "sistem komunikasi teraman", meski saat ini hanya memiliki satu halaman chat yang sangat sederhana. Fitur "larangan screenshot" ternyata tidak berfungsi sempurna. Di beberapa situasi, screenshot masih bisa diambil meski hasilnya hanya menampilkan avatar grup. Aplikasi ini mendukung 45 bahasa dengan rating usia 16+, lebih tinggi dari WeChat (13+). Proses login memerlukan verifikasi email yang terhubung dengan akun X, sebuah langkah yang belum jelas tujuannya. Fitur enkripsi juga terkesan dangkal karena tidak memberikan opsi untuk mengaktifkan atau menonaktifkannya. Fitur lain termasuk opsi penghancuran pesan otomatis (5 menit hingga 4 minggu), batas anggota grup hingga 1000 orang, dan 8 pilihan ikon aplikasi. Namun, banyak fitur yang dijanjikan seperti impor kontak, integrasi Grok AI, dan X Money payment belum tersedia. XChat masih membutuhkan banyak perbaikan dan pengembangan lebih lanjut.

Odaily星球日报04/25 02:17

Uji Coba Hari Pertama "XChat Versi Musk": Lebih Buruk dari yang Dibayangkan

Odaily星球日报04/25 02:17

Bagaimana Melindungi Aset Digital Anda? Daftar 15 Langkah dari Pendiri OpenAI

Dengan kemajuan AI seperti Claude Mythos yang dapat menemukan kerentanan secara otomatis, keamanan siber pribadi menjadi semakin kritis. Andrej Karpathy, salah satu pendiri OpenAI, memberikan 15 langkah praktis untuk melindungi aset digital: 1. Gunakan pengelola kata sandi (contoh: 1Password) untuk membuat kata sandi unik. 2. Gunakan kunci keamanan hardware (contoh: YubiKey) untuk verifikasi dua faktor. 3. Aktifkan biometrik (Face ID, sidik jari) sebagai lapisan keamanan tambahan. 4. Berikan jawaban acak untuk pertanyaan keamanan dan simpan di pengelola kata sandi. 5. Aktifkan enkripsi disk (FileVault/BitLocker) untuk melindungi data jika perangkat dicuri. 6. Kurangi perangkat smart home untuk meminimalkan titik serang. 7. Gunakan Signal untuk pesan terenkripsi ujung-ke-ujung dengan opsi penghancuran otomatis. 8. Gunakan browser yang fokus pada privasi (contoh: Brave). 9. Ganti mesin pencari default ke Brave Search dengan indeks independen. 10. Gunakan kartu kredit virtual (contoh: Privacy.com) untuk transaksi online. 11. Gunakan layanan alamat pos virtual untuk privasi fisik. 12. Hindari mengklik tautan email; masukkan URL secara manual. 13. Gunakan VPN (contoh: Mullvad) pada Wi-Fi publik atau layanan tidak tepercaya. 14. Terapkan pemblokir iklan di tingkat DNS (contoh: NextDNS). 15. Pasang alat pemantau jaringan (contoh: Little Snitch) untuk melacak lalu lintas data. Langkah-langkah ini membantu membangun kebiasaan "kebersihan digital" yang proaktif di era AI, di mana serangan siber menjadi lebih canggih dan otomatis.

marsbit04/12 06:14

Bagaimana Melindungi Aset Digital Anda? Daftar 15 Langkah dari Pendiri OpenAI

marsbit04/12 06:14

活动图片