37.7°C Membuat Pingsan, Superkomputer AI Universitas Cambridge Lumpuh, 350 Proyek Riset Berhenti Total
Suhu 37,7°C Lumpuhkan Superkomputer AI Cambridge, 350 Proyek Riset Terhenti
Gelombang panas ekstrem yang melanda Inggris pada akhir Juni mencapai rekor 37,7°C, menyebabkan sistem pendingin superkomputer AI Dawn di Universitas Cambridge mengalami kegagalan. Dawn, yang merupakan bagian inti dari rencana pemerintah Inggris senilai £300 juta dan menampung 1024 GPU Intel, terpaksa dinonaktifkan selama lebih dari satu minggu (27 Juni - 6 Juli).
Pemadaman ini menghentikan lebih dari 350 proyek penelitian penting. Beberapa di antaranya termasuk penyaringan molekular untuk obat Parkinson baru, penemuan target vaksin kanker yang dipercepat AI, pemodelan prediksi es laut Antartika, dan proyek skrining kanker ginjal berbasis AI. Untungnya, tidak ada data yang hilang atau pekerjaan yang perlu diulang dari nol.
Penyedia sistem pendingin, USystems (Legrand), menyatakan peralatannya beroperasi sesuai spesifikasi desain, mengisyaratkan bahwa suhu lingkungan telah melampaui batas yang direncanakan. Insiden serupa pernah terjadi pada 2022, ketika pusat data Google dan Oracle di London juga mengalami gangguan karena panas.
Masalah intinya terletak pada tantangan pendinginan akhir. Berapa pun canggihnya sistem pendingin di dalam rak server (seperti pendinginan cair langsung di Dawn), panas akhirnya harus dibuang ke udara luar. Ketika suhu atmosfer mendekati 40°C, efisiensi pembuangan panas menurun drastis, dan peralatan bisa mengalami throttle termal atau dimatikan secara paksa untuk mencegah kerusakan.
Insiden ini menyoroti paradoks dan tantangan besar di era AI: infrastruktur komputasi canggih yang digunakan untuk mempelajari perubahan iklim justru menjadi rentan terhadap dampak dari perubahan iklim itu sendiri. Kebutuhan daya dan kepadatan panas pusat data AI terus melonjak (dari rak 5-10 kW menjadi 100+ kW), sementara suhu global juga terus meningkat. Insiden Dawn menjadi peringatan bahwa ketahanan infrastruktur digital terhadap cuaca ekstrem perlu menjadi prioritas perencanaan di masa depan.
marsbit07/09 03:59