# Artikel Terkait NFT

Pusat Berita HTX menyediakan artikel terbaru dan analisis mendalam mengenai "NFT", mencakup tren pasar, pembaruan proyek, perkembangan teknologi, dan kebijakan regulasi di industri kripto.

Interpretasi Kebijakan Regulasi Aset Kripto Terbaru AS: Pergeseran Besar dari 'Regulasi melalui Penegakan Hukum' ke 'Penyediaan Aturan yang Jelas'

Ringkasan Kebijakan Pengaturan Aset Kripto Terbaru AS: Perubahan Besar dari "Pengaturan melalui Penegakan Hukum" ke "Pemberian Aturan yang Jelas" Pada 17 Maret, SEC dan CFTC AS bersama-sama merilis dokumen pengaturan68 halaman yang secara sistematis menjawab masalah inti seperti klasifikasi aset kripto, kualifikasi sekuritas, dan kepatuhan transaksi tipikal. Ini menandakan pergeseran pengaturan aset kripto AS dari model "pengaturan melalui penegakan hukum" ke kerangka pengaturan yang lebih teratur dan transparan. Dokumen ini mengklasifikasikan semua aset kripto menjadi lima kategori utama: Komoditas Digital (seperti BTC, ETH, diatur CFTC), Koleksi Digital (seperti NFT, tidak diatur khusus), Alat Digital (seperti ENS, tidak diatur khusus), Stablecoin (stablecoin pembayaran yang mematuhi GENIUS Act bukan sekuritas), dan Sekuritas Digital (diatur SEC). Kebijakan ini menyempurnakan uji Howey, menekankan bahwa aset kripto non-sekuritas dapat menjadi bagian dari kontrak investasi tetapi tidak berubah menjadi sekuritas. Ini juga memberikan jalan kepatuhan yang jelas, memungkinkan aset beralih dari status sekuritas ke non-sekuritas setelah pengembangan proyek selesai. Aktivitas umum seperti penambangan PoW, staking protokol, token staking (seperti stETH), pembungkusan token (seperti WBTC), dan airdrop umumnya tidak dianggap sebagai penerbitan sekuritas selama mematuhi aturan tertentu. Kebijakan ini memberikan kejelasan regulasi yang sangat dibutuhkan, menekankan "pengaturan fungsional" dan "pengaturan substantif", serta membuka jalan bagi operasi patuh di industri kripto AS.

marsbit03/19 02:39

Interpretasi Kebijakan Regulasi Aset Kripto Terbaru AS: Pergeseran Besar dari 'Regulasi melalui Penegakan Hukum' ke 'Penyediaan Aturan yang Jelas'

marsbit03/19 02:39

SEC dan CFTC AS Bersatu untuk "Melepaskan", Aset Kripto Adalah "Komoditas Digital" Bukan "Sekuritas"

Artikel ini melaporkan bahwa regulator AS, SEC dan CFTC, secara resmi mengklasifikasikan ulang sebagian besar aset kripto sebagai "komoditas digital" dan bukan sekuritas. Keputusan ini, yang diumumkan dalam dokumen penjelasan pada 17 Maret, membagi aset kripto ke dalam lima kategori utama: komoditas digital, koleksi digital, alat digital, stablecoin (dengan larangan membayar bunga), dan sekuritas digital. Kategori non-sekuritas mencakup aktivitas seperti penambangan DeFi, staking (kecuali jika aset dasarnya adalah sekuritas), aset terbungkus (wrapped assets), dan sebagian besar airdrop. Dokumen tersebut juga menegaskan bahwa suatu aset yang awalnya dijual melalui penawaran (seperti ICO) dapat berhenti diklasifikasikan sebagai sekuritas jika menjadi terdesentralisasi atau memperoleh utilitas. Implikasi utama dari klasifikasi ini diharapkan dapat memberikan kejelasan hukum, membuka jalan untuk IPO pertukaran kripto di AS, menghilangkan hambatan audit untuk aset seperti token platform, dan memungkinkan aliran likuiditas ke protokol DeFi. Meskipun ini menandai berakhirnya era "liar" dengan berkurangnya area abu-abu, artikel menyimpulkan bahwa langkah ini merupakan kemajuan penting untuk adopsi arus utama dan kelangsungan hidup industri jangka panjang, meskipun mungkin membatasi beberapa inovasi karena meningkatnya kepatuhan terhadap peraturan.

Odaily星球日报03/18 10:21

SEC dan CFTC AS Bersatu untuk "Melepaskan", Aset Kripto Adalah "Komoditas Digital" Bukan "Sekuritas"

Odaily星球日报03/18 10:21

Dialog dengan HashKey Xiao Feng: AI Agent Perlu Diberi Identitas Digital untuk Meningkatkan Kredibilitas

Wawancara dengan Xiao Feng dari HashKey: AI Agent Perlu Identitas Digital untuk Meningkatkan Kepercayaan Xiao Feng, CEO HashKey, menyoroti hubungan simbiosis antara AI dan blockchain. Dengan kemunculan AI Agent seperti OpenClaw yang dapat bekerja secara otonom, kebutuhan akan identitas digital menjadi krusial. Xiao Feng menekankan bahwa AI Agent di masa depan akan memerlukan identitas independen dan akun dompet digital, bukan mengandalkan sistem perbankan tradisional. Blockchain, melalui token soulbound dan alamat unik, dapat memberikan solusi untuk mengelola identitas AI Agent secara aman dan efisien. Dia menjelaskan bahwa ketika AI Agent mulai menciptakan nilai ekonomi secara mandiri, sistem akun bank konvensional tidak akan mampu mendukung transaksi antar-Agent karena keterbatasan teknis dan biaya. HashKey telah bergabung dengan Aliansi Teknis Agent Payment Protocol (AP2) yang dipimpin Google, bersama PayPal dan Circle, untuk mengeksplorasi sistem pembayaran berbasis stablecoin dan identitas on-chain untuk AI Agent. Xiao Feng juga menyampaikan pandangan para ahli bahwa setiap individu mungkin memiliki hingga 50 AI Agent di masa depan, yang akan meningkatkan efisiensi dan kualitas hidup. Dalam konteks global, Hong Kong memiliki potensi menjadi pusat aset digital dunia, memanfaatkan keunggulan "satu negara, dua sistem" dan sumber daya dari Tiongkok daratan.

marsbit03/13 01:30

Dialog dengan HashKey Xiao Feng: AI Agent Perlu Diberi Identitas Digital untuk Meningkatkan Kredibilitas

marsbit03/13 01:30

活动图片