# Artikel Terkait Sistem Moneter

Pusat Berita HTX menyediakan artikel terbaru dan analisis mendalam mengenai "Sistem Moneter", mencakup tren pasar, pembaruan proyek, perkembangan teknologi, dan kebijakan regulasi di industri kripto.

Membaca Makalah Pendiri Circle tentang 'Ekonomi Agen', Memahami Bagaimana Bentuk Ekonomi Akan Direkonstruksi dalam Dekade Mendatang

Makalah "Agentic Economy" karya Jeremy Allaire, pendiri Circle, mengeksplorasi konvergensi antara sistem ekonomi dan kecerdasan buatan (AI). Inti argumennya adalah bahwa AI Agent (agen AI) dan ekonomi on-chain (ekonomi rantai-blok) adalah dua sisi dari sistem ekonomi masa depan yang sama. AI Agent akan mendekomposisi perusahaan menjadi tugas-tugas yang dapat diotomatisasi, mengubah peran manusia dari pelaksana menjadi pengawas. Agen-agen ini akan bekerja dalam lapisan orkestrasi, dikoordinasikan oleh manajer-agen, dan dapat disewa dari pasar terbuka. Untuk beroperasi dengan andal dalam skala global, mereka membutuhkan sistem moneternya sendiri: mata uang stabil yang sepenuhnya dijamin, diselesaikan secara final, dan berjalan di jaringan terbuka (blockchain). Mata uang ini memungkinkan transaksi berkecepatan tinggi, termasuk pembayaran mikro antar-agen. Ekonomi ini secara inheren bersifat global. Lapisan dasarnya terdiri dari mata uang stabil, lapisan tengah adalah sistem operasi ekonomi berbasis kontrak pintar, dan lapisan atas adalah eksekusi oleh agen. Sistem ini membutuhkan arsitektur identitas dan akuntabilitas yang kuat, di mana setiap agen dapat dilacak ke entitas dunia nyata yang bertanggung jawab. Implikasi mendalam termasuk transformasi pasar kredit (dengan underwriting berbasis data on-chain), pergeseran model bisnis dari berlangganan ke pembayaran-per-penggunaan, dan lahirnya "perusahaan on-chain" yang dijalankan oleh agen. Makalah ini juga mengakui tantangan besar: konsentrasi kekuatan ekonomi dan potensi penurunan pangsa pendapatan tenaga kerja manusia. Solusi yang diajukan adalah memperluas kepemilikan modal (agen, infrastruktur) kepada banyak orang, bukan mempertahankan pekerjaan lama. Masa depan akan ditentukan oleh desain sistem dan pilihan kebijakan untuk memastikan inklusivitas dan mencegah sentralisasi kekuasaan yang berlebihan.

Odaily星球日报07/15 02:20

Membaca Makalah Pendiri Circle tentang 'Ekonomi Agen', Memahami Bagaimana Bentuk Ekonomi Akan Direkonstruksi dalam Dekade Mendatang

Odaily星球日报07/15 02:20

Studi Terbaru BIS: Stablecoin dan Masa Depan Lanskap Moneter Global

Studi BIS Terbaru: Masa Depan Stablecoin dan Lanskap Moneter Global Stablecoin telah berevolusi dari alat khusus di ekosistem kripto menjadi aset digital baru dengan fungsi pembayaran lintas batas dan penyimpan nilai, secara mendalam memengaruhi lanskap moneter internasional. Laporan BIS menganalisis karakteristik, mekanisme, dan dampak stablecoin terhadap sistem moneter internasional, serta mengusulkan tiga skenario masa depan dan arah regulasi. Pasar stablecoin didominasi oleh stablecoin berdenominasi dolar AS (mencapai 98% dari total kapitalisasi pasar), dengan USDT dan USDC memegang kendali. Aplikasi utamanya masih dalam ekosistem kripto (trading dan DeFi). Mekanisme operasinya mengikuti pola "sirkulasi on-chain + cadangan off-chain", yang pada dasarnya merupakan klaim swasta terhadap dolar AS lepas pantai dalam bentuk digital. Ini berbeda dari pasar Eurodolar tradisional karena tidak memiliki dukungan likuiditas bank sentral, sehingga stabilitasnya bergantung sepenuhnya pada kualitas aset cadangan. Dampak globalnya signifikan, terutama bagi negara ekonomi berkembang dan berkembang (EMDE). Stablecoin dolar AS menjadi saluran utama "digital dollarization", memfasilitasi pelarian modal dan melemahkan kedaulatan moneter serta efektivitas kebijakan di negara-negara dengan inflasi tinggi. Fungsi utamanya terlihat pada penyimpan nilai dan media transaksi sektor swasta, sementara fungsinya sebagai unit hitung dan penggunaan di sektor resmi masih terbatas. Laporan ini menguraikan tiga skenario masa depan: 1. **Skenario 1: Adopsi Terbatas** (Skenario dasar): Stablecoin tetap terbatas pada ekosistem kripto dengan sedikit penetrasi ekonomi riil. 2. **Skenario 2: Digital Dollarization** (Skenario berisiko tinggi): Stablecoin dolar AS menjadi standar de facto untuk pembayaran ritel lintas batas di EMDE, mengikis kedaulatan moneter secara signifikan. 3. **Skenario 3: Integrasi Stablecoin Mata Uang Lokal** (Skenario ideal): Negara-negara mengembangkan stablecoin mata uang lokal yang diatur dan terhubung dengan sistem pembayaran domestik dan CBDC untuk meningkatkan efisiensi tanpa risiko substitusi mata uang asing. Tantangan regulasi memerlukan kolaborasi global. Rekomendasi kebijakan inti mencakup: standar regulasi global yang seragam, penguatan kerja sama lintas batas, peningkatan pertahanan domestik (termasuk pengembangan CBDC) di EMDE, dan pencegahan aktivitas ilegal. Kesimpulannya, stablecoin adalah kekuatan struktural yang dapat memperkuat hegemoni dolar AS dalam jangka pendek namun masa depannya bergantung pada respons regulasi, inovasi instrumen digital lokal, dan jalur adopsi pasar.

链捕手06/01 03:01

Studi Terbaru BIS: Stablecoin dan Masa Depan Lanskap Moneter Global

链捕手06/01 03:01

Menginterpretasikan Laporan Tahunan Messari 100.000 Kata (Bagian 1): Mengapa Sentimen Pasar Runtuh Secara Menyeluruh pada 2025?

Ringkasan Laporan Tahunan Messari 2025: Mengapa Sentimen Pasar Kripto Runtuh? Tahun 2025 mencatatkan sentimen pasar kripto terburuk dalam sejarah, dengan Indeks Ketakutan & Keserakahan Kripto mencapai level 10 (sangat takut). Namun, ini bukan akibat kegagalan sistem seperti tahun-tahun sebelumnya (contoh: kolapsnya Luna atau FTX). Sebaliknya, infrastruktur justru menguat: tidak ada pertukaran besar yang gagal, aset stabil mencapai rekor, dan adopsi institusional terus berjalan. Akar masalahnya adalah pergeseran struktural: pasar kini didominasi oleh peserta institusi (melalui ETF, aset kripto di neraca perusahaan) yang mengalami tahun terbaik mereka, sementara peserta retail (pencari alpha jangka pendek) sangat menderita karena alpha menipis, narasi berputar cepat, dan banyak aset underperform terhadap Bitcoin. Laporan Messari menekankan bahwa sentimen runtuh bukan karena industri gagal, tetapi karena cara berpartisipasi lama sudah usang. Penyebab mendalamnya adalah kegagalan sistem moneter tradisional: utang pemerintah global yang melampaui pertumbuhan ekonomi memaksa pengorbanan para penabung melalui inflasi dan suku bunga rendah. Bitcoin (BTC) muncul sebagai jawaban, bukan sebagai alat spekulasi, tetapi sebagai penyimpan nilai yang dapat diprediksi dan terdesentralisasi. BTC naik 429% (2022-2025), dan dominasinya meroket dari 36,6% menjadi 57,3%. ETF dan adopsi korporat mengukuhkannya sebagai "aset moneter" yang sah. Implikasinya terhadap Layer-1 (L1) seperti Ethereum dan Solana berat: 81% kapitalisasi pasar kripto kini dinilai sebagai "uang", meninggalkan sedikit ruang untuk narasi "platform aplikasi" L1. Data menunjukkan P/S ratio L1 melonjak ke 536x meski pendapatan turun, menandakan valuasi yang tidak realistis. SOL yang relatif sukses pun hanya unggul 87% dari BTC meski ekosistemnya tumbuh 20-30x. Kesimpulan: Runtuhnya sentimen adalah tanda kesadaran bahwa sistem keuangan lama bermasalah dan pasar kripto telah dewasa, beralih dari mesin spekulasi menjadi sistem moneter alternatif. Yang gagal bukan industrinya, tetapi strategi partisipasi yang belum beradaptasi.

深潮12/22 07:03

Menginterpretasikan Laporan Tahunan Messari 100.000 Kata (Bagian 1): Mengapa Sentimen Pasar Runtuh Secara Menyeluruh pada 2025?

深潮12/22 07:03

活动图片