90% Pemurnian Logam Tanah Jarang Dikuasai China, Produksi Massal Robot Humanoid AS Hadapi Kendala Perangkat Keras
90% dari pemurnian mineral tanah jarang (rare earth) dunia dikuasai Tiongkok, menciptakan kerentanan strategis bagi produksi massal robot humanoid AS. Sementara AS fokus pada pengembangan kecerdasan buatan (AI) dan perangkat lunak, Tiongkok mengendalikan rantai pasokan perangkat keras yang penting, termasuk aktuator, reducer, dan terutama magnet tanah jarang (seperti Neodymium dan Dysprosium) yang penting untuk motor robot.
Daftar pemasok komponen kunci untuk robot humanoid seperti Optimus didominasi oleh perusahaan Tiongkok (Leaderdrive, Sanhua, Inovance) dan Jepang. Ancaman terbesar adalah potensi pembatasan ekspor oleh Tiongkok, yang dapat menghentikan produksi robot AS.
Laporan Morgan Stanley memproyeksikan kebutuhan 10 miliar robot humanoid pada 2050, yang akan mengonsumsi 15-30% cadangan global logam tanah jarang tertentu. Untuk bersaing, AS harus berinvestasi dalam membangun kembali kemandirian rantai pasoknya, dari penambangan hingga pemurnian dan manufaktur magnet.
marsbit03/16 02:19