Inilah Alasan Mengapa Bitcoin Bisa Merasakan Tekanan dari Loncatan Short Saham AS
Bitcoin kembali mengalami penurunan mendekati level $75.000 setelah hampir mencapai $78.000. Tekanan jual ini didorong oleh kondisi bearish di pasar saham AS, di mana posisi short (short interest) pada saham AS mencapai level tertinggi historis. Meskipun indeks seperti S&P 500 tampak stabil, aktivitas short yang tinggi, terutama di sektor di luar saham mega-cap terkait AI, menandakan kerapuhan internal dan sikap defensif investor institusional.
Secara historis, Bitcoin sering bergerak searah dengan saham AS dalam peristiwa risiko tinggi (risk-off), seperti saat crash COVID-19 tahun 2020. Namun, sejak 2025, terjadi perbedaan pola: S&P 500 relatif stabil sementara Bitcoin lebih volatil, didukung tekanan beli dari aliran dana ETF dan dinamika likuiditasnya sendiri. Ini menunjukkan Bitcoin mungkin berevolusi dari aset berisiko murni menjadi kelas aset hybrid yang masih sensitif terhadap likuiditas makro, tetapi mulai mengikuti struktur pasarnya sendiri. Jika kondisi seperti pelonggaran Fed dan aliran ETF berlanjut, Bitcoin berpotensi menjadi tujuan likuiditas sekunder yang lebih independen.
bitcoinist05/28 03:06