Kepanikan Defisit 1,8 Triliun Meningkat, Lonjakan Imbal Hasil Obligasi Berpotensi Picu Volatilitas Bitcoin 30%
Sejak Juni, harga Bitcoin terjebak dalam tren sideways dengan volatilitas mencapai level terendah historis, meskipun ada aliran masuk dana segar ke ETF Bitcoin AS dan sinyal positif lainnya. Harga saat ini sekitar $64.000, turun sekitar 50% dari rekor tertinggi 2025.
Dua faktor makro yang berlawanan menciptakan ketegangan pasar:
1. **Defisit fiskal AS** yang membengkak ($1,8 triliun) memperkuat narasi pencetakan uang jangka panjang, yang diyakini banyak investor kripto akan menguntungkan aset seperti Bitcoin.
2. Di sisi lain, **lonjakan imbal hasil obligasi global** (hasil 30 tahun AS tertinggi sejak 2002) meningkatkan biaya modal riil, memberikan tekanan pada aset berisiko seperti kripto.
Analisis menunjukkan volatilitas 30 hari Bitcoin berada di zona terendah historis. Data historis menunjukkan bahwa dari 8 periode volatilitas serendah ini, harga Bitcoin bergerak rata-rata **±30,2% dalam 60 hari berikutnya**, baik naik (~$83.200) atau turun (~$44.800). Lonjakan imbal hasil obligasi disebut sebagai katalis potensial pemecah kebuntuan.
Pasar kini lebih fokus pada tren imbal hasil obligasi jangka panjang dan risiko geopolitik daripada langkah suku bunga Fed jangka pendek. Para peserta pasar bersiap untuk kemungkinan koreksi mendalam, dengan beberapa analis melihat level sekitar $55.000 sebagai skenario yang masuk akal. Intinya, narasi defisit mendukung kenaikan jangka panjang, tetapi tekanan dari hasil obligasi tinggi dapat memicu volatilitas signifikan ke segala arah dalam beberapa bulan mendatang.
marsbit08/19 09:23