# Artikel Terkait Leverage

Pusat Berita HTX menyediakan artikel terbaru dan analisis mendalam mengenai "Leverage", mencakup tren pasar, pembaruan proyek, perkembangan teknologi, dan kebijakan regulasi di industri kripto.

"Kami Sudah Cukup Tersakiti oleh CEX": 4 Pengguna Ungkap Alasan 'Membelot' ke Hyperliquid

"Kami Lelah dengan CEX": 4 Pengguna Ungkap Alasan Beralih ke Hyperliquid Hyperliquid, platform kontrak berkelanjutan tanpa pendanaan VC yang diluncurkan oleh pendiri Jeff, menjadi sorotan pada 2025. Platform ini berhasil menyaingi CEX seperti Binance dengan volume perdagangan mencapai 10% dari volume Binance dan mendominasi 70% pasar perp DEX. Empat pengguna membagikan alasan beralih: 1. **Pengguna A (Peneliti Web3)**: Hyperliquid fokus pada transparansi dan pengalaman pengguna, bukan desentralisasi penuh. Dana dikendalikan pengguna dan semua transaksi dapat diverifikasi di chain. 2. **Pengguna B (Penggemar Hyperliquid)**: CEX gagal memberikan keuntungan pada 2024. Hyperliquid menawarkan efek kekayaan melalui token HYPE, lelang pencatatan token, dan komunitas yang loyal. 3. **Pengguna C (Ahli Airdrop)**: Hyperliquid memiliki pendapatan nyata dari biaya perdagangan, sehingga mampu memberikan airdrop besar. Platform ini juga populer di kalangan pengguna internasional dan menawarkan insentif referral tinggi. 4. **Pengguna D (Eksekutif Proyek)**: Volatilitas meme token dan likuiditas rendah memaksa trader menggunakan leverage. Hyperliquid menyediakan peluang arbitrase karena perbedaan suku bunga dana dengan CEX. Kesimpulan: Keberhasilan Hyperliquid disebabkan oleh kombinasi produk yang user-friendly, transparansi, efek kekayaan, dan kegagalan CEX dalam memberikan keuntungan. Pengguna beralih ke perp DEX sebagai alternatif yang lebih menguntungkan dan aman.

marsbit01/30 10:13

"Kami Sudah Cukup Tersakiti oleh CEX": 4 Pengguna Ungkap Alasan 'Membelot' ke Hyperliquid

marsbit01/30 10:13

Mengapa Bitcoin dan Ethereum Ikut Turun tapi Tidak Ikut Naik?

Artikel ini membahas mengapa Bitcoin (BTC) dan Ethereum (ETH) cenderung turun mengikuti aset berisiko lain tetapi tidak selalu naik bersamanya. Penulis berargumen bahwa penyebab utamanya bukanlah faktor makro, melainkan struktur pasar kripto itu sendiri yang sedang dalam tahap deleveraging (pengurangan leverage). Pasar kripto, yang didominasi oleh pedagang ritel dengan leverage tinggi, telah mengalami pencucian dana spekulatif. Hal ini membuat pasar secara keseluruhan menjadi rapuh dan lebih menghindari risiko. Sementara itu, aset seperti saham dan logam mulia mengalami kenaikan yang menarik aliran dana dari para investor ritel. Alasan struktural lainnya adalah bahwa aset kripto belum terintegrasi penuh dengan sistem keuangan tradisional, sehingga perpindahan dana masih menghadapi hambatan. Selain itu, partisipasi investor institusional yang profesional masih terbatas, membuat pasar mudah dipengaruhi oleh narasi spekulatif dan manipulasi oleh pelaku tertentu. Dari sudut pandang siklus, kinerja BTC dan ETH dalam 3 tahun terakhir memang tertinggal, namun dalam periode 6 tahun mereka tetap unggul. Penulis menekankan bahwa kinerja jangka pendek yang buruk ini adalah bagian dari proses mean-reversion dalam siklus yang lebih panjang. Pasar saat ini mirip dengan pasar saham China A-shares pada 2015 setelah deleveraging, di mana pasar mengalami penurunan panjang sebelum akhirnya transisi ke bull market. Lingkungan makro pun mulai membaik dengan meningkatnya kepastian regulasi dan kondisi moneter yang lebih longgar. ETH juga dianalogikan dengan saham Tesla pada 2024, yang mengalami pola konsolidasi panjang sebelum akhirnya breakout. Volume perdagangan berjangka BTC dan ETH yang mendekati titik terendah sejarah menunjukkan bahwa proses deleveraging hampir berakhir. Artikel ini menolak narasi sederhana yang menyebut BTC dan ETH murni sebagai "aset berisiko". Meski memiliki volatilitas tinggi, mereka juga menunjukkan karakteristik safe-haven seperti logam mulia dalam situasi tertentu. Kepekaan mereka terhadap berita negatif saat ini lebih disebabkan oleh struktur pasar yang masih dalam pemulihan, didominasi pedagang ritel berleverage tinggi, dan minimnya aliran dana baru. Tanpa adanya FOMO atau dana segar, dana yang ada tidak cukup untuk melawan manipulasi jangka pendek dan aksi jual yang diperbesar oleh mekanisme leverage.

marsbit01/30 04:49

Mengapa Bitcoin dan Ethereum Ikut Turun tapi Tidak Ikut Naik?

marsbit01/30 04:49

活动图片