Indeks KOSPI Korea Anjlok 8.37% Saat Pembukaan, Picu Trading Halt: Dua Saham Penyangga Pasar Bull Sekali Hari Menghantam Balik
Pada 8 Juni 2026, indeks KOSPI Korea Selatan anjlok 8,37% segera setelah pembukaan, memicu mekanisme circuit breaker level satu hanya dalam 3 menit 42 detik. Penjualan berat berpusat pada saham-saham unggulan, terutama raksasa chip Samsung Electronics dan SK Hynix. Dua perusahaan ini sebelumnya menjadi mesin utama penggerak kenaikan KOSPI sepanjang 2026, menyumbang sekitar 70% kenaikan indeks dan mendominasi setengah dari total kapitalisasi pasar. Akibatnya, ketika kedua saham ini dijual massal, indeks tidak memiliki penyangga.
Pemicu penjualan berasal dari panduan pendapatan kuartalan Broadcom (AVGO) di AS yang dianggap mengecewakan pasar, memicu aksi jual besar-besaran di saham teknologi global, termasuk chipmaker. Tekanan jual ini dengan cepat merambat ke pasar Korea pada 5 Juni, dan diperparah oleh posisi futures KOSPI yang ditutup limit down 8% pada hari Jumat malam.
Penurunan dipercepat oleh tiga faktor mekanis: (1) Panggilan margin (margin call) pada investor ritel yang memiliki pinjaman kredit (margin loan) rekor senilai 38 triliun won, (2) ETF leverage 2x pada Samsung dan SK Hynix yang wajib menjual aset dasar secara proporsional saat harganya turun, dan (3) perdagangan algoritmik setelah jeda otomatis berakhir. Pelemahan won terhadap dolar AS ke level terendah sejak 2009 juga memperkuat umpan balik negatif dan mempercepat aliran keluar modal asing.
Otoritas keuangan Korea mengeluarkan pernyataan darurat untuk menenangkan pasar. Gubernur Bank Sentral Korea (BOK), Rhee Chang-yong, sebelumnya telah memperingatkan risiko dari investasi yang didanai utang beberapa hari sebelum kejadian. Meskipun analis seperti Goldman Sachs mempertahankan target jangka panjang yang optimis untuk KOSPI, kejadian ini menyoroti kerentanan struktural pasar Korea akibat konsentrasi yang ekstrem pada hanya dua saham.
marsbit06/08 07:45