AI Membunuh Bisnis Paling Menguntungkan India: 2 Triliun
Pada 3 Juni, indeks TI India anjlok 5,8%, dengan raksasa seperti TCS, Infosys, dan Wipro mengalami penurunan signifikan. Penyebabnya adalah kecemasan pasar terhadap ancaman AI terhadap inti ekonomi India: industri outsourcing TI bernilai triliunan dolar.
Model bisnis tradisional "menjual programmer" berdasarkan waktu dan kepala sedang terkikis. AI, terutama AI agen, kini dapat menangani 70-80% pekerjaan pengembangan perangkat lunak, mengurangi kebutuhan tim dari 100 orang menjadi hanya 2-3 orang. Hal ini memicu penurunan drastis harga proyek dan margin keuntungan.
Perusahaan-perusahaan besar seperti TCS dan Infosys mulai mengurangi jumlah karyawan, suatu langkah yang jarang terjadi dalam 30 tahun terakhir. Lowongan kerja untuk lulusan baru merosot hampir 50%. Ancaman ini sangat serius karena TI adalah tulang punggung ekspor India, mendukung jutaan lapangan kerja dan menyumbang lebih dari 7% PDB.
Namun, India juga merespons cepat. Survei menunjukkan 80% karyawan India menggunakan alat AI secara rutin, tertinggi di dunia. Perusahaan seperti TSC beralih dari "menjual programmer" ke "menjual produktivitas AI", dengan pesanan terkait AI tumbuh 28% dalam satu kuartal. Peluang baru India terletak pada menjadi pusat penerapan dan implementasi AI global, memanfaatkan keahlian teknis yang telah dibangun selama puluhan tahun.
marsbit06/09 00:41