# Artikel Terkait Investasi

Pusat Berita HTX menyediakan artikel terbaru dan analisis mendalam mengenai "Investasi", mencakup tren pasar, pembaruan proyek, perkembangan teknologi, dan kebijakan regulasi di industri kripto.

Dari 24 ke 1 Lalu ke 5: YC Tidak Lagi Berinvestasi di Crypto, Tapi Crypto Tidak Menghilang

Dari 24 ke 1 lalu ke 5: YC Tidak Lagi Berinvestasi di Crypto, Tapi Crypto Tidak Hilang YC Winter 2026 mencakup 5 perusahaan terkait crypto dari total 149 startup, menandakan pergeseran strategis. Data historis menunjukkan puncak investasi YC pada crypto terjadi tahun 2022 (44 perusahaan), lalu turun drastis hingga hanya 1 perusahaan di 2024, sebelum sedikit pulih. Lima perusahaan crypto terbaru YC berfokus pada layanan keuangan berbasis stablecoin, infrastruktur pembayaran lintas batas, dan alat perdagangan institusional—bukan lagi protokol desentralisasi atau NFT. Contohnya termasuk Unifold (API deposit crypto), SpotPay (neobank lintas batas), dan Sequence Markets (execution engine aset digital). Dua proyek unggulan: Orthogonal (gateway pembayaran untuk AI Agent menggunakan crypto untuk transaksi mesin-ke-mesin) dan Forum (platform perdagangan "perhatian" sebagai aset terdigitalisasi). YC's Request for Startups (RFS) juga berubah: dari tidak menyebut crypto pada 2025, hingga fokus pada "Stablecoin Financial Services" dan "new financial primitives" di 2026. Kesimpulannya, YC tidak meninggalkan crypto, tetapi beralih ke startup yang menggunakan crypto sebagai infrastruktur untuk menyelesaikan masalah nyata—seperti pembayaran, keuangan, dan AI—tanpa menyoroti teknologi blockchain di depan pengguna. Ini mencerminkan matangnya industri, di mana crypto menjadi tulang punggung yang tak terlihat, bukan produk utama.

marsbit02/14 10:41

Dari 24 ke 1 Lalu ke 5: YC Tidak Lagi Berinvestasi di Crypto, Tapi Crypto Tidak Menghilang

marsbit02/14 10:41

Mitos Mag7 Retak: 9 Hari Turun Berturut-turut, Amazon Ikuti Microsoft Masuki Pasar Beruang

Tulisan oleh Zhao Ying dan Bao Yilong, Wall Street Insight Saham Amazon mengalami penurunan selama sembilan hari berturut-turut, mencatatkan rekor penurunan terpanjang dalam hampir 20 tahun. Setelah memasuki pasar beruang (bear market) pada Kamis, Amazon menjadi perusahaan kedua dalam kelompok "Mag7" (tujuh raksasa teknologi) yang mengalami nasib serupa, dan penurunan berlanjut hingga Jumat. Investor melakukan perlawanan keras terhadap rencana pengeluaran agresif untuk kecerdasan buatan (AI) oleh raksasa teknologi, menyebabkan saham-saham bintang ini anjlok. Harga penutupan Amazon pada Jumat adalah $198.79, turun lebih dari 23% dari titik tertinggi baru-baru ini. Di antara empat penyedia layanan cloud hyperscale, Amazon memiliki rencana pengeluaran modal (capex) tertinggi untuk tahun 2026, mencapai $200 miliar. Amazon, Microsoft, Meta, dan Alphabet diperkirakan akan mengeluarkan total $650 miliar untuk AI pada tahun 2026. Meta berpotensi menjadi anggota Mag7 berikutnya yang memasuki pasar beruang, dengan penurunan 19.6% dari高点 tahun lalu, hanya selisih 0.4% dari ambang batas bear market. Microsoft adalah anggota Mag7 pertama yang masuk ke pasar beruang pada 29 Januari, dan sahamnya telah turun 27.8% dari puncaknya. Aksi jual ini menyoroti perbedaan yang semakin besar di antara anggota Mag7. Investor beralih dari ekosistem OpenAI (terkait Microsoft, Nvidia, Oracle) ke Alphabet dan Broadcom. Alphabet dianggap lebih tahan karena integrasi vertikalnya. Sebaliknya, investor kurang yakin pada pengembalian investasi AI dari Amazon, Microsoft, dan Meta. Tingginya capex Amazon berisiko membuat arus kas bebasnya negatif tahun ini, yang mungkin memaksa perusahaan untuk berutang. Laporan kuartal Nvidia pada 25 Februari dinanti sebagai katalis penting berikutnya untuk melihat apakah demam AI mendingin.

marsbit02/14 02:45

Mitos Mag7 Retak: 9 Hari Turun Berturut-turut, Amazon Ikuti Microsoft Masuki Pasar Beruang

marsbit02/14 02:45

Analisis Mendalam Terbaru a16z tentang Pasar AI: Apakah Perusahaan Anda Masih Bekerja dengan 'Darah'?

Analisis mendalam a16z tentang pasar AI mengungkapkan pertumbuhan eksponensial perusahaan AI, dengan tingkat pertumbuhan tahunan tertinggi mencapai 693% — 2,5x lebih cepat daripada perusahaan non-AI. Kunci keberhasilan mereka adalah efisiensi operasional yang luar biasa: mereka menghasilkan $500.000–$1 juta ARR per karyawan (vs. $400.000 pada perusahaan software tradisional) dengan belanja penjualan dan pemasaran yang lebih rendah. Ini menandai pergeseran paradigma dari model berbasis penjualan ke pertumbuhan yang digerakkan oleh produk. AI mengubah fundamental bisnis: alur kerja diotomatisasi oleh AI agent, biaya inferensi yang tinggi justru menjadi bukti adopsi nyata, dan alat pengkodean AI meningkatkan kecepatan pengembangan 10–20x. Perusahaan terdahulu (pre-AI) harus beradaptasi dengan dua cara: mengintegrasikan AI ke dalam produk dan mengadopsi alat AI internal. CEO progresif kini mempertanyakan setiap tugas: "dikerjakan dengan listrik (AI) atau darah (manusia)?". Masa depan akan didominasi model berbasis hasil (outcome-based), dan perusahaan yang lambat beradaptasi akan tergantikan. Perusahaan Fortune 500 menghadapi kesenjangan antara keinginan dan eksekusi akibat tantangan manajemen perubahan. Analis memprediksi AI sebagai "pemecah model" (model buster) yang akan melampaui semua proyeksi tradisional, dengan pendapatan AI diperkirakan mencapai $1 triliun dan menciptakan nilai pasar baru yang masif.

marsbit02/14 00:53

Analisis Mendalam Terbaru a16z tentang Pasar AI: Apakah Perusahaan Anda Masih Bekerja dengan 'Darah'?

marsbit02/14 00:53

活动图片