# Artikel Terkait Hibrida

Pusat Berita HTX menyediakan artikel terbaru dan analisis mendalam mengenai "Hibrida", mencakup tren pasar, pembaruan proyek, perkembangan teknologi, dan kebijakan regulasi di industri kripto.

Apakah Perang XRP vs. SWIFT Sudah Selesai, atau Apakah Bank-Bank Mengambil Rute Lain?

XRP dan SWIFT sering dianggap sebagai pesaing dalam memodernisasi pembayaran global, namun argumen terbaru menunjukkan sudut pandang yang berbeda. Alih-alih pertarungan satu pemenang, perkembangan terkini mengarah pada lingkungan keuangan di mana infrastruktur perbankan tradisional dan sistem penyelesaian berbasis blockchain beroperasi berdampingan. Kunci perdebatan ini terletak pada pemisahan antara *messaging* (pesan) dan *settlement* (penyelesaian). SWIFT berfungsi sebagai lapisan komunikasi antar lembaga keuangan untuk mengirim instruksi pembayaran, tetapi tidak untuk memindahkan nilai secara langsung. Oleh karena itu, pesaing sebenarnya bagi peran komunikasi SWIFT mungkin adalah protokol interoperabilitas blockchain seperti Axelar atau Chainlink, bukan XRP sebagai aset penyelesaian. Banyak bank besar yang terlibat dalam kerangka kerja baru SWIFT juga telah menjajaki solusi berbasis blockchain melalui Ripple. Hal ini menunjukkan bahwa institusi keuangan tidak memilih satu sistem secara eksklusif, tetapi cenderung membangun model hibrida. Mereka menggabungkan teknologi yang menyelesaikan masalah berbeda: jaringan pesan untuk koordinasi dan kepatuhan, serta lapisan penyelesaian terpisah untuk pergerakan nilai yang lebih cepat. Dengan demikian, masa depan pembayaran internasional mungkin bukan tentang kemenangan XRP atau SWIFT, tetapi tentang bagaimana keduanya dapat beroperasi dalam posisi yang saling melengkapi dalam arsitektur keuangan yang lebih luas.

bitcoinist06/04 18:53

Apakah Perang XRP vs. SWIFT Sudah Selesai, atau Apakah Bank-Bank Mengambil Rute Lain?

bitcoinist06/04 18:53

Pendapat: Sebagian Besar Aset Tokenisasi, Masih Hanya Bungkus On-Chain dari Keuangan Tradisional

**Ringkasan: Sebagian Besar Aset Tokenisasi Masih Sekadar "Pembungkus" Tradisional di On-Chain** Pasar aset tokenisasi (RWA) berkembang pesat, namun kematangannya tertinggal. Survei tahun 2026 terhadap 593 aset menunjukkan bahwa 77.6% (460 aset) masih merupakan aset "tipe kemasan". Dalam model ini, token memang ada di blockchain, tetapi siklus hidup aset—seperti penerbitan, penebusan, penitipan, kontrol akses investor—masih sangat bergantung pada sistem off-chain tradisional. Ini hanyalah distribusi on-chain dari proses lama. Hanya 11.1% (66 aset) yang dikategorikan sebagai "hibrida", di mana beberapa bagian siklus hidup—seperti logika transfer, penyelesaian, atau akumulasi hasil—mulai berpindah ke on-chain. Kategori inilah yang menandai transisi nyata, bukan sekadar pembungkus digital. Aset "asli" yang sepenuhnya beroperasi di on-chain masih langka (2.7%), karena memerlukan migrasi penuh model operasional. Ini menjelaskan mengapa stablecoin terasa lebih maju secara struktural dibandingkan kebanyakan RWA lainnya: mereka lebih mendekati primitif keuangan on-chain yang sejati. Pertanyaan kunci ke depan bukan lagi *apakah* aset dapat di-tokenisasi, tetapi *bagian mana* dari siklus hidupnya yang benar-benar bermigrasi ke on-chain. Perbedaan nyata akan terjadi antara aset yang hanya didistribusikan di chain dan aset yang mulai beroperasi di chain.

marsbit05/25 03:19

Pendapat: Sebagian Besar Aset Tokenisasi, Masih Hanya Bungkus On-Chain dari Keuangan Tradisional

marsbit05/25 03:19

活动图片