# Artikel Terkait Pembagian Dua

Pusat Berita HTX menyediakan artikel terbaru dan analisis mendalam mengenai "Pembagian Dua", mencakup tren pasar, pembaruan proyek, perkembangan teknologi, dan kebijakan regulasi di industri kripto.

Menelusuri Siklus Bullish Bitcoin Sebelumnya: Mengapa Siklus Empat Tahun Terjadi, dan Apakah Sudah Berakhir?

Selama ini, pasar Bitcoin telah menunjukkan pola siklus empat tahun yang sering dikaitkan dengan peristiwa *halving* — pengurangan separuh imbalan penambangan Bitcoin yang terjadi setiap 210.000 blok (sekitar empat tahun sekali). Siklus ini umumnya dimulai dengan fase akumulasi, di mana harga relatif rendah dan investor jangka panjang mulai membeli. Setelah itu, harga mulai meroket menjelang dan setelah *halving*, didorong oleh ekspektasi kelangkaan dan masuknya investor ritel. Puncaknya, harga mencapai rekor tertinggi baru sebelum akhirnya jatuh drastis akibat likuidasi leverage dan sentimen negatif. Sejarah mencatat tiga siklus utama: 2013 (didorong komunitas teknologi, diakhiri kolapsnya Mt. Gox), 2017 (demam ICO dan adopsi ritel), serta 2021 (stimulus pandemi dan masuknya institusi). Siklus 2025 kini ditandai dengan adopsi institusional melalui ETF Bitcoin, namun partisipasi ritel masih rendah. Penyebab siklus ini beragam: model kelangkaan (*stock-to-flow*), faktor psikologis, likuiditas global, serta perilaku investor ritel vs institusi. Namun, beberapa pihak mempertanyakan kelangsungan siklus ini karena dominasi institusi yang mengurangi volatilitas, pengaruh makroekonomi yang lebih kuat, dan efek *halving* yang semakin kecil. Untuk menilai apakah siklus empat tahun masih berlaku, perhatikan apakah harga tetap melonjak pasca-*halving*, terjadi penurunan drastis >70%, dan ada gelombang partisipasi ritel. Meski pola historis kuat, evolusi Bitcoin sebagai aset makro dan peran institusi mungkin mengubah dinamika siklus di masa depan.

marsbit12/16 06:30

Menelusuri Siklus Bullish Bitcoin Sebelumnya: Mengapa Siklus Empat Tahun Terjadi, dan Apakah Sudah Berakhir?

marsbit12/16 06:30

Rangkuman Prediksi Pasar Bitcoin 2025: Mengapa Lembaga Keuangan Jatuh Bersama-sama

Prediksi Pasar Bitcoin 2025: Mengapa Lembaga Keuangan Gagal Bersama? Awal 2025, pasar Bitcoin dipenuhi optimisme berlebihan. Hampir semua lembaga besar memprediksi harga akan mencapai $150.000 bahkan $200.000+ pada akhir tahun. Namun, kenyataannya justru terjadi penurunan drastis: BTC anjlok 33% dari puncak Oktober sekitar $126.000, dan pada 10 Desember stabil di kisaran $92.000. Prediksi awal didasarkan pada tiga pilar: efek pengurangan pasokan pasca *halving*, aliran dana besar dari ETF, dan kebijakan pro-kripto dari pemerintahan Trump. Namun, ketiga faktor ini gagal memberikan dampak seperti yang diharapkan. Alasan kegagalan prediksi ini meliputi: - **Jebakan konsensus**: Ekspektasi masuknya dana melalui ETF sudah diantisipasi sebelumnya (*priced in*), dan justru berubah menjadi saluran keluar saat pasar berbalik. - **Model siklus yang tidak akurat**: Lingkungan makro 2025 sangat berbeda dengan siklus *halving* sebelumnya, dengan suku bunga tinggi yang dipertahankan Fed. - **Konflik kepentingan lembaga**: Banyak lembaga besar memiliki kepentingan bisnis langsung di aset kripto, sehingga cenderung memberikan prediksi optimis yang tidak realistis. - **Salah menilai sifat aset**: Bitcoin lebih sensitif terhadap likuiditas (seperti saham tech) daripada berperan sebagai lindung nilai seperti emas. Laporan ini menyimpulkan bahwa prediksi harga yang tepat adalah hal yang mustahil. Pelajaran terpenting adalah: berpikir mandiri lebih bernilai daripada mengikuti konsensus, suara yang berbeda seringkali lebih berharga, dan manajemen risiko harus selalu diutamakan daripada prediksi laba.

marsbit12/15 12:26

Rangkuman Prediksi Pasar Bitcoin 2025: Mengapa Lembaga Keuangan Jatuh Bersama-sama

marsbit12/15 12:26

活动图片