# Artikel Terkait HALO

Pusat Berita HTX menyediakan artikel terbaru dan analisis mendalam mengenai "HALO", mencakup tren pasar, pembaruan proyek, perkembangan teknologi, dan kebijakan regulasi di industri kripto.

Ilusi Bocah Jenius

Seorang mantan wirausahawan, eks-karyawan Huawei, dan mantan kepala ilmuwan, Li Bojie, mengalami malam tanpa tidur setelah wawancara dengan DeepSeek. Insiden ini dipicu oleh kecurigaan pengawas wawancara bahwa ia menyontek kode selama tes coding jarak jauh. Namun, inti masalah bukan pada prosedur teknis, melainkan pada kenyataan bahwa seorang "Genius Youth" Huawei ternyata sangat terdampak secara emosional oleh satu sesi wawancara biasa. Dalam sebuah wawancara, Li mengungkapkan bahwa DeepSeek baginya adalah "istana puncak piramida" di dunia teknologi Tiongkok. Penantian tiga minggu dan lima kali tindak lanjut untuk wawancara ini bukan sekadar mencari pekerjaan, melainkan sebuah upaya untuk mendapatkan konfirmasi identitas dan pembuktian bahwa ia masih relevan di pusat era teknologi saat ini. Yang menyakitkannya adalah perasaan "kesenjangan" atau *disconnect* antara ekspektasinya dan kenyataan yang diterimanya. Li menilai wawancara di perusahaan lain seperti MiniMax dan Xiaomi sebagai sesi pembelajaran dengan para sejawat, sedangkan wawancara di DeepSeek dirasakannya hanya sebagai proses penyaringan mekanis. Di sini terlihat ketidaksesuaian: meski menyatakan tidak nyaman dengan label "Genius Youth", ia secara tidak sadar mengharapkan perlakuan khusus sebagai seorang ahli. Industri internet selama ini telah membentuk aturan tak tertulis di mana gelar dan latar belakang perusahaan sebelumnya menjadi jaminan kredensial. DeepSeek, bagaimanapun, menolak aturan ini dan bersikeras pada proses standar—setiap kandidat, apa pun latarnya, harus membuktikan kemampuannya secara real-time melalui coding. Perubahan ini mencerminkan pergeseran era yang lebih besar di dunia AI. Di masa lalu, keunggulan seseorang diukur dari akumulasi pengalaman, gelar, dan prestasi masa lalu. Di era AI, pengetahuan menjadi cepat usang, dan keahlian harus terus-menerus diperbarui. Keunggulan kini dihitung secara *real-time*. Hal ini menciptakan kecemasan, terutama bagi mereka yang memiliki rekam jejak gemilang, karena takut tertinggal. Li Bojie mungkin adalah salah satu yang pertama mengungkapkan kecemasan ini secara terbuka. Namun, pesan utamanya adalah bahwa di masa depan, setiap profesional—pemrogram, manajer produk, peneliti—pada dasarnya akan menghadapi "wawancara" yang sama dengan era AI itu sendiri. Pertanyaan kritis yang harus dijawab setiap hari adalah: "Kamu hebat di masa lalu. Bagaimana dengan hari ini?"

marsbit07/09 09:58

Ilusi Bocah Jenius

marsbit07/09 09:58

Aset 'Langka' di Era AI? Goldman Sachs: HALO - Aset Berat, Tidak Usang

Di era AI, Goldman Sachs melaporkan pergeseran strategis dalam pasar saham dari aset ringan yang mudah direplikasi menuju aset fisik berat yang sulit digantikan, yang disebut "HALO" (Heavy Assets, Low Obsolescence). Aset ini mencakup jaringan listrik, pipa minyak/gas, utilitas, dan infrastruktur—memiliki hambatan replikasi tinggi dan relevansi ekonomi jangka panjang. Laporan menunjukkan bahwa kombinasi suku bunga riil lebih tinggi, fragmentasi geopolitik, dan gelombang pengeluaran modal AI mendorong perubahan ini. Sejak 2025, portofolio aset berat Goldman Sachs (GSSTCAPI) mengungguli portofolio aset ringan (GSSTCAPL) sebesar 35%, didorong oleh penilaian ulang valuasi aset berat. Perusahaan teknologi besar kini menjadi pengeluaran modal terbesar untuk infrastruktur komputasi AI, mengubah narasi keunggulan aset ringan. Analisis mencakup enam metrik intensitas modal, mengkategorikan utilitas, energi, dan telekomunikasi sebagai aset berat, sementara software dan IT sebagai ringan. Dinamika makro seperti suku bunga tinggi dan siklus manufaktur yang menguat mendukung aset berat. Momentum laba perusahaan aset berat meningkat dengan pertumbuhan EPS diproyeksikan 14% (vs. 10% untuk aset ringan), dan perbaikan ROE. Aliran dana menunjukkan rotasi dari saham pertumbuhan AS yang mahal ke aset nilai Eropa, dengan ruang untuk lanjut mengingat posisi underinvestor yang masih signifikan.

marsbit02/25 08:54

Aset 'Langka' di Era AI? Goldman Sachs: HALO - Aset Berat, Tidak Usang

marsbit02/25 08:54

活动图片