Kontroversi Peringkat USDT: 'Penggaris Stabilitas' S&P, 'Debat Pasar' Tether, dan Transformasi Menjadi 'Bank Sentral Bayangan'
Peringkat stabilitas USDT diturunkan oleh S&P Global dari "terbatas" menjadi "lemah" pada November 2025, memicu perdebatan sengit antara standar TradFi dan realitas pasar crypto. S&P menilai cadangan USDT—24% aset volatil (BTC, emas, pinjaman) dan kurangnya transparansi—berisiko tinggi dalam skenario penarikan massal. Namun, Tether membantah dengan menekankan rekam jejak USDT yang tetap stabil melalui 8 krisis sebelumnya, serta struktur cadangan real-time yang mereka klaim lebih transparan daripada beberapa dana moneter tradisional.
Inti konflik terletak pada perbedaan paradigma penilaian risiko: S&P berfokus pada *kemampuan penebusan* dalam kondisi ekstrem, sementara Tether berargumen bahwa stabilitasnya didukung oleh *likuiditas pasar dan mekanisme清算链上* crypto, bukan hanya cadangan tradisional.
Tether secara strategis meningkatkan alokasi BTC dan emas (dari 12% pada 2023 menjadi 24% pada 2025) untuk lindung nilai inflasi, diversifikasi, dan hasil siklus. Transformasi ini mengarah pada model seperti "bank sentral bayangan", dengan cadangan aset keras, jaringan distribusi global, dan bahkan investasi energi. Namun, profitabilitasnya yang bergantung pada apresiasi BTC/emas berisiko selama bear market atau penurunan suku bunga.
Ke depan, sistem peringkat perlu berkembang melampaui stabilitas penebusan untuk mencakup juga penilaian risiko investasi (kualitas pendapatan, eksposur, tata kelola), mencerminkan evolusi stablecoin menjadi alat yang lebih kompleks.
marsbit12/12 02:25