Li Shanyou: Dunia Semakin Kompetitif, Kita Bisa Lebih Lambat, Lebih Dalam, Lebih ke Dalam
Menurut Li Shanyou, dunia berkembang semakin cepat, namun respons kita justru bisa lebih lambat, mendalam, dan terarah ke dalam. Artikel ini mengeksplorasi konsep "kemampuan mengetahui" sebagai prinsip pertama di era AI, yang melampaui sekadar pengetahuan.
Dia menganalisis evolusi pola pikir pengusaha: dari generasi internet PC yang bergantung pada pengalaman (tingkat pertama), hingga seperti Zhang Yiming yang sukses di era mobile dengan pemodelan logis dan rasional (tingkat kedua). Namun, di era AI, logika saja tidak cukup. Seseorang perlu melompat ke tingkat ketiga "kemampuan mengetahui" – tingkat ide atau kesadaran – seperti yang mungkin diwakili oleh visi inovatif Liang Wenfeng dari DeepSeek, yang mengejar terobosan asli melampaui logika komersial semata.
Bagi kebanyakan orang yang tidak berada di garis depan perubahan zaman, jalan alternatif adalah "Jalan Karya". Ini berarti berbalik ke dalam, menyatu dengan pekerjaan seseorang, dan mengasahnya dengan kualitas tertinggi ("quality" atau "良质"). Dengan fokus pada keunggulan dan ketulusan dalam tugas sekecil apa pun, seseorang dapat meningkatkan frekuensi kesadarannya dan berkontribusi pada dunia yang lebih baik. Intinya, di tengah dunia yang kompetitif, kita dapat memilih untuk lebih lambat, lebih dalam, dan lebih terhubung dengan diri sendiri melalui karya yang penuh makna.
marsbit07/17 04:17