# Artikel Terkait Disiplin

Pusat Berita HTX menyediakan artikel terbaru dan analisis mendalam mengenai "Disiplin", mencakup tren pasar, pembaruan proyek, perkembangan teknologi, dan kebijakan regulasi di industri kripto.

Dari Gagal Mendirikan Hedge Fund Sebelum Krisis Keuangan hingga Mengelola Aset Triliunan Dolar, Kepala Investasi Global Fixed Income BlackRock Bagikan Prinsip Investasi

Sumber: Podcast "Hard Lessons" Rick Rieder, CIO Global Fixed Income di BlackRock, berbagi pelajaran investasi berharga dalam wawancara ini. Dengan mengelola aset senilai US$2,7 triliun, Rieder menekankan pentingnya disiplin, likuiditas, dan pemikiran independen. Kunci suksesnya adalah menggabungkan berbagai informasi untuk melihat nilai relatif, bahkan di tempat tak terduga. Ia percaya pasar sering kali irasional, dan peluang terbaik muncul saat melawan konsensus. Sebagai contoh, ia mendukung teknologi seperti mobil listrik sejak dini karena melihatnya sebagai bisnis energi, bukan sekadar otomotif. Rieder mengakui bahwa kesalahan memberikan pelajaran terbesar. Pengalaman pahit mendirikan hedge fund tepat sebelum krisis keuangan mengajarkannya tentang manajemen risiko, likuiditas, dan pentingnya "pelabuhan keselamatan". Prinsipnya adalah: yang terpenting adalah benar lebih sering daripada salah, mirip seperti mengelola kasino. Dalam saham, ia kini lebih fokus pada kualitas manajemen perusahaan daripada sekadar model bisnis. Menurutnya, pemimpin yang mampu beradaptasi dengan perubahan adalah kunci kesuksesan jangka panjang. Meski banyak membaca, Rieder percaya proses pengambilan keputusan tetap manusiawi, meski AI bisa meningkatkan efisiensi. Baginya, berinvestasi adalah tentang mengelola tekanan dan selalu memiliki rencana cadangan.

marsbit04/12 08:40

Dari Gagal Mendirikan Hedge Fund Sebelum Krisis Keuangan hingga Mengelola Aset Triliunan Dolar, Kepala Investasi Global Fixed Income BlackRock Bagikan Prinsip Investasi

marsbit04/12 08:40

Jangan Sia-siakan Setiap Kerugian, 'Pelajaran Sisifus' di Pasar Kripto

Penulis thiccy menekankan bahwa kerugian dalam trading crypto bukanlah sekadar nasib buruk, melainkan cerminan kelemahan sistem manajemen risiko yang harus diperbaiki. Artikel ini, yang ditujukan untuk trader berpengalaman yang mengalami penarikan kembali profit signifikan, menggunakan metafora Sisifus dari mitos Yunani untuk menggambarkan pentingnya menerima kegagalan tanpa putus asa atau mencoba balas dendam dengan bertaruh lebih agresif. Dua respons umum terhadap kerugian—meningkatkan taruhan untuk menutupi kerugian (strategi Martingale) atau menyerah dan keluar dari pasar—dianggap sebagai solusi sementara yang tidak menyelesaikan akar masalah. Masalah sebenarnya seringkali adalah kombinasi dari ukuran posisi yang terlalu besar, tidak menetapkan stop-loss, atau gagal mengeksekusi stop-loss saat tersentuh. Solusinya adalah dengan menerima kerugian sebagai "biaya sekolah" yang berharga, berterima kasih atas pencapaian yang masih ada, dan fokus pada profit baru alih-alih berusaha "mengembalikan" kerugian. Penulis menekankan pentingnya mengekspresikan emosi, lalu mengubah rasa sakit menjadi pelajaran untuk memperkuat disiplin dan sistem trading. Setiap kegagalan yang diatasi akan membentuk "parit" pertahanan dalam sistem seseorang, yang hanya bisa dipelajari orang lain dengan mengalaminya sendiri. Tujuannya adalah menjadi "mesin yang dingin" yang mampu memperbaiki diri dan memastikan kesalahan yang sama tidak terulang.

marsbit12/23 12:41

Jangan Sia-siakan Setiap Kerugian, 'Pelajaran Sisifus' di Pasar Kripto

marsbit12/23 12:41

活动图片