# Artikel Terkait DEX

Pusat Berita HTX menyediakan artikel terbaru dan analisis mendalam mengenai "DEX", mencakup tren pasar, pembaruan proyek, perkembangan teknologi, dan kebijakan regulasi di industri kripto.

HYPE Mengapa Masih Melonjak Deras? Apakah Sudah Mencapai Puncak?

HYPE, token dari platform perdagangan Hyperliquid, terus mencetak rekor tertinggi baru terhadap BTC dan BNB. Kenaikannya didorong oleh beberapa faktor kunci. Pertama, dibukanya akses ETF seperti THYP dan BHYP membuka saluran dana institusional. Bitwise bahkan akan mengalokasikan 10% pendapatan biaya manajemen ETF BHYP untuk membeli dan staking HYPE, menciptakan aliran pembelian potensial yang berkelanjutan. Kedua, kembalinya USDC ke Hyperliquid melalui AQAv2 dengan dukungan Coinbase dan Circle diperkirakan akan menghasilkan pendapatan bagi protokol. Estimasi komunitas menunjukkan potensi pembelian kembali HYPE senilai sekitar $44 ribu per hari dari bagi hasil pendapatan cadangan USDC ini. Ketiga, Hyperliquid memperluas ekosistemnya. Dengan HIP-4, platform ini memasuki pasar prediksi, memerlukan staking HYPE untuk membuat pasar baru. Selain itu, volume kontrak berjalan untuk aset dunia nyata (RWA) di platform telah melonjak menjadi $2.6 miliar, menunjukkan diversifikasi melampaui aset kripto tradisional. Potensi peraturan AS yang lebih lunak untuk saham yang ditokenisasi dapat semakin membuka pasar ini. Singkatnya, pasar menilai kembali HYPE karena Hyperliquid berevolusi dari sekadar pertukaran perpetual (Perp DEX) menjadi sistem perdagangan on-chain yang lebih luas, menangkap nilai dari berbagai aliran pendapatan baru. Namun, dalam jangka pendek, harga mungkin mengalami volatilitas tinggi karena adanya pertarungan besar antara paus yang long dan short dengan posisi senilai lebih dari $60 juta.

Odaily星球日报05/20 01:35

HYPE Mengapa Masih Melonjak Deras? Apakah Sudah Mencapai Puncak?

Odaily星球日报05/20 01:35

Hyperliquid Lampaui Bitcoin Sebesar 71% pada Kuartal Terburuk Kripto Sejak 2018 — Laporan Ungkap Alasannya

Laporan triwulanan dari Hyperliquid Research Collective mengungkapkan bahwa bursa terdesentralisasi Hyperliquid menghasilkan pendapatan kotor $215 juta pada Q1 2026 — triwulan terburuk untuk crypto sejak 2018. Meski pasar turun, Hyperliquid mengungguli Bitcoin sebesar 71,5 poin persentase. Salah satu momen kunci terjadi pada 28 Februari, saat pasar komoditas tradisional tutup setelah serangan AS-Israel ke Iran. Hyperliquid, yang buka 24/7, menjadi tempat penemuan harga minyak mentah de facto global. Di balik penurunan volume derivatif crypto asli, volume dari fitur HIP-3 (untuk derivatif aset dunia nyata/RWA) melonjak 175% dalam triwulan, mencapai $68,5 miliar pada Maret. Aset perak menjadi yang paling banyak diperdagangkan ($40,7 miliar). Momen institusional lain adalah lisensi resmi indeks S&P 500 untuk kontrak berkelanjutan di platform ini, yang mencapai volume $2 miliar dalam dua minggu. Token HYPE memberikan return +44,8%. Tim inti protokol hanya mengklaim 5,1% dari hak token mereka, menyisakan sekitar $849 juta tidak diklaim. Empat pengajuan ETF untuk HYPE juga diajukan. Laporan mencatat kendala utama: warga AS tidak dapat mengakses frontend Hyperliquid. Semua pencapaian diraih tanpa partisipasi pasar AS. Q1 2026 menandai titik balik Hyperliquid dari sekadar cerita DeFi menjadi cerita infrastruktur keuangan yang mulai diperhatikan institusi.

bitcoinist05/08 14:15

Hyperliquid Lampaui Bitcoin Sebesar 71% pada Kuartal Terburuk Kripto Sejak 2018 — Laporan Ungkap Alasannya

bitcoinist05/08 14:15

活动图片