Mengapa Crypto Selalu Membangun 'Kasino', namun Jarang Menghasilkan 'Produk yang Tak Tergantikan'?
Artikel ini membahas mengapa crypto lebih sering menciptakan "kasino" spekulatif daripada produk yang benar-benar "tak tergantikan" bagi pengguna sehari-hari. Penulis memperkenalkan konsep "sofalarity" atau "couch lock," yaitu kondisi nyaman di mana pengguna merasa terlalu lelah atau terbiasa untuk beralih dari suatu platform, seperti yang terjadi di aplikasi Web2 (contoh: Amazon, Google).
Crypto, dengan volatilitas harganya, menciptakan mekanisme imbalan variabel yang membuat ketagihan, mirip dengan mesin slot. Namun, kegembiraan spekulatif ini gagal mengunci pengguna dalam aplikasi praktis yang menyelesaikan masalah nyata. Masalah adopsi crypto adalah tantangan industri, bukan pengguna. Teknologi ini seringkali mencoba memperbaiki sistem keuangan yang tidak terlihat atau tidak dipedulikan oleh kebanyakan orang (seperti perbankan koresponden), sehingga tidak memberikan momen "aha!" atau peningkatan kenyamanan yang terasa langsung.
Selain itu, crypto kekurangan data perilaku mendalam seperti yang dimiliki raksasa teknologi untuk memprediksi dan mempertahankan pengguna. Blockchain hanya mencatat transaksi finansial, bukan konteks "mengapa" di baliknya.
Artikel ini juga menyoroti bahwa crypto, dalam beberapa hal, justru dapat memperkuat masalah kapitalisme yang ada. Contohnya, tokenisasi aset dunia nyata (RWA) seperti perumahan mungkin hanya membuat proses akuisisi oleh perusahaan besar menjadi lebih efisien, bukannya membantu pembeli individual. Pada akhirnya, penulis berargumen bahwa keberhasilan terbesar crypto mungkin terletak pada infrastruktur tingkat lembaga (seperti penyelesaian transaksi lintas batas), bukan dalam menciptakan "aplikasi segalanya" untuk konsumen massal. Teknologi ini dirancang untuk memberdayakan individu dan menghancurkan gerbang terpusat, yang bisa menjadi nilai utamanya.
marsbit06/08 06:21