Setelah Mem-PHK 30.000 Karyawan, Oracle Datangkan CFO yang Dulunya Mengelola Pembangkit Listrik
Oracle, perusahaan perangkat lunak database terbesar dunia, baru-baru ini memecat sekitar 30.000 karyawan dan mengangkat Hilary Maxson sebagai CFO baru dengan paket kompensasi $29,7 juta. Latar belakang Maxson unik: selama 20 tahun karirnya di perusahaan energi seperti Schneider Electric dan AES Corporation, ia berpengalaman mengelola pembangkit listrik dan infrastruktur kelistrikan.
Penunjukan ini mencerminkan pergeseran strategis Oracle dari bisnis perangkat lunak tradisional ke infrastruktur cloud dan AI. Perusahaan mengalokasikan anggaran belanja modal $50 miliar untuk membangun pusat data, dengan kontrak tertunda mencapai $553 miliar termasuk kesepakatan senilai $300 miliar dengan OpenAI.
Pusat data AI membutuhkan daya listrik sangat besar – setara dengan output pembangkit nuklir – sehingga keahlian Maxson dalam manajemen energi menjadi kritis. Meski saham Oracle turun 24% tahun ini, analis memperkirakan potensi kenaikan 70% jika transisi ini berhasil. Keputusan SDM ini menunjukkan Oracle sedang berubah dari perusahaan software menjadi perusahaan infrastruktur berbasis energi.
marsbit04/08 05:25