"Tutup Polis, Beli Saham", Lansia Korea Berusia di Atas 60 Tahun Sedang Meminjam Uang untuk Bertaruh pada Samsung
Pasar saham Korea Selatan sedang mengalami kenaikan liar, dengan indeks KOSPI naik hampir dua kali lipat dalam setengah tahun. Demam ini mendorong banyak investor, terutama lansia di atas 60 tahun, untuk mengambil langkah berisiko tinggi. Mereka meminjam uang dari perusahaan sekuritas dan bahkan menyerahkan polis asuransi jiwa mereka—meski rugi—untuk membeli saham, terutama raksasa semikonduktor seperti Samsung Electronics dan SK Hynix.
Data menunjukkan, utang margin dari kelompok usia 60+ melonjak dua kali lipat dalam setahun, menjadi lebih dari 8 triliun won. Padahal, grup ini paling menderita saat pasar anjlok Maret lalu, dengan kerugian rata-rata hampir 20% untuk akun yang menggunakan pinjaman.
Fenomena ini didorong oleh FOMO (fear of missing out) dan kondisi pensiun yang sulit. Tingkat kemiskinan relatif lansia Korea adalah yang tertinggi di OECD, dengan pensiun yang rendah, sehingga banyak yang melihat pasar saham sebagai 'kesempatan terakhir'. Tren ini bahkan terlihat di tempat-tempat seperti Taman Tapgol, tempat lansia berkumpul, di mana obrolan kini beralih ke portofolio saham.
Meski pemerintah mendorong partisipasi pasar, para ahli mengingatkan risiko besar yang dihadapi lansia. Kehilangan modal bisa berarti kehilangan tabungan pensiun tanpa kesempatan untuk pulih secara finansial, berbeda dengan investor muda yang masih memiliki waktu bekerja panjang.
marsbit05/21 04:19