Seorang analis pasar kripto telah membagikan prediksi harga Bitcoin dan Ethereum-nya untuk sisa kuartal 2026. Prediksi ini datang pada momen kunci di pasar yang saat ini volatil, dengan para investor mencari sinyal-sinyal yang jelas menjelang paruh kedua tahun ini. Sementara perkiraan ETH-nya mencakup Q2 tahun ini, ia lebih fokus pada Bitcoin di bulan-bulan mendatang. Ia juga menguraikan beberapa reaksi pasar dan faktor makroekonomi yang perlu diwaspadai para trader seiring berjalannya tahun. Ramalan ini memberikan gambaran yang lebih jelas kepada investor tentang apa yang diharapkan menjelang akhir 2026.
Ramalan Harga Bitcoin Dan Ethereum Untuk Q2 Dan Q3
Pada 16 Mei, Aralez, seorang pakar dan trader kripto, merilis prediksi harga komprehensif 2026 yang mencakup Ethereum dan Bitcoin. Untuk kuartal kedua tahun ini, khususnya mencakup Mei dan Juni, analis tersebut memprediksi bahwa harga BTC bisa jatuh hingga $58.000 sementara ETH bisa merosot ke $1.700.
Pada saat penulisan, kedua cryptocurrency berada jauh di atas target bearish tersebut. Bitcoin saat ini diperdagangkan di atas $76.900, yang berarti penurunan ke $58.000 akan mewakili penurunan yang mencengangkan lebih dari 24%. Sementara itu, harga Ethereum berada di atas $2.100, jadi turun ke $1.700 akan mencerminkan penurunan sekitar 19%.
Selama periode ini, Aralez mengharapkan penjualan panik memuncak di seluruh pasar, menunjukkan bahwa ketakutan dan ketidakpastian dapat menyergap investor seiring harga jatuh ke wilayah bearish. Dia juga memprediksi bahwa S&P 500 akan turun di bawah $6.800 pada waktu yang hampir bersamaan, menunjuk pada sell-off pasar yang lebih luas yang melampaui kripto. Hal ini menunjukkan bahwa kelemahan di pasar tradisional dapat menambah tekanan lebih pada aset digital dan meningkatkan perilaku risk-off.
Untuk proyeksi Q3-nya, Aralez dengan berani memproyeksikan bahwa harga Bitcoin akan mencapai dasar siklus terakhirnya selama periode ini. Dia mencatat bahwa paus (whale) juga bisa mulai masuk kembali ke pasar, diam-diam mengakumulasi lebih banyak BTC menjelang potensi tren bull baru.
Analis tersebut juga menunjuk pada pergantian kepemimpinan Fed yang akan datang sebagai pemicu kunci bagi guncangan besar pasar, dengan Ketua saat ini Jerome Powell akan mundur dan Kevin Warsh diperkirakan mengambil alih. Terakhir, dia memperingatkan bahwa ketidakpercayaan puncak terhadap cryptocurrency bisa menyebar di seluruh pasar, dengan sentimen berubah sebagian besar negatif bahkan saat pasar diam-diam melakukan reset dan meletakkan dasar untuk perjalanan naik yang baru.
Bitcoin Memulai Rally Kenaikan Baru di Q4 2026
Dalam postingannya di X, Aralez juga menguraikan pandangan Bitcoin-nya untuk Q4 2026. Pada tahap ini, analis tersebut memprediksi bahwa harga BTC akan berbalik ke wilayah bullish dan memulai tren naik baru menuju $90.000 dan di atas $109.000.
Dia mengharapkan pasar kripto dibanjiri oleh integrasi kecerdasan buatan (AI) massal, memicu gelombang baru kegembiraan dan adopsi di seluruh sektor. Menurut Aralez, momentum juga bisa kembali ke pasar karena narasi-narasi baru membawa masuk jutaan partisipan dan investor. Selain itu, dia mengantisipasi dimulainya kembali Pelonggaran Kuantitatif (Quantitative Easing / QE) di tengah kondisi krisis global.









