# Artikel Terkait AI

Pusat Berita HTX menyediakan artikel terbaru dan analisis mendalam mengenai "AI", mencakup tren pasar, pembaruan proyek, perkembangan teknologi, dan kebijakan regulasi di industri kripto.

Setelah 'Sentuhan Emas' Mengenai IBM, Target Berikutnya 'Sang Dewa Saham' Trump Mulai Terungkap

Artikel ini membahas fenomena Presiden AS Donald Trump yang secara terbuka memuji perusahaan-perusahaan tertentu, yang sering kali diikuti oleh pergerakan harga saham mereka. Dalam setahun terakhir, setidaknya sembilan perusahaan—termasuk Tesla, Dell, Intel, Micron, Palantir, IBM, Apple, Thermo Fisher, dan Nvidia—telah masuk dalam daftar pujiannya. Perusahaan-perusahaan ini umumnya bergerak di bidang teknologi tinggi seperti AI, semikonduktor, dan manufaktur yang memulangkan produksinya ke AS. Analisis menunjukkan pola yang menarik: sering kali ada tumpang tindih antara waktu pujian Trump, posisi keuangan pribadinya di perusahaan tersebut, dan aliran dana atau kebijakan pemerintah federal. Contohnya, sebelum memuji Dell, akun Trump telah membeli sahamnya, dan tak lama setelah pujian, perusahaan tersebut mendapatkan kontrak Departemen Pertahanan. Kasus serupa terlihat pada Intel, di mana pemerintah mengonversi subsidi menjadi kepemilikan saham. Artikel ini kemudian memprediksi perusahaan mana yang mungkin berikutnya mendapat "panggilan" dari Trump. Kandidat utamanya adalah perusahaan-perusahaan di mana pemerintah sudah memiliki kepentingan langsung, seperti MP Materials (bahan mineral strategis), Lithium Americas (litium), serta perusahaan komputasi kuantum seperti IonQ, Rigetti, dan D-Wave. Perusahaan lain seperti Oracle dan Broadcom juga disebut berpotensi karena kedekatan CEO-nya dengan Trump. Penulis menekankan bahwa analisis ini adalah proyeksi berdasarkan pola yang ada, bukan rekomendasi investasi. Kenaikan saham yang didorong faktor politik dianggap rentan dan dapat berbalik arah dengan cepat jika situasi berubah.

marsbit06/02 08:10

Setelah 'Sentuhan Emas' Mengenai IBM, Target Berikutnya 'Sang Dewa Saham' Trump Mulai Terungkap

marsbit06/02 08:10

Menggantungkan Dua Kartu Kerja di Leher Unitree

Jensen Huang, CEO Nvidia, mempresentasikan robot humanoid Isaac GR00T di Taipei. Robot ini merupakan *reference design* yang menggabungkan tubuh dari Unitree H2 Plus, tangan dari Sharpa Singapore, dan "otak" berupa chip Jetson Thor serta perangkat lunak Nvidia. Desain ini ditargetkan untuk peneliti universitas, dengan kode model tersedia di GitHub. Pada hari yang sama, Unitree, pemasok tubuh robot, mengumumkan persetujuan IPO-nya dengan valuasi 42 miliar RMB. Rencana penggunaan dananya menunjukan fokus pada pengembangan model kecerdasan embodied (*embodied AI*) atau "otak", bukan hanya tubuh. Artikel ini menarik paralel dengan industri ponsel, di mana *reference design* dari Qualcomm dahulu membuat banyak ponsel menjadi serupa dan memusatkan nilai pada chip dan perangkat lunak, mengurangi margin produsen hardware. Nvidia, dengan model GR00T yang open-source, dapat menciptakan dinamika serupa di industri robotika, di mana nilai terkonsentrasi pada "otak". Unitree menyadari risiko ini. Sementara tubuhnya menjalankan "otak" GR00T dari Nvidia, perusahaan juga sedang mengembangkan model otaknya sendiri (UnifoLM) dan bekerja dengan pemasok otak lain seperti Fifth Era Technology. Ini adalah upaya untuk tidak hanya menjadi pemasok tubuh. Namun, tantangannya besar karena GR00T berkembang cepat dan telah digunakan banyak perusahaan. Hanya Tesla, dengan Optimus, yang sepenuhnya independen berkat chip FSD buatannya, siklus data dari mobilnya, dan kemampuan manufaktur kelas dunia. Unitree memiliki keunggulan dalam penguasaan komponen tubuh dan algoritma kendali gerak, yang masih bernilai tinggi karena robotika belum terstandarisasi penuh. Intinya, Unitree sedang berlomba melawan waktu. Dengan investasi besar pada *embodied AI*, mereka berusaha membangun otak yang kompetitif sebelum jendela kesempatan tertutup oleh dominasi platform Nvidia. Hasilnya akan menentukan apakah masa depan mereka seperti Tesla (independen) atau mengikuti pola produsen hardware di era ponsel dengan margin tipis.

marsbit06/02 06:06

Menggantungkan Dua Kartu Kerja di Leher Unitree

marsbit06/02 06:06

Medan Persaingan Baru AI: Ingatan Jangka Panjang Menjadi Titik Sakit, Bagaimana Pengguna Mempertahankan Kepemilikan Konteks Mereka

AI kini beralih dari alat obrolan menjadi asisten digital pribadi yang memahami pola kerja dan preferensi pengguna. Namun, memori jangka panjang yang dikumpulkan AI—seperti kebiasaan, konteks proyek, dan riwayat percakapan—saat ini terisolasi di dalam masing-masing platform (seperti ChatGPT, Claude, Gemini). Hal ini membuat pengguna kehilangan konteks saat berpindah model atau platform. Isu kepemilikan memori dan portabilitas konteks AI kini menjadi tantangan baru. ZetaChain, melalui produk Anuma, mengusung solusi "Lapisan Memori Privat" (Private Memory Layer) yang memungkinkan pengguna memiliki dan mengontrol memori AI mereka secara terenkripsi. Memori ini dapat dibawa ke berbagai model AI dan agen, dengan sistem izin terprogram yang dapat diaudit dan dicabut. ZetaChain, yang sebelumnya fokus pada infrastruktur interoperabilitas antar-blockchain, bertransisi ke AI karena melihat paralel antara masalah fragmentasi aset di blockchain dengan isolasi memori di dunia AI. Visi mereka adalah membangun "Lapisan Konsumen AI" (AI Consumer Layer) di mana berbagai agen AI dapat berkolaborasi dengan berbagi konteks, identitas, dan sistem izin yang seragam—dengan kepemilikan dan kendali tetap di tangan pengguna. Token ZETA diubah fungsinya menjadi "token infrastruktur AI" untuk akses model, pembayaran antar-agen, pencatatan izin di blockchain, dan ekonomi kreator tempat keahlian dapat dikemas sebagai agen berbayar. Inti upaya ini adalah mengembalikan kepemilikan memori, identitas, dan konteks AI dari platform kepada pengguna.

marsbit06/02 04:34

Medan Persaingan Baru AI: Ingatan Jangka Panjang Menjadi Titik Sakit, Bagaimana Pengguna Mempertahankan Kepemilikan Konteks Mereka

marsbit06/02 04:34

Era 'Segalanya Ditentukan Bitcoin' Sedang Berakhir

Artikel ini berpendapat bahwa era di mana "Bitcoin menentukan segalanya" dalam pasar crypto sedang berakhir. Pasar kini terbagi menjadi dua jenis aset: **endogen** (nilainya tergantung sepenuhnya pada siklus harga crypto, seperti Bitcoin dan kebanyakan altcoin) dan **eksogen** (nilainya semakin independen dari pasar crypto, didorong oleh penggunaan dan pendapatan riil). Aset eksogen, seperti Hyperliquid (infrastruktur keuangan), Venice (layanan AI berbayar), dan Figure (teknologi pinjaman), memiliki model bisnis yang berkelanjutan dan tidak bergantung pada kenaikan harga token. Tren ini didukung oleh adanya permintaan yang dapat diukur, aliran pendapatan yang nyata, dan analisis investasi yang mulai berfokus pada fundamental, bukan sekadar narasi pasar. Perubahan ini menggeser logika analisis industri. Mempelajari aset eksogen memerlukan due diligence fundamental seperti menganalisis perusahaan tradisional, bukan hanya melacak harga Bitcoin. Masa depan pasar crypto akan didorong oleh banyak faktor, bukan satu faktor tunggal, menyebabkan berbagai sektor tidak lagi naik-turun secara bersamaan. Beberapa sektor eksogen yang potensial mencakup bursa on-chain, tokenisasi aset dunia nyata, AI+crypto, bank digital baru, layanan pinjaman, penerbit stablecoin, saluran pembayaran, produk konsumen non-keuangan, dan ekonomi agen. Saat ini, berinvestasi melalui ekuitas perusahaan masih lebih umum, tetapi peran token akan meningkat seiring dengan membaiknya mekanisme nilai dan kerangka peraturan.

marsbit06/02 02:03

Era 'Segalanya Ditentukan Bitcoin' Sedang Berakhir

marsbit06/02 02:03

OpenAI Kembali Meluncurkan Bisnis Robotika Setelah Enam Tahun, Fokus Jangka Pendek pada Robot Bantu

Pada tanggal 1 Juni, CEO OpenAI Sam Altman secara resmi mengumumkan masuknya perusahaan ke arena robotika fisik dengan membentuk tim baru "OpenAI Robotics". Tujuannya adalah membuat robot yang benar-benar berguna bagi masyarakat. Strategi OpenAI terbagi menjadi tujuan jangka pendek dan panjang. Dalam jangka pendek, fokusnya adalah mengembangkan robot yang dapat membantu pekerja teknis membangun infrastruktur masa depan. Untuk jangka panjang, OpenAI membayangkan setiap individu dapat memiliki robot pribadi yang memenuhi berbagai kebutuhan. Keputusan ini menandai kembalinya OpenAI ke bidang robotika setelah enam tahun. Pada 2019, OpenAI pernah membubarkan tim robotikanya untuk berkonsentrasi pada pengembangan model bahasa besar seperti GPT, yang akhirnya melahirkan ChatGPT. Selama beberapa tahun terakhir, meskipun tidak mengembangkan robot secara langsung, OpenAI telah berinvestasi di beberapa startup robotika seperti 1X Technologies dan Figure AI. Kerja sama dengan Figure AI pada awal 2024 berakhir pada Februari 2025 karena perbedaan jalur teknologi. Hal ini mendorong OpenAI untuk menghidupkan kembali tim robotikanya secara internal. Langkah ini juga dilihat sebagai upaya OpenAI untuk menunjukkan kurva pertumbuhan baru sebelum IPO yang direncanakan pada 2026, dengan beralih dari perangkat lunak murni ke kombinasi perangkat keras dan lunak. Kelebihan OpenAI terletak pada kemampuan model AI-nya yang mutakhir, khususnya "model dunia" untuk memahami dan mensimulasikan dunia fisik. Pendekatan teknologi mereka mungkin mengikuti logika "ciptakan otak dulu, baru tubuh", yang berpotensi membentuk kembali pola pengembangan industri robotika.

marsbit06/02 00:34

OpenAI Kembali Meluncurkan Bisnis Robotika Setelah Enam Tahun, Fokus Jangka Pendek pada Robot Bantu

marsbit06/02 00:34

Fidelity Mid-Year Review: 6 Tren Kunci Aset Digital 2026

Tengah tahun menjadi saat yang tepat untuk meninjau dinamika pasar digital. Fidelity Digital Assets menyoroti enam tren kunci dalam "Outlook 2026" yang masih berlanjut hingga pertengahan tahun ini, meskipun ada tekanan pasar jangka pendek. **1. Integrasi dengan Pasar Modal:** Aset digital semakin terintegrasi dengan sistem keuangan tradisional. Produk seperti opsi Bitcoin ETP mendapatkan traksi dari investor institusi, sementara tokenisasi dan regulasi yang lebih jelas (seperti panduan SEC/CFTC) mendorong adopsi. **2. Hak Pemegang Token:** Eksperimen untuk memperkuat hak pemegang token (seperti pembelian kembali dan struktur tata kelola baru) terus berlanjut, meski "premium" atas hak ini belum sepenuhnya tercermin dalam harga pasar. **3. AI & Penambangan Bitcoin:** Pertumbuhan hashrate Bitcoin melambat, diduga karena penambang beralih ke pusat data AI yang lebih menguntungkan. Ini menunjukkan awal pergeseran struktural dalam industri penambangan. **4. Titik Balik Bitcoin:** Pembesaran kapasitas data OP_RETURN tidak membebani jaringan secara signifikan. Namun, fluktuasi node Bitcoin Knots menimbulkan risiko pemisahan kecil, sementara pengembangan keamanan (seperti BIP-360) untuk ancaman kuantum terus maju. **5. Dominasi Jangka Pendek Bearish:** Tekanan makro (inflasi, geopolitik) membuat pasar bearish mendominasi, dengan harga Bitcoin turun. Namun, aset kripto menunjukkan ketahanan relatif selama periode stres, didukung oleh dasar struktural yang kuat seperti masuknya modal institusional. **6. Kinerja Emas yang Kuat:** Emas tetap kuat didorong oleh permintaan bank sentral dan tren dedolarisasi, sesuai prediksi awal. Prediksi kinerja superior Bitcoin menyusul emas belum terwujud. **Kesimpulan:** Di balik volatilitas harga jangka pendek, fondasi struktural untuk pertumbuhan aset digital jangka panjang sedang dibangun. Tren integrasi kelembagaan, regulasi, dan infrastruktur terus berkembang, meski beberapa tema lain masih dalam tahap awal.

marsbit06/01 15:31

Fidelity Mid-Year Review: 6 Tren Kunci Aset Digital 2026

marsbit06/01 15:31

Tinjauan Pertengahan Tahun Fidelity: 6 Tren Kunci Aset Digital pada 2026

Titik tengah tahun adalah saat yang tepat untuk meninjau tren utama aset digital yang diuraikan dalam "Outlook 2026" oleh Fidelity Digital Assets. Laporan ini mengidentifikasi enam tren kunci yang terus berkembang, meski harga bergerak sideways atau turun. **1. Integrasi dengan Pasar Modal:** Aset digital semakin terintegrasi dengan sistem keuangan tradisional. Produk seperti opsi untuk ETP Bitcoin spot telah mendapat daya tarik, dan tokenisasi terus mendapatkan momentum. Kejelasan regulasi juga meningkat. **2. Hak Pemegang Token:** Eksperimen untuk lebih mengaitkan kepentingan pemegang token dengan keberhasilan proyek (melalui mekanisme seperti pembelian kembali) terus berlangsung, meski premium harga yang jelas dari hak-hak ini belum sepenuhnya terwujud. **3. AI dan Penambangan Bitcoin:** Permintaan komputasi untuk AI mulai bersaing dengan penambangan Bitcoin. Pertumbuhan hashrate Bitcoin melambat, menunjukkan kemungkinan peralihan sumber daya penambang ke operasi AI yang lebih menguntungkan. **4. Bitcoin di Titik Infleksi:** Peningkatan kapasitas data untuk OP_RETURN tidak membebani jaringan. Namun, perhatian beralih ke dinamika konsensus, dengan peningkatan node Bitcoin Knots yang tidak biasa yang menimbulkan risiko pemisahan teoritis (walau rendah). Persiapan keamanan jangka panjang, seperti protokol tahan kuantum, juga berkembang. **5. Kendali Pihak Bearish (Penjual):** Skenario bearish mendominasi paruh pertama tahun karena penurunan harga Bitcoin, dipicu oleh likuidasi, inflasi, dan ketidakpastian geopolitik. Namun, pemulihan dan kinerja yang relatif kuat di tengah gejolak menyoroti perannya sebagai aset netral dan likuid. Dasar-dasar struktural tetap positif. **6. Kinerja Emas yang Kuat:** Emas menunjukkan performa solid, didukung oleh pembelian bank sentral dan tren diversifikasi dari dolar AS. Ini sesuai dengan perkiraan, meski performa unggul Bitcoin yang diantisipasi menyusulnya belum terwujud. **Kesimpulan:** Lanskap aset digital 2026 menunjukkan keseimbangan antara tekanan jangka pendek dan kemajuan struktural jangka panjang. Fondasi untuk fase pertumbuhan berikutnya sedang dibangun, meski belum sepenuhnya tercermin dalam harga. Investor disarankan untuk melihat melampaui volatilitas jangka pendek dan fokus pada transformasi mendasar ini.

链捕手06/01 15:23

Tinjauan Pertengahan Tahun Fidelity: 6 Tren Kunci Aset Digital pada 2026

链捕手06/01 15:23

Lima Kripto yang Bisa Mengungguli Bitcoin pada Siklus Berikutnya Berkat Velocity Pertumbuhan yang Lebih Tinggi

Bitcoin terus menentukan arah pasar, namun seiring pertumbuhan kapitalisasi pasarnya, analis menyatakan keuntungan persentase tertinggi dalam siklus berikutnya kemungkinan datang dari aset dengan kecepatan pertumbuhan lebih tinggi. Artikel ini menyoroti lima kripto yang diyakini dapat mengungguli Bitcoin dalam hal persentase keuntungan. Ethereum (ETH) dipandang memiliki potensi kenaikan relatif lebih kuat karena aktivitas jaringan dan adopsi institusional. Solana (SOL) dikenal dengan throughput tinggi dan biaya rendah, seringkali berkinerja tajam saat likuiditas kembali. Chainlink (LINK) sebagai penyedia oracle utama diperkirakan mendapat keuntungan seiring ekspansi ekosistem. Avalanche (AVAX) diharapkan mendapat manfaat dari tokenisasi aset dunia nyata dan arsitektur subnetnya. Aset yang paling disorot adalah **Ozak AI ($OZ)**, yang sedang dalam fase pra-penjualan dengan harga $0,014 dan target harga listing $1. Proyek ini membangun ekosistem blockchain berbasis AI, termasuk *Prediction Agents*, jaringan data real-time, integrasi dengan Arbitrum Orbit, dan *Data Vaults*. Analis berpendapat aset tahap awal seperti Ozak AI memiliki asimetri terbesar, di mana likuiditas baru dapat dengan cepat mengubah valuasinya, menawarkan kecepatan pertumbuhan eksponensial dibandingkan aset matang seperti Bitcoin. Artikel ini menekankan bahwa sementara Bitcoin memimpin pasar, aset infrastruktur AI tahap awal seperti Ozak AI bisa menjadi tempat pertumbuhan tercepat terungkap dalam siklus berikutnya.

TheNewsCrypto06/01 12:28

Lima Kripto yang Bisa Mengungguli Bitcoin pada Siklus Berikutnya Berkat Velocity Pertumbuhan yang Lebih Tinggi

TheNewsCrypto06/01 12:28

活动图片