# Artikel Terkait Pelatihan AI

Pusat Berita HTX menyediakan artikel terbaru dan analisis mendalam mengenai "Pelatihan AI", mencakup tren pasar, pembaruan proyek, perkembangan teknologi, dan kebijakan regulasi di industri kripto.

Tiga Tahun Menunda Pembaruan, Artikel Panjang Terbaru Alumni Peking University, Weng Li, Viral

Tiga tahun setelah menunda, mantan Wakil Presiden OpenAI Lilian Weng menerbitkan artikel panjang berjudul "Scaling Laws, Carefully" yang memicu perbincangan luas. Artikel tersebut mengkritisi dan menganalisis kelemahan mendasar dari Hukum Skala (Scaling Laws), yang selama lima tahun menjadi dasar investasi miliaran dolar di industri AI. Inti artikel menyoroti beberapa poin krusial: pertama, terdapat perbedaan signifikan antara kesimpulan OpenAI dan DeepMind mengenai alokasi anggaran komputasi untuk model versus data, yang ternyata bersumber dari perbedaan metode penghitungan parameter dan skala eksperimen. Kedua, bahkan formula DeepMind yang dianggap lebih akurat ternyata mengandung bug dalam fungsi loss, di mana optimizer berhenti terlalu dini. Ketiga, Hukum Skala klasik mengasumsikan pasokan data tak terbatas, sementara kenyataannya data teks berkualitas tinggi akan segera habis, sehingga mendorong industri beralih ke pembelajaran penguatan, komputasi saat pengujian, dan data sintetis. Weng juga menekankan bahwa ekstrapolasi kurva dari model kecil untuk memprediksi model besar sangat rentan kesalahan. Ia menyertakan simulator interaktif dalam blognya untuk menunjukkan betapa rapuhnya prediksi tersebut. Artikel ini menyimpulkan bahwa era ketergantungan semata pada "penskalaan buta" sudah berakhir, dan masa depan AI bergantung pada pemahaman dan penanganan detail yang lebih tepat terhadap prinsip-prinsip fundamental ini.

marsbit06/26 04:56

Tiga Tahun Menunda Pembaruan, Artikel Panjang Terbaru Alumni Peking University, Weng Li, Viral

marsbit06/26 04:56

Setiap Gerakan Mouse Melatih AI, Karyawan Meta 'Memberontak': Tak Ingin Bekerja di 'Pabrik Ekstraksi Data Karyawan'

Karyawan Meta di AS membagikan selebaran di beberapa kantor perusahaan pada Selasa (12/5) untuk memprotes pemasangan perangkat lunak pelacakan mouse di komputer mereka. Selebaran tersebut muncul di ruang rapat, di atas mesin penjual otomatis, hingga rak tisu toilet, mengajak rekan kerja menandatangani petisi online menolak kebijakan tersebut. Protes ini terjadi sekitar seminggu sebelum Meta berencana memangkas 10% dari total karyawannya (sekitar 8000 orang), dengan rencana pemotongan lebih lanjut pada paruh kedua 2026. Dalam konteks ini, Meta menginstal perangkat lunak yang mampu merekam pergerakan mouse, klik, dan jalur operasi di komputer karyawan. Gerakan ini menunjukkan upaya beberapa karyawan untuk mengubah kemarahan terhadap rencana perusahaan dalam membentuk ulang tenaga kerja seputar AI menjadi aksi buruh yang terorganisir. Selebaran yang dibagikan mengutip *National Labor Relations Act* AS, menegaskan bahwa karyawan dilindungi secara hukum ketika berupaya mengorganisir aksi untuk memperbaiki kondisi kerja. Di Inggris, sebagian karyawan Meta juga telah bekerja sama dengan serikat pekerja United Tech and Allied Workers (UTAW) untuk memulai tindakan serikat pekerja formal. Mereka membangun situs web khusus untuk merekrut anggota. Meta membela kebijakan pelacakan ini melalui juru bicara Andy Stone, yang menjelaskan bahwa untuk membangun agen AI yang dapat membantu orang menyelesaikan tugas di komputer, model mereka memerlukan *use case* nyata seperti pergerakan mouse dan klik. Data ini diklaim hanya digunakan untuk melatih agen AI dalam mengoperasikan perangkat lunak tertentu, bukan semua aktivitas komputer, dan langkah keamanan telah diambil untuk melindungi informasi sensitif perusahaan. Namun, karyawan mengungkapkan ketidaknyamanan dan kekhawatiran di forum internal. Seorang manajer teknik menulis bahwa hal ini membuatnya "sangat tidak nyaman," sementara yang lain khawatir mereka sedang melatih sistem yang pada akhirnya akan menggantikan mereka. Meta mengakui bahwa karyawan tidak dapat memilih keluar (*opt-out*) dari program ini. Program tersebut, bernama Model Capability Initiative (MCI), dijalankan di perangkat yang disediakan perusahaan dan dianggap "secara teknis bersifat sukarela" tetapi "secara de facto wajib" bagi pengguna aplikasi yang ditentukan. Kurangnya transparansi mengenai detail teknis MCI semakin meningkatkan kecurigaan karyawan.

marsbit05/14 11:00

Setiap Gerakan Mouse Melatih AI, Karyawan Meta 'Memberontak': Tak Ingin Bekerja di 'Pabrik Ekstraksi Data Karyawan'

marsbit05/14 11:00

活动图片