Wall Street Terjangkit 'Fobia AI': Aksi Jual Tanpa Pandang Bulu Sedang Menyebar
Di Wall Street, ketakutan akan dampak disruptif kecerdasan buatan (AI) memicu penjualan saham secara luas terhadap perusahaan-perusahaan yang berpotensi terdampak, mulai dari perusahaan perangkat lunak kecil hingga perusahaan manajemen kekayaan besar. Aksi jual ini dipicu oleh peluncuran produk AI dari startup seperti Altruist Corp., yang meluncurkan alat strategi pajak, dan Insurify dengan aplikasi asuransi berbasis ChatGPT.
Reaksi pasar terlihat pada penurunan saham perusahaan seperti Charles Schwab Corp., Raymond James Financial Inc., dan LPL Financial Holdings Inc., dengan beberapa mengalami penurunan lebih dari 7%. Fenomena ini mencerminkan pergeseran fokus investor dari mencari pemenang AI menjadi menghindari perusahaan yang berisiko tergantikan.
Meski AI dipandang sebagai pendorong produktivitas, kekhawatiran akan disruptornya menciptakan volatilitas. Beberapa analis seperti John Belton dari Gabelli Funds menyatakan bahwa disruptor teknologi biasanya membutuhkan waktu lebih lama dari perkiraan, sementara yang lain seperti Ross Gerber menilai reaksi pasar masih prematur mengingat AI masih dalam tahap awal pengembangan.
marsbit02/11 03:49