Musk dengan Santai Menggulingkan Pekerjaan KOL Kripto
Platform X (sebelumnya Twitter) memperbarui kebijakan kerja sama berbayarnya pada 1 Maret, mengharuskan semua KOL yang menerima kompensasi untuk mempromosikan konten—termasuk di industri crypto—untuk mengaktifkan label "Kerja Sama Berbayar". Perubahan ini juga menyederhanakan proses pelaporan menjadi formulir anonim, sehingga memudahkan pengguna untuk melaporkan pelanggaran.
Awalnya, kebijakan tersebut secara tidak sengaja memasukkan "cryptocurrency" dalam daftar industri yang dilarang, tetapi kesalahan ini segera diperbaiki oleh Product Head X, Nikita Bier. Meskipun demikian, dua perubahan inti tetap berlaku untuk industri crypto.
Aturan baru ini mengancam model pendapatan banyak KOL crypto, yang sebelumnya mengandalkan promosi terselubung ("iklan tersembunyi") untuk mempromosikan proyek, pertukaran, atau token tanpa mengungkapkan hubungan berbayar. Baik proyek maupun KOL enggan menggunakan label "terbuka" karena takut merusak kredibilitas dan dituduh mempromosikan scam.
Pelanggaran aturan dapat mengakibatkan hukuman mulai dari pembatasan visibilitas hingga pemblokiran akun. Beberapa KOL, seperti Eva Tree dan Ashley, telah mengalami pemblokiran akun sementara karena melanggar kebijakan tersebut.
Perubahan ini memicu protes di kalangan KOL crypto, dengan beberapa mengancam akan bermigrasi ke platform lain seperti Binance Square, yang dianggap lebih ramah terhadap konten crypto. Namun, bagi X, industri crypto hanyalah ceruk kecil, dan pembaruan kebijakan ini tidak secara khusus menargetkan mereka, tetapi lebih pada meningkatkan transparansi dan kepercayaan pengguna secara keseluruhan.
Odaily星球日报03/04 03:57