Pada hari Senin, 17 Agustus, dolar AS jatuh ke level terendah dalam dua bulan terakhir.
Indeks Dolar AS turun 0,3% menjadi 99,33. Level seperti ini terakhir kali tercatat pada 5 Juni 2026. Penurunan ini terjadi di tengah data ekonomi yang lebih lemah dari perkiraan. Misalnya, pada bulan Juli, jumlah pekerja di sektor non-pertanian menyusut, penjualan ritel turun 0,6%, sedangkan indeks harga konsumen dan indeks harga produsen tetap stabil atau sesuai dengan perkiraan.
Kombinasi data seperti ini menghilangkan dasar bagi Federal Reserve AS untuk menaikkan suku bunga dalam waktu dekat. Analis kini 70% yakin bahwa dalam pertemuan September, The Fed akan mempertahankan suku bunga pada level yang sama. Sebelum laporan ketenagakerjaan pada 7 Agustus dirilis, kemungkinan kenaikan suku bunga melebihi 50%. Pada bulan Juli, regulator keuangan AS untuk kelima kalinya berturut-turut mempertahankan suku bunga dalam rentang 3,50–3,75%.
Sementara Indeks Dolar AS turun, euro mencapai level tertinggi dua bulan di $1,1614, dan poundsterling Inggris mencapai level tertinggi tiga bulan di $1,3571. Yen Jepang diperdagangkan di sekitar $159,00, meskipun data PDB Jepang lemah. Sebelumnya, redaksi Happy Coin News melaporkan pendapat Arthur Hayes yang menyatakan bahwa penguatan mata uang Jepang dapat memicu reli Bitcoin.
end-content




