Korea Selatan Desak Penerapan Circuit Breaker Crypto Setelah Kekeliruan Bithumb Senilai $42 Miliar

TheNewsCryptoDipublikasikan tanggal 2026-04-13Terakhir diperbarui pada 2026-04-13

Abstrak

Bank Korea Selatan mendesak pertukaran aset kripto untuk menerapkan "circuit breaker" setelah insiden Bithumb yang keliru mentransfer Bitcoin senilai $42 miliar ke nasabah pada Februari lalu. Bank sentral merekomendasikan mekanisme penghentian sementara perdagangan saat terjadi fluktuasi harga tak terduga, mencontoh bursa tradisional. Laporan bank menyoroti kurangnya regulasi dan protokol kontrol di sektor aset virtual dibanding lembaga keuangan tradisional. Bithumb secara tidak sengaja mengirim 620.000 Bitcoin (bukan 620.000 Won Korea) yang menyebabkan penurunan harga drastis akibat panic selling. Meski perdagangan dihentikan dalam hitungan menit dan transfer dibatalkan, 1.788 BTC (senilai $125 juta) berhasil dijual sebelum tindakan penyelamatan dilakukan. Bank menekankan perlunya sistem pencegahan kesalahan manusia, deteksi selisih aset, serta regulasi yang lebih ketat untuk menjamin keamanan dan transparansi perdagangan aset kripto.

Untuk menghindari terulangnya kekacauan pasar yang terjadi pada Februari lalu ketika Bithumb secara tidak sengaja mengirimkan Bitcoin senilai lebih dari $40 miliar kepada kliennya, bank sentral Korea Selatan menyarankan agar bursa cryptocurrency memiliki "circuit breaker" yang secara sementara menangguhkan perdagangan.

Dalam laporan pembayaran yang dirilis pada Senin, Bank of Korea menyarankan agar para legislatif mempertimbangkan penerapan langkah-langkah untuk menghentikan perdagangan cryptocurrency dalam hal terjadi fluktuasi harga tak terduga, mirip dengan pembatasan perdagangan yang diterapkan oleh Korea Exchange.

Protokol Ketat

Menurut bank tersebut, sektor aset virtual saat ini belum diatur dengan baik dan tidak memiliki prosedur kontrol internal yang sama seperti lembaga keuangan tradisional. Oleh karena itu, penelitian menyimpulkan, kebijakan yang lebih kuat diperlukan untuk secara proaktif menghindari kejadian semacam itu, karena hal serupa dapat terjadi di bursa aset virtual lainnya.

Ini terjadi di saat para politisi di Korea Selatan berusaha memberlakukan undang-undang yang akan lebih mengatur cryptocurrency. Bank of Korea menyatakan bahwa peraturan ini harus mencakup rekomendasinya untuk membuat aktivitas bursa aset virtual lebih aman dan transparan.

Alih-alih 620.000 won Korea, yang setara dengan sekitar $400, Bithumb keliru mentransfer 620.000 Bitcoin, yang bernilai sekitar $42 miliar pada saat itu, kepada klien pada awal Februari. Menurut penilaian bank, harga Bitcoin di Bithumb turun ketika konsumen bergegas menjual, yang pada gilirannya menyebabkan orang lain panik menjual, semakin menurunkan harganya.

Dalam hitungan menit, Bithumb menghentikan perdagangan dan membalikkan transfer Bitcoin mereka. Namun, bursa menjelaskan bahwa 1.788 BTC, atau hampir $125 juta, telah terjual sebelum mereka dapat mengambil tindakan apa pun, dan mereka menutupi selisihnya menggunakan cadangan perusahaan.

Bursa crypto harus diwajibkan memiliki sistem yang dapat mengidentifikasi dan mencegah pembayaran salah yang disebabkan oleh kesalahan manusia, menurut Bank of Korea. Bank juga menambahkan bahwa bursa harus dapat mendeteksi dan melaporkan perbedaan antara aset internal platform dan aset di blockchain.

Berita Crypto Terbaru yang Disorot:

Bitwise Percepat Peluncuran ETF Hyperliquid dengan Pengajuan Revisi

TagsAltcoinBitcoinBlockchain

Pertanyaan Terkait

QApa yang disarankan Bank Korea Selatan untuk bursa cryptocurrency setelah insiden Bithumb?

ABank Korea Selatan menyarankan agar bursa cryptocurrency menerapkan 'circuit breakers' yang dapat menghentikan perdagangan sementara saat terjadi fluktuasi harga tak terduga.

QBerapa nilai Bitcoin yang salah dikirim Bithumb ke klien pada Februari lalu?

ABithumb salah mengirimkan 620.000 Bitcoin senilai sekitar $42 miliar, bukan 620.000 won Korea (sekitar $400) seperti yang seharusnya.

QApa dampak dari kesalahan transfer Bithumb terhadap harga Bitcoin?

AHarga Bitcoin di Bithumb turun drastis karena klien bergegas menjual Bitcoin yang diterima secara tidak sengaja, memicu panic selling yang semakin menekan harga.

QBerapa banyak Bitcoin yang berhasil dijual sebelum Bithumb mengambil tindakan?

ASebanyak 1.788 BTC (senilai sekitar $125 juta) telah terjual sebelum Bithumb menghentikan perdagangan dan membalikkan transfer yang salah.

QApa rekomendasi Bank Korea Selatan untuk mencegah kesalahan serupa di masa depan?

ABank merekomendasikan sistem yang dapat mendeteksi dan mencegah kesalahan pembayaran akibat human error, serta mampu memantau perbedaan antara aset internal platform dan aset di blockchain.

Bacaan Terkait

Wakil Presiden Coinbase: Perang Regulasi Kripto Telah Berakhir

Wakil Presiden Coinbase yang baru, Ryan VanGrak, menyatakan bahwa perang regulasi di sektor cryptocurrency telah berakhir. Sejak menjabat pada 9 Juli 2026, VanGrak mengambil pendekatan baru yang berfokus pada pertumbuhan dan inovasi, bukan lagi pertempuran hukum. Industri kripto kini dapat berkonsentrasi pada pengembangan. Hukum CLARITY (Digital Asset Market Clarity Act) mendapat dorongan besar. RUU ini bertujuan menciptakan kerangka regulasi federal yang jelas, membedakan kewenangan SEC dan CFTC terkait aset digital. Regulasi yang jelas ini diharapkan memberikan pengawasan yang tepat, perlindungan investor, dan mempertahankan kepemimpinan AS di bidang aset digital. VanGrak, yang memiliki pengalaman di SEC dan institusi keuangan seperti Citadel Securities, menggantikan mantan penasihat hukum Coinbase yang banyak berurusan dengan gugatan SEC. Pergantian ini menandai peralihan dari "penasihat masa perang" ke "diplomat masa damai". Coinbase kini berambisi berkembang melampaui sekadar bursa kripto menjadi penyedia layanan keuangan lengkap, mencakup perdagangan saham, futures, pasar prediksi, dan alat-alat AI. Dukungan bipartisan terhadap RUU CLARITY menunjukkan bahwa pembuat kebijakan kini fokus pada *cara* mengatur kripto, bukan lagi mempertanyakan *apakah* kripto harus ada. Namun, risiko tetap ada karena undang-undang ini belum sepenuhnya disahkan, dan prosesnya bisa saja terhambat di tahap akhir.

cryptonews.ru37m yang lalu

Wakil Presiden Coinbase: Perang Regulasi Kripto Telah Berakhir

cryptonews.ru37m yang lalu

Pemegang Saham Mayoritas Enkapsulasi 44 Miliar, Lalu Beli Kembali 20 Miliar, Operasi Apa Ini dari GigaDevice?

Sebulan yang lalu masih dijuluki "raja penyimpanan" dengan harga Rp846, kini saham Gigadevice (兆易创新) terjun bebas ke level sekitar Rp350. Dalam 22 hari perdagangan, kapitalisasi pasarnya menguap lebih dari Rp3300 triliun. Yang membuat heboh, pengendali utama perusahaan, Zhu Yiming, baru saja melepas saham senilai Rp44 triliun, lalu langsung mengumumkan rencana "penyelamatan" yang terdiri dari rencana pembelian saham pribadi minimal Rp10 triliun dan pembelian kembali saham oleh perusahaan hingga Rp20 triliun. Aksi jual di level tinggi, lalu janji beli di level rendah ini membuat 240.000 investor bingung. Alur waktunya mencurigakan: Zhu Yiming menyelesaikan aksi jualnya pada 12 Juni. Harga saham memuncak pada 29 Juni, lalu runtuh setelahnya. Penurunan ini didorong oleh tiga faktor: logika "saham bayangan" runtuh setelah saham utama Changxin Technology (长鑫科技) IPO, laporan Morgan Stanley yang memperingatkan titik balik siklus memori, dan tentu saja, penjualan besar sang pemilik yang menghancurkan kepercayaan pasar. Meski performa keuangan kuartal pertama 2026 gemilang (laba bersih naik 1099%), sekitar Rp20,5 triliun berasal dari keuntungan non-operasional. Perusahaan sendiri mengakui risiko siklus industri yang kuat. Intinya, meski Gigadevice punya fundamental dan prospek substitusi impor yang kuat, aksi kontradiktif pemegang saham utama ini meninggalkan pertanyaan besar bagi investor: apakah mereka berinvestasi pada perusahaan chip, atau sekadar membayar tagihan penjualan sang pemilik?

marsbit55m yang lalu

Pemegang Saham Mayoritas Enkapsulasi 44 Miliar, Lalu Beli Kembali 20 Miliar, Operasi Apa Ini dari GigaDevice?

marsbit55m yang lalu

10 Ribu Ilmuwan Gratis Pakai Selama 1 Tahun, OpenAI Pindahkan Lini Produksi Riset ke dalam ChatGPT

OpenAI meluncurkan program "ChatGPT for Academic Researchers" pada 29 Juli, menawarkan akses gratis selama satu tahun ke model unggulan mereka (GPT-5.6 Sol Pro) kepada 10.000 peneliti akademis musim panas ini, dengan target total 100.000 pada tahun 2027. Program ini tidak hanya menyediakan ChatGPT, tetapi juga paket lengkap termasuk ChatGPT Work, Codex, Deep Research yang diperluas, serta akses ke lebih dari 75 alat ilmu kehidupan dan konektor ke database penelitian seperti Zotero dan GitHub. Tujuannya adalah untuk mengintegrasikan seluruh alur kerja penelitian — mulai dari membaca literatur, menulis kode, menganalisis data, hingga menulis naskah — ke dalam satu workspace tunggal. Data OpenAI menunjukkan sekitar 1,3 juta orang per minggu sudah menggunakan ChatGPT untuk sains dan matematika tingkat tinggi. Namun, program ini memiliki batasan: kuota penggunaan terbatas, tidak termasuk akses API, dan yang terpenting, tidak membuka bobot model (model weights) kepada peneliti. Persyaratan juga ketat, ditujukan untuk peneliti tetap atau pascadoktoral di institusi terpilih dengan publikasi ilmiah terkini. Strategi ini mirip dengan program "AI for Science" Anthropic, yang menawarkan kredit API, tetapi berbeda dalam pendekatan: OpenAI memberikan lingkungan kerja lengkap untuk membentuk kebiasaan pengguna. Pakar memperkirakan langkah ini bertujuan untuk meningkatkan ketergantungan peneliti pada ekosistem OpenAI, sehingga mereka enggan beralih setelah masa gratis berakhir.

marsbit55m yang lalu

10 Ribu Ilmuwan Gratis Pakai Selama 1 Tahun, OpenAI Pindahkan Lini Produksi Riset ke dalam ChatGPT

marsbit55m yang lalu

Trading

Spot
活动图片