Ripple Global Footprint Expands, Quietly Building A Banking Empire – Here’s Why February 26 Is Important

bitcoinistDipublikasikan tanggal 2026-02-23Terakhir diperbarui pada 2026-02-23

Abstrak

Ripple, a leading US payment company, is expanding its global footprint and building a modern digital banking empire through strategic alliances, regulatory approvals, and infrastructure development. Key acquisitions like Metaco and Hidden Road have bolstered its institutional custody, prime brokerage, and treasury infrastructure. A crucial date is February 26, when the SEC is set to announce a decision on a proposed crypto ETF, potentially providing clearer pathways for traditional investors. Meanwhile, investor interest in XRP is surging, with data showing a rapid increase in long positions, indicating growing optimism for a price rebound.

In a significant development that could shape the finance sector, Ripple, a leading American-based payment company, has disclosed its financial ambitions, which signal a growing banking powerhouse. With this move, the firm is extending its global reach in the crypto and financial landscape, reinforcing its modern-day banking infrastructure.

A Bid From Ripple To Reshape Global Banking

Ripple is taking the spotlight after an update about the firm’s latest move that underscores its financial ambitions. The company is progressively growing its global presence and establishing the foundation for what is beginning to seem like a modern digital banking empire.

By forming strategic alliances, gaining regulatory approval, and building infrastructure in important financial areas, the business is putting itself in a position to lead institutional blockchain adoption and cross-border payments. Pumpius, a crypto expert and investor, stated that Ripple is bringing together the full institutional stack in a similar pattern to how banks do it, one regulated component at a time.

The expert has also underlined the firm’s acquisitions in recent years, which tells a story. This is evidenced by the firm’s acquisition of Metaco and Hidden Road. While Metaco gave the firm institutional custody rails, Hidden Road has added prime brokerage-grade execution, financing, and access to real market plumbing. As a result of this, Ripple’s rail plugs into high-volume payment distribution.

While several prices are displayed to the public, some of them are not. However, the trajectory is clear, which is indicated by custody payments, prime brokerage, and treasury infrastructure under one roof. With the inclusion of the OCC Trust bank angle, Ripple is already moving through the United States banking pathway, generating conditional approvals observed among firms in that field.

This is considered the cheat code. Getting involved with the regulated perimeter leads to a barrier to permission, and a company becomes the system that institutions are allowed to use.

As the payment builds a banking stack, February 26 stands as a crucial date in its journey. On the day, the US Securities and Exchange Commission (SEC) is scheduled to announce its decision in a Federal Register proceeding linked to a proposed T Rowe Price crypto Exchange-Traded Fund (ETF). “That is the calendar of when traditional allocators get clearer lanes,” Pumpius added.

Long Positions In XRP Are Heating Up Once Again

With excitement surrounding several updates of Ripple, investors appear to be doubling down on XRP again. Interest in the altcoin has improved over the past few days, as long positions in the leading altcoin are reemerging at a fast rate.

Using data from Binance, the cryptocurrency exchange leader, CW has disclosed a rapid increase in XRP positions from top traders. When investors start to open longs again, it may suggest that they are positioning ahead of a potential bounce.

Source: Chart from CW on X

CW noted that these traders were previously positioned heavily on the short side, but the chart shows that they are now becoming neutral. As a result of the renewed conviction, the expert believes that XRP will soon regain the upper hand.

XRP trading at $1.36 on the 1D chart | Source: XRPUSDT on Tradingview.com

Pertanyaan Terkait

QWhat is the significance of February 26th for Ripple, according to the article?

AFebruary 26th is the date the US Securities and Exchange Commission (SEC) is scheduled to announce its decision in a Federal Register proceeding linked to a proposed T Rowe Price crypto Exchange-Traded Fund (ETF), which is seen as a crucial moment for traditional allocators to get clearer regulatory lanes.

QWhich two key companies has Ripple acquired to build its institutional infrastructure?

ARipple has acquired Metaco, which provided institutional custody rails, and Hidden Road, which added prime brokerage-grade execution, financing, and access to real market plumbing.

QHow are top traders on Binance positioning themselves regarding XRP, as reported in the article?

AData from Binance shows a rapid increase in long positions for XRP from top traders, indicating they are positioning ahead of a potential price bounce after previously being heavily positioned on the short side.

QWhat strategy is Ripple using to build a modern digital banking empire, as described by the expert Pumpius?

ARipple is building its empire by forming strategic alliances, gaining regulatory approvals, and building infrastructure in key financial areas, bringing together the full institutional stack one regulated component at a time, similar to how traditional banks operate.

QWhat specific advantage does the article say Ripple gains by operating within the regulated perimeter?

AOperating within the regulated perimeter creates a barrier to permission and allows the company to become the system that institutions are officially allowed to use, which is described as 'the cheat code' for success.

Bacaan Terkait

Saham A: Ketahanan, Ekspektasi, dan Dasar yang Tertimpa Kerusakan

Artikel ini membahas ketahanan pasar saham A-shares di tengah tekanan eksternal pada Juli 2026. Meskipun saham teknologi global, termasuk Korea, melemah dan berdampak pada sektor teknologi A-shares, pasar domestik menunjukkan dasar yang kuat. Penurunan terutama dipicu oleh kontagion risiko eksternal (seperti deleverage di Korea), bukan keruntuhan fundamental. Industri teknologi China memiliki struktur yang lebih terdiversifikasi—meliputi berbagai sub-sektor dan logika naratif ganda (rantai pasokan global AI dan substitusi impor domestik)—dibandingkan ketergantungan Korea pada siklus super chip memori. Data fundamental, seperti pertumbuhan laba yang kuat di modul optik dan kabel serat optik, belum terbantahkan. Pihak berwenang ("Tim Nasional") secara aktif mendukung pasar dengan pembelian besar-besaran dan kebijakan stabilisasi, mengirimkan sinyal keyakinan. Selain sektor teknologi, tiga pilar lain—konsumsi, siklus, dan keuangan—memiliki momentum pemulihan endogen. Sektor konsumsi menunjukkan perbaikan dengan kenaikan CPI dan normalisasi inventaris, sementara siklus (seperti aluminium) didukung oleh profitabilitas tinggi, ekspektasi kenaikan harga, dan valuasi rendah. Aset keuangan menawarkan stabilitas dan dividen yang menarik. Kesimpulannya, penyesuaian ini lebih merupakan pelepasan risiko eksternal. Dengan intervensi kebijakan yang tegas dan fundamental ekonomi yang beragam serta tangguh, pasar A-shares dipandang memiliki ketahanan untuk kembali stabil.

marsbit20m yang lalu

Saham A: Ketahanan, Ekspektasi, dan Dasar yang Tertimpa Kerusakan

marsbit20m yang lalu

Medan Perang Utama Bull Run Berikutnya Ada di Mana? Jawabannya Tersembunyi dalam Dua Aset Ini

**Ringkasan Artikel: Medan Pertempuran Utama untuk Siklus Bull Berikutnya dalam Kripto** Pasar kripto menunjukkan tanda-tanda pembalikan dari kondisi bearish, dengan aliran dana ETF yang kembali positif. Artikel ini mengusulkan narasi inti untuk siklus bull berikutnya: **konvergensi antara keuangan on-chain dan keuangan tradisional**. Pergeseran ini akan didorong oleh adopsi stablecoin, tokenisasi aset, perdagangan 24/7, penyelesaian instan, dan pertumbuhan DeFi institusional yang menargetkan pasar keuangan global, bukan hanya ruang kripto. Untuk memposisikan portofolio dalam tren ini, penulis menyoroti dua kategori peluang investasi yang mewakili jalur konvergensi yang berbeda: 1. **Proyek Asli Kripto dengan Model Bisnis Nyata:** Seperti **Hyperliquid (HYPE)**, sebuah rantai Layer-1 untuk perdagangan derivatif. Separuh volume perdagangannya kini berasal dari aset tradisional (minyak, indeks S&P 500). Platform ini memiliki pendapatan riil (diproyeksikan $8 miliar tahun ini) dan model token yang kuat di mana 99% pendapatan digunakan untuk pembelian kembali dan pembakaran token. 2. **Perusahaan Tradisional yang Mengadopsi Infrastruktur Kripto Secara Serius:** Seperti **Robinhood (HOOD)**, yang baru-baru ini meluncurkan blockchain Layer-2 sendiri, **Robinhood Chain**. Blockchain ini memungkinkan perdagangan saham yang ditokenisasi dan penggunaan protokol DeFi di 120 negara, menunjukkan komitmen nyata untuk integrasi. Kesimpulannya, siklus bull berikutnya akan didorong oleh nilai aplikasi nyata yang menghubungkan dunia keuangan lama dan baru. Investor disarankan untuk fokus pada aset kripto dengan utilitas dan pendapatan nyata serta perusahaan tradisional yang tidak hanya berbicara, tetapi benar-benar membangun dan mengoperasikan solusi berbasis blockchain secara luas.

Foresight News34m yang lalu

Medan Perang Utama Bull Run Berikutnya Ada di Mana? Jawabannya Tersembunyi dalam Dua Aset Ini

Foresight News34m yang lalu

Catatan Penyerbukan UU Kripto 'Clarity': Jalan Kompromi Dua Partai AS Dipenuhi Duri

Kongres AS terus berupaya meloloskan RUU struktur pasar kripto, Clarity Act, namun jalan menuju kompromi antarpartai dipenuhi tantangan. Awal tahun ini, CEO Coinbase Brian Armstrong membatalkan kesepakatan dua partai yang telah diraih, menghentikan sementara prosesnya. Setelah empat bulan, komite akhirnya dapat menjadwalkan RUU ini berkat kompromi tentang masalah "yield" antara Senator Demokrat Angela Alsobrooks dan Senator Republik Thom Tillis. Namun, kemajuan ini terhambat oleh tuntutan klausul etika dari Demokrat, yang menjadi syarat utama mereka. Pada pemungutan suara di komite pertanian Senat, tidak ada satu pun Demokrat yang mendukung karena masalah etika yang belum terselesaikan. Isu lain seperti perlindungan pengembang juga menghadapi penolakan dari lembaga penegak hukum. Meski demikian, ada konsensus bahwa regulasi pasar kripto diperlukan. Senator Cynthia Lummis menekankan perlindungan konsumen dalam RUU, sementara Senator Mark Warner menyuarakan kekhawatiran tentang risiko. Pertemuan dengan pejabat Gedung Putih dan upaya rekonsiliasi antara versi RUU dari komite perbankan dan pertanian Senat sedang berlangsung. Tantangan terbesar adalah mencapai kesepakatan etika yang kuat yang dapat diterima oleh kedua partai. Tanpa dukungan Demokrat, lolosnya RUU ini diragukan. Tujuan jangka pendek komunitas kripto mungkin termasuk tindakan simbolis di Senat sebelum masa reses Agustus, dengan harapan akhirnya menjadi undang-undang pada tahun 2026. Proses yang panjang dan melelahkan ini mencerminkan realitas legislatif di Washington, di mana dukungan harus diraih perlahan-lahan.

marsbit43m yang lalu

Catatan Penyerbukan UU Kripto 'Clarity': Jalan Kompromi Dua Partai AS Dipenuhi Duri

marsbit43m yang lalu

Pendiri Kalshi dan Polymarket Tidak Akur? Perang Bisnis Ini Jauh Lebih Sengit dari Dugaan

Pada November 2024, pendiri Polymarket Shayne Coplan digerebek oleh FBI, yang menandai puncak persaingan sengit dengan perusahaan prediksi pasar saingannya, Kalshi, yang dipimpin Tarek Mansour. Perseteruan ini melampaui kompetisi bisnis biasa, dipenuhi saling tuduh, serangan media, dan perebutan pasar. Perbedaan utama terletak pada pendekatan regulasi: Kalshi beroperasi secara legal di AS dengan izin CFTC, sementara Polymarket lama beroperasi lewat platform lepas pantai yang dapat diakses pengguna AS, meski dilarang. Mansour menuduh Polymarket tidak etis dan ilegal, sementara Coplan menganggap Kalshi sekadar peniru. Konflik meluas ke berbagai arena, termasuk saling menghalangi investasi (seperti upaya Kalshi menggagalkan kerja sama Polymarket dengan ICE), perang penawaran sponsor (seperti kesepakatan Kalshi dengan Madison Square Garden), perebutan talenta, dan kampanye media hitam. Keduanya juga aktif melobi di Washington. Meski Polymarket sempat unggul dalam popularitas, Kalshi kini memimpin dalam valuasi ($220 miliar) dan volume perdagangan. Namun, tekanan regulasi terhadap industri, terutama terkait taruhan olahraga dan potensi perdagangan orang dalam, terus meningkat, dengan Polymarket sering menjadi sasaran utama. Intinya, persaingan ini bukan hanya perebutan pangsa pasar, tetapi juga benturan prinsip tentang batas legalitas dan etika dalam industri prediksi pasar yang berkembang pesat.

marsbit49m yang lalu

Pendiri Kalshi dan Polymarket Tidak Akur? Perang Bisnis Ini Jauh Lebih Sengit dari Dugaan

marsbit49m yang lalu

Trading

Spot
活动图片