XRP mengakhiri tahun 2025 terjepit di antara dua kekuatan yang berlawanan. Di satu sisi, aksi harga telah melemah, indikator teknis memberikan sinyal peringatan, dan likuiditas menipis seiring dengan mendekatnya masa liburan.
Di sisi lain, para analis terus menerbitkan target kenaikan yang ambisius, sementara narasi baru seputar utilitas, adopsi, dan penghasilan yield membuat token ini tetap menjadi fokus. Hasilnya adalah pasar yang berjuang untuk mendamaikan tekanan jangka pendek dengan ekspektasi jangka panjang.
Setelah menghabiskan sebagian besar tahun ini dengan kinerja yang lebih buruk dibandingkan cryptocurrency kapitalisasi besar lainnya, XRP telah tergelincir di bawah level $2 yang sangat diperhatikan. Kerusakan itu telah mempertajam perdebatan tentang apakah pasar sedang memasuki koreksi yang lebih dalam atau hanya memperpanjang fase konsolidasi yang berkepanjangan.
Tren harga XRP ke arah penurunan pada grafik harian. Sumber: XRPUSD di Tradingview
Struktur Harga XRP Menunjukkan Ketegangan yang Meningkat
Analis teknis menunjukkan risiko penurunan yang semakin meningkat. XRP telah membentuk apa yang digambarkan beberapa orang sebagai double-top kerangka waktu yang lebih tinggi di dekat wilayah $3,30–$3,40, dengan indikator momentum yang berbalik arah.
Zona $1,85–$1,90 kini bertindak sebagai area support kritis. Penembusan yang dikonfirmasi di bawah kisaran itu dapat membuat XRP terkena pullback yang lebih dalam menuju wilayah $1,60–$1,65, sejalan dengan level retracement Fibonacci kunci.
Metrik on-chain tambahan menambah nada kehati-hatian. XRP terus diperdagangkan jauh di atas harga terealisasinya, suatu kondisi yang dalam siklus sebelumnya telah mendahului pullback mean-reversion.
Sementara itu, moving average dan indikator momentum, seperti MACD, tetap condong ke bawah, memperkuat pandangan bahwa penjual memegang kendali dalam jangka pendek.
Analis Terbelah Antara Kehati-hatian dan Optimisme
Meskipun struktur grafik lemah, beberapa analis berpendapat bahwa narasi yang lebih luas tidak berubah secara material. Vincent Van Code mencatat bahwa meskipun kinerja harga XRP mengecewakan pada tahun 2025, tidak ada guncangan fundamental yang jelas yang menjelaskan penurunan tersebut.
Kejelasan hukum seputar Ripple, minat institusional yang berkelanjutan, dan pengembangan XRPL tetap utuh, menunjukkan bahwa keterputusan hubungan mungkin lebih didorong oleh struktur pasar dan likuiditas daripada oleh fundamental.
Yang lain lebih eksplisit dengan target kenaikan. Analis Dark Defender, yang sebelumnya mengidentifikasi zona support $1,88, berpendapat bahwa XRP telah menyelesaikan fase korektif di bawah analisis Elliott Wave.
Dari perspektif itu, target sekitar $5,85 tetap mungkin terjadi dalam gelombak kenaikan besar berikutnya, meskipun waktu sangat bergantung pada kondisi pasar yang lebih luas.
Narasi Utilitas dan Spekulasi Menambah Kebisingan
Di luar grafik harga, narasi baru mempersulit sentimen. Laporan yang menyoroti strategi yield berbasis XRP, termasuk platform terkait penambangan, telah beredar luas; namun, klaim ini bervariasi dalam hal transparansi dan risiko, serta tidak terkait langsung dengan protokol inti XRP.
Secara terpisah, rumor yang belum dikonfirmasi yang menunjukkan bahwa EA Sports mungkin mengeksplorasi XRP untuk pembayaran dalam game telah secara singkat menyulut kembali diskusi seputar adopsi massal, meskipun belum ada konfirmasi resmi yang muncul.
XRP saat ini berada di persimpangan jalan yang tidak nyaman. Tekanan teknis nyata, risiko penurunan tetap ada, dan kesabaran sedang diuji. Pada saat yang sama, target analis yang berani dan cerita adopsi yang berulang memastikan token ini tetap menjadi salah satu aset yang paling closely watched memasuki awal tahun 2026.
Gambar sampul dari ChatGPT, Grafik XRPUSD dari Tradingview








