International Crypto Crime Ring Exposed: South Korea Uncovers $100 Million Laundering Scheme

bitcoinistDipublikasikan tanggal 2026-01-20Terakhir diperbarui pada 2026-01-20

Abstrak

South Korean authorities have uncovered a major international crypto crime ring, involving three Chinese nationals, that laundered approximately $101.7 million (150 billion won) through an illegal foreign exchange scheme. The suspects used domestic and international cryptocurrency accounts linked to Korean bank accounts, disguising the funds as payments for cosmetic surgery and overseas education. This case emerges as South Korea strengthens its crypto oversight, planning to expand anti-money laundering rules, implement the Travel Rule for crypto transfers, and introduce Bitcoin ETFs. Additionally, the Financial Services Commission is fast-tracking stablecoin legislation and preparing to lift the ban on institutional crypto trading, albeit with potential investment caps.

South Korean officials have unveiled a major international cryptocurrency crime ring involved in laundering approximately 150 billion won, equivalent to around $101.7 million, through an unauthorized foreign exchange scheme.

The Korea Customs Service (KCS) announced on Monday that three Chinese nationals have been referred to prosecution for purported violations of the Foreign Exchange Transactions Act.

Large-Scale Cryptocurrency Laundering Scheme

Local media reports have pointed out that between September 2021 and June of last year, the suspects allegedly laundered their funds by allegedly manipulating both domestic and international cryptocurrency accounts in conjunction with Korean bank accounts.

According to the KCS, the criminal activities were disguised as legitimate expenses, including cosmetic surgery fees for foreigners and educational costs for students studying abroad.

The accused ring utilized a complex operation to evade scrutiny from financial authorities. They reportedly bought crypto in multiple countries, transferred the assets to digital wallets in South Korea, converted them into Korean won, and funneled the money through various local bank accounts to further conceal their operations.

This action comes as South Korea is actively debating a new regulatory framework for its crypto market. Despite the growing popularity of digital assets as a common investment among local households, authorities have recently intensified their oversight on cryptocurrency transactions.

South Korea Takes New Regulatory Steps

In a move towards greater regulation, the government revealed plans to broaden its anti-money laundering (AML) framework and emphasized the implementation of the Travel Rule—a compliance measure that requires sharing information on crypto transfers, effective even for transactions below 1 million won (approximately $680).

In addition to addressing money laundering concerns, the South Korean government outlined its 2026 Economic Growth Strategy, which includes plans to introduce Bitcoin (BTC) Exchange-Traded Funds (ETFs) this year.

This announcement marks a significant policy shift, as cryptocurrency-based exchange-traded funds (ETFs) have been banned in South Korea since 2017.

Despite reaffirming its position in 2024, post the US Securities and Exchange Commission’s (SEC) approval of similar products, the South Korean government has now pointed to the success of crypto funds in the US and Hong Kong as influencing factors for this change.

FSC Fast-Tracks Stablecoin Legislation

The country’s Financial Services Commission (FSC) is also set to expedite the next phase of its digital asset legislation this quarter, aiming to establish a clear regulatory framework for stablecoins.

While the Second Phase of the Virtual Asset User Protection Act has faced delays until early 2026 due to disagreements between the FSC and the Bank of Korea (BOK), major policy decisions have been made.

As reported by Bitcoinist, these will include investor protection measures like no-fault liability for cryptocurrency operators and safeguards that separate bankruptcy risks for stablecoin issuers.

South Korea is also ready to lift its longstanding ban on institutional cryptocurrency trading, with anticipations of this initiative commencing later this year. Reports suggest that the FSC may impose limitations on corporate cryptocurrency investments, restricting them to 5% of a company’s equity capital.

The daily chart shows the total crypto market cap’s drop to $3.12 trillion. Source: TOTAL on TradingView.com

Featured image from DALL-E, chart from TradingView.com

Pertanyaan Terkait

QWhat was the total amount of money laundered by the international cryptocurrency crime ring exposed in South Korea?

AThe crime ring laundered approximately 150 billion won, which is equivalent to around $101.7 million.

QHow did the suspects disguise their criminal activities to avoid detection by financial authorities?

AThey disguised the activities as legitimate expenses, such as cosmetic surgery fees for foreigners and educational costs for students studying abroad.

QWhat significant regulatory step is South Korea planning to take regarding Bitcoin this year?

AThe South Korean government plans to introduce Bitcoin (BTC) Exchange-Traded Funds (ETFs) this year.

QWhat is the Travel Rule, and how is South Korea applying it to cryptocurrency transactions?

AThe Travel Rule is a compliance measure that requires sharing information on crypto transfers. South Korea is applying it to all transactions, even those below 1 million won (approximately $680).

QWhat major policy change is the Financial Services Commission (FSC) expediting for stablecoins?

AThe FSC is expediting legislation to establish a clear regulatory framework for stablecoins, which includes investor protection measures like no-fault liability for operators and safeguards separating bankruptcy risks for issuers.

Bacaan Terkait

Larangan Hasil Stablecoin Muncul sebagai Titik Puncak dalam RUU Kripto Baru AS

Rancangan undang-undang struktur pasar crypto AS yang baru mengusulkan pelarangan pembayaran yield atau bunga pada stablecoin pembayaran, yang dengan cepat menjadi titik perdebatan utama antara bank dan industri aset digital. Asosiasi perbankan mendukung pembatasan ini, mengkhawatirkan stablecoin yang menghasilkan yield dapat menarik simpanan dari bank tradisional dan berfungsi seperti rekening tabungan berbasis blockchain. Di sisi lain, eksekutif crypto berargumen bahwa industri telah banyak berkompromi dan larangan ini menghilangkan salah satu keunggulan utama stablecoin bagi pengguna ritel. Meski membatasi yield pasif, rancangan undang-undang ini juga mencakup ketentuan yang dianggap menguntungkan bagi industri crypto, seperti membuat kategori hukum untuk token jaringan dan komoditas digital, menyediakan jalur pendaftaran yang lebih jelas untuk perusahaan crypto, serta melindungi penyimpanan mandiri melalui dompet yang di-host sendiri. Bagi pengguna ritel, hasilnya beragam. Mereka mungkin mendapatkan kejelasan status hukum, persyaratan cadangan dan pengungkapan yang lebih kuat, serta akses yang lebih luas ke layanan crypto yang diatur. Namun, mereka mungkin kehilangan peluang yield pasif sederhana yang sebelumnya ditawarkan stablecoin di luar sistem perbankan. Perdebatan intinya adalah apakah stablecoin harus menjadi produk keuangan terbuka berbasis blockchain atau tetap menjadi alat pembayaran digital yang dibatasi ketat.

ambcrypto1j yang lalu

Larangan Hasil Stablecoin Muncul sebagai Titik Puncak dalam RUU Kripto Baru AS

ambcrypto1j yang lalu

Top 3 Koin Meme yang Perlu Diperhatikan Sekarang, Dengan Satu Token Baru Memimpin Narasi Pertumbuhan 15.000%

Popularitas meme coin perlahan kembali karena peningkatan likuiditas dan investasi dari trader ritel. Dalam siklus pasar bull, koin ini sering unggul berkat komunitas, meme, dan momentum. Berikut tiga meme coin yang patut diperhatikan: **Pepe ($PEPE):** Memanfaatkan meme internet populer, Pepe tetap relevan melalui aktivitas media sosial dan keterlibatan komunitasnya. Meski periode pertumbuhan cepatnya mungkin telah lewat, aset ini masih dianggap sebagai pilihan yang layak. **Bonk ($BONK):** Berkembang dalam ekosistem Solana, Bonk mendapat manfaat dari jaringan yang cepat berkembang. Integrasi dan distribusi berbasis komunitas membuatnya relevan selama reli yang digerakkan oleh meme. **Little Pepe ($LILPEPE):** Token baru ini menawarkan potensi upside signifikan, dengan target pertumbuhan 15.000% karena masih dalam tahap awal. Berhasil mengumpulkan lebih dari $28 juta dalam presale. Dilengkapi blockchain Layer 2 sendiri yang mendukung Ethereum, menawarkan transaksi cepat, bebas pajak, perlindungan bot, staking, meme launchpad, dan tata kelola DAO. Proyek ini juga memberikan hadiah token senilai $777.000 kepada para pemenang selama presale. Minat investor kini bergeser ke token dengan momentum dan utility tinggi. Pepe dan Bonk tetap solid, tetapi Little Pepe dipandang lebih siap untuk pertumbuhan berkat permintaan dan fitur yang meningkat. Token baru dengan daya tarik kuat semakin sulit diabaikan oleh investor yang ingin mengejar peluang besar.

TheNewsCrypto3j yang lalu

Top 3 Koin Meme yang Perlu Diperhatikan Sekarang, Dengan Satu Token Baru Memimpin Narasi Pertumbuhan 15.000%

TheNewsCrypto3j yang lalu

Casper Network Menerbitkan Casper Manifest, Peta Jalan Multi-Tahun untuk Memberdayakan Aset Ril Beraturan dan Ekonomi Mesin

**Jaringan Casper Menerbitkan "Casper Manifest", Peta Jalan Multitahun untuk Mendukung Aset Riil Teregulasi dan Ekonomi Mesin** Asosiasi Casper meluncurkan Casper Manifest, sebuah peta jalan teknis multitahun yang dirancang untuk menjadikan Casper Network sebagai lapisan infrastruktur bagi tokenisasi aset dunia nyata teregulasi dan ekonomi mesin-ke-mesin yang berkembang. Manifesto ini memperkenalkan sembilan inisiatif protokol inti yang berfokus pada: 1. **Akses untuk Semua Pengembang:** Menambahkan kompatibilitas penuh Ethereum Virtual Machine (EVM) di samping mesin WebAssembly yang ada, memungkinkan pengembang membawa kontrak, alat, dan dompet mereka ke Casper tanpa modifikasi. 2. **Pengalaman Pengguna Tanpa Gesekan:** Mengimplementasikan transaksi tanpa biaya gas (gasless), operasi batch, dan akun pintar yang memungkinkan autentikasi biometrik, membuat penggunaan aplikasi blockchain terasa seperti aplikasi biasa. 3. **Kepatuhan dan Privasi Terpadu:** Menjadi Layer 1 pertama di mana kepatuhan regulasi dan privasi transaksi dirancang bekerja bersama. Mendukung token keamanan yang mematuhi standar ERC-3643 dan roadmap privasi bertahap untuk transaksi rahasia dengan biaya tetap. 4. **Infrastruktur Asli untuk Ekonomi Mesin:** Menerapkan standar pembayaran terbuka X402 untuk memungkinkan agen AI dan mesin membayar satu sama lain secara otomatis dalam stablecoin, didukung oleh akun pintar dan infrastruktur tanpa biaya gas. 5. **Token sebagai Entitas Utama:** Registry Token Asli Casper memberikan status level protokol untuk semua token dengan biaya operasi tetap dan dapat diprediksi, sama seperti transfer asli. 6. **Keamanan Kuantum:** Memperkenalkan akun hibrida dengan kunci tahan kuantum, menjadikan Casper platform kontrak pintar utama pertama yang mengirimkan tanda tangan transaksi pasca-kuantum. Peta jalan ini akan dijalankan secara bertahap hingga 2027, dimulai dengan dukungan pembayaran mikro X402 dalam beberapa minggu ke depan, diikuti oleh kompatibilitas EVM, token keamanan patuh, dan fitur-fitur lainnya di sepanjang tahun 2026. Tujuannya adalah membangun infrastruktur yang dapat diandalkan untuk menghadirkan miliar pengguna berikutnya, triliunan dolar aset tertokenisasi, dan miliaran mesin otonom ke dalam blockchain.

TheNewsCrypto4j yang lalu

Casper Network Menerbitkan Casper Manifest, Peta Jalan Multi-Tahun untuk Memberdayakan Aset Ril Beraturan dan Ekonomi Mesin

TheNewsCrypto4j yang lalu

Trading

Spot
Futures
活动图片