Direktur Federal Bureau of Investigation (FBI) Amerika Serikat, Kash Patel, melaporkan hasil operasi Operation Blackout yang ditujukan untuk memerangi jaringan penipuan investasi global. Menurutnya, dalam kampanye ini, penegak hukum menyita aset kripto senilai lebih dari $15 miliar, melikuidasi puluhan pusat penipuan, dan menutup ratusan platform investasi palsu.
Menurut Direktur FBI, operasi tersebut diluncurkan di bawah arahan Presiden AS Donald Trump. Patel menyatakan bahwa dalam penyelidikan tersebut, penegak hukum:
- menyita cryptocurrency senilai lebih dari $15 miliar;
- melikuidasi puluhan kompleks penipuan;
- menangkap ratusan orang;
- membebaskan ribuan korban perdagangan manusia;
- menutup lebih dari 500 situs investasi penipuan;
- mematikan jutaan akun yang terkait dengan penipuan;
- memperingatkan lebih dari 10.000 warga Amerika sebelum mereka kehilangan dana, yang menurut perkiraan FBI, berhasil mencegah kerugian senilai lebih dari $500 juta.
"Kami tidak lagi hanya mengejar para penipu. Kami menghancurkan jaringan yang mendapat keuntungan dari mereka," ujar Patel.
Di sisi lain, Direktur FBI tidak memberikan rincian tambahan mengenai mekanisme penilaian aset kripto yang disita atau periode pencapaian hasil yang disebutkan.
Pernyataan Ini Menimbulkan Diskusi Aktif
Unggahan Patel memicu reaksi beragam dari pengguna.
Sebagian komentator menilai positif hasil operasi tersebut. Khususnya, pengguna RRzec17 berterima kasih kepada Direktur FBI atas upaya memerangi skema kriminal dan menekankan bahwa di balik statistik tersebut terdapat keluarga-keluarga yang menderita.
Yang lain mendesak biro tersebut untuk mengubah prioritas. Pengguna dems_arepedos menyatakan bahwa FBI seharusnya terutama fokus pada memerangi ancaman domestik bagi negara.
Di saat yang sama, muncul pula kritik terhadap pemerintahan AS. Pengguna HulloXworld menuduh otoritas berlaku munafik, sementara johanna_ju8572 menceritakan bahwa ayah tirinya menjadi korban penipuan finansial dan kehilangan sejumlah besar dana karena skema investasi.
Sebagai pengingat, pada Mei 2026, FBI menyatakan penyitaan aset kripto terbesar dalam sejarah senilai $8 miliar dalam operasi Operation Blackout. Saat itu, tokoh sentral penyelidikan adalah Chen Zhi — CEO perusahaan Kamboja Prince Holding Group. Selengkapnya — dalam materi.
end-content




