CoinDCX CEO Sumit Gupta Outlines Reset Chance for Indian Crypto Market

TheNewsCryptoDipublikasikan tanggal 2026-01-09Terakhir diperbarui pada 2026-01-09

Abstrak

CoinDCX CEO Sumit Gupta proposes three key policy changes to reset India's crypto market: reducing the TDS rate from 1% to 0.01% to lower compliance costs and prevent offshore migration; aligning the 30% capital gains tax with income slabs for progressive taxation; and allowing investors to offset crypto losses against other income. These suggestions will be submitted to the Finance Ministry. Despite tax challenges, India's crypto market is projected to grow from $2.6 billion in 2024 to $15 billion by 2035, with over 100 million users. Global volatility, influenced by US economic events, continues to affect the market.

Sumit Gupta, the CEO of CoinDCX, has outlined three key changes that could possibly help India reset its crypto policy. These range from taxation to offsetting, with the fundamental objective of fueling the adoption of tokens and expansion of the crypto market. Meanwhile, the crypto segment worldwide remains volatile due to recent global factors.

Suggestions by Sumit Gupta

CoinDCX CEO Sumit Gupta has suggested three key changes to reset India’s policy towards its crypto market. First, he has sought a reduction in Tax Deduction at Source (TDS) to 0.01% from the current rate of 1%. Sumit has added that this could lower compliance costs to bring more users to regulated platforms. Meaning, it would eliminate offshore migration and keep transactions visible under the government’s purview.

Second, Sumit Gupta has suggested aligning the 30% capital gain tax with income slabs. He has added that progressive taxation could encourage legitimate wealth creation. An example quoted by him simplifies this to the current situation, wherein a person earning ₹50k per month pays the same rate as someone in the highest tax bracket.

Third, CoinDCX CEO has pointed out to enable loss offsetting for crypto investors. This means that investors should be able to offset their investment losses against other income, which, he added, is a standard principle globally.

Sumit has confirmed that everyone from the industry would submit these suggestions to the Finance Ministry as a part of pre-budget consultations. These pointers come a day after he emphasized the level of competition in the Indian crypto market, where 49 crypto exchanges reported FIU registration.

Crypto Market Expansion and Adoption in India

The crypto market in India is reportedly estimated to reach $15 billion by 2035. It was last valued at $2.6 billion in 2024. The projection is based on the enthusiastic adoption across the country. India reported a user base of around 100 million traders and investors this year, that is in 2025.

Significant activities have been reported in metro cities, including, but not limited to, Mumbai, Delhi, and Bengaluru. Notably, crypto adoption is rising despite risks being flagged along with tax enforcement challenges.

Volatility in Crypto Market

The global crypto market remains volatile, especially in line with recent incidents. The US employment data and the court’s verdict on Trump’s tariff are likely to be announced on Friday morning. The US President expressed his support for a bipartisan sanctions bill, which, if passed, could increase tariffs to 500%.

While three suggestions by ConDCX CEO Sumit Gupta underline a broader scope for the crypto market to grow in India, there are global factors at play that could continue to possibly influence the industry. Crypto traders and investors are recommended to do research and risk assessment before fund allocation.

Highlighted Crypto News Today:

BitMEX Report Highlights Crypto Perpetual Swaps in 2025: The Year the Engine Broke and Rebuilt

TagsCoinDCXCrypto MarketIndia

Pertanyaan Terkait

QWhat are the three key policy changes suggested by CoinDCX CEO Sumit Gupta for India's crypto market?

ASumit Gupta suggested three key changes: 1) Reducing Tax Deduction at Source (TDS) from 1% to 0.01%, 2) Aligning the 30% capital gain tax with income slabs for progressive taxation, and 3) Enabling loss offsetting for crypto investors against other income.

QWhat is the projected value of India's crypto market by 2035 according to the article?

AThe crypto market in India is projected to reach $15 billion by 2035.

QWhat was the reported user base of crypto traders and investors in India in 2025?

AIndia reported a user base of around 100 million crypto traders and investors in 2025.

QHow does Sumit Gupta believe reducing TDS would benefit the Indian crypto ecosystem?

AHe believes reducing TDS to 0.01% would lower compliance costs, bring more users to regulated platforms, eliminate offshore migration, and keep transactions visible under the government's purview.

QWhat global factors are mentioned as contributing to crypto market volatility?

AThe article mentions US employment data, a court's verdict on Trump's tariff, and a potential bipartisan sanctions bill that could increase tariffs to 500% as global factors contributing to market volatility.

Bacaan Terkait

GensynAI : Jangan Biarkan AI Mengulangi Kesalahan Internet

Beberapa bulan terakhir, banyak talenta dari industri kripto beralih ke AI karena pesatnya perkembangan industri kecerdasan buatan. Para peneliti yang bergerak di kedua bidang ini terus mengeksplorasi satu pertanyaan yang belum terjawab: **Bisakah blockchain menjadi bagian dari infrastruktur AI?** Proyek yang menggabungkan AI dan Crypto, seperti AI Agent, on-chain reasoning, pasar data, dan penyewaan daya komputasi, telah banyak bermunculan. Namun, sebagian besar masih berada di "lapisan aplikasi AI" dan belum membentuk closed-loop bisnis yang nyata. Berbeda dengan itu, **Gensyn** justru menyasar lapisan paling inti dan mahal dalam industri AI: **pelatihan model**. Gensyn bertujuan untuk mengorganisir sumber daya GPU yang tersebar secara global menjadi jaringan pelatihan AI terbuka. Pengembang dapat mengirimkan tugas pelatihan, node menyediakan daya komputasi, dan jaringan bertugas memverifikasi hasil pelatihan serta mendistribusikan insentif. Nilai utama di balik ini bukan semata-mata "desentralisasi", melainkan solusi atas masalah mendesak dalam industri AI: **sumber daya komputasi (GPU) yang semakin terkonsentrasi di tangan segelintir raksasa teknologi.** Kelangkaan pasokan H100, kenaikan harga layanan cloud, dan persaingan ketat untuk mengunci sumber daya komputasi menunjukkan bahwa kepemilikan GPU kini menjadi penentu kecepatan pengembangan AI, terutama di era model besar (large models). **Mengapa Gensyn Menarik Perhatian?** 1. **Menyasar Lapisan Infrastruktur Inti AI:** Gensyn langsung masuk ke dalam proses pelatihan model, bagian yang paling menantang secara teknis dan paling banyak mengonsumsi sumber daya. Ini adalah lapisan yang mudah membentuk hambatan platform (platform壁垒). Jika jaringan pelatihannya mencapai skala, ia berpotensi menjadi pintu masuk penting bagi pengembangan AI di masa depan. 2. **Menawarkan Model Kolaborasi Komputasi yang Lebih Terbuka:** Berbeda dengan ketergantungan pada platform cloud terpusat yang biayanya terus naik, Gensyn mengusung model yang memanfaatkan GPU menganggur dan menjadwalkan sumber daya komputasi secara dinamis. Ini dapat meningkatkan efisiensi penggunaan daya komputasi secara keseluruhan dan mengurangi hambatan inovasi bagi tim AI kecil-menengah. 3. **Tingkat Kesulitan Teknis sebagai Keunggulan:** Tantangan sebenarnya bukan sekadar menghubungkan GPU, tetapi **cara memverifikasi hasil pelatihan, memastikan kejujuran node, dan menjaga keandalan pelatihan di lingkungan terdistribusi.** Gensyn fokus pada solusi teknis ini (seperti mekanisme verifikasi probabilistik, model distribusi tugas), menjadikannya lebih mirip perusahaan infrastruktur teknologi mendalam (deep tech). 4. **Memiliki Closed-Loop Bisnis Nyata:** Kebutuhan akan pelatihan AI adalah pasar nyata yang terus berkembang, dengan celah pasokan GPU yang berkelanjutan. Gensyn tidak sekadar menambahkan blockchain untuk kepentingannya sendiri, tetapi menjawab kebutuhan industri akan sistem penjadwalan sumber daya yang lebih fleksibel dan terbuka. Singkatnya, batas antara Crypto (sistem finansial) dan AI (sistem teknologi) semakin kabur. AI membutuhkan koordinasi sumber daya, mekanisme insentif, dan kolaborasi global—hal-hal yang menjadi keahlian Crypto. Gensyn mewakili upaya untuk membuka akses kemampuan pelatihan, yang selama ini dikuasai sedikit perusahaan besar, menjadi sistem yang lebih terbuka dan dapat dikolaborasikan. Inisiatif ini tidak lagi sekadar cerita konsep, tetapi berkembang menuju infrastruktur AI nyata, di mana perusahaan paling bernilai di era AI sering kali lahir dari lapisan infrastruktur.

marsbit12j yang lalu

GensynAI : Jangan Biarkan AI Mengulangi Kesalahan Internet

marsbit12j yang lalu

Mengapa AI China Berkembang Begitu Cepat? Jawabannya Tersembunyi di Dalam Laboratorium

Pengarang mencatat bahwa laboratorium AI China telah menjadi kekuatan yang semakin sulit diabaikan dalam kompetisi model besar global. Keunggulannya tidak hanya terletak pada banyaknya talenta, kemampuan rekayasa yang kuat, dan iterasi cepat, tetapi juga berasal dari cara organisasi yang sangat realistis: lebih banyak fokus pada pembuatan model daripada konsep, lebih menekankan eksekusi tim daripada individu bintang, dan lebih memilih menguasai tumpukan teknologi inti sendiri daripada bergantung pada layanan eksternal. Dari kunjungan ke sejumlah laboratorium AI terkemuka China, penulis menemukan ekosistem AI China tidak sepenuhnya sama dengan AS. AS lebih menekankan orisinalitas, investasi modal, dan pengaruh ilmuwan puncak, sedangkan China lebih mahir dalam mengejar cepat arah yang sudah ada. Melalui sumber terbuka, optimasi rekayasa, dan kontribusi banyak peneliti muda, China mendorong kemampuan model ke garis depan dengan cepat. Yang paling menarik untuk diperhatikan bukanlah apakah AI China telah melampaui AS, melainkan dua jalur pengembangan berbeda yang terbentuk: AS lebih seperti kompetisi garis depan yang digerakkan modal dan laboratorium bintang, sedangkan China lebih seperti kompetisi industri yang didorong oleh kemampuan rekayasa, ekosistem sumber terbuka, dan kesadaran penguasaan teknologi mandiri. Ini berarti kompetisi AI di masa depan tidak hanya soal peringkat model, tetapi juga kemampuan organisasi, ekosistem pengembang, dan eksekusi industri. Perubahan nyata AI China terletak pada cara mereka berpartisipasi dalam garis depan global dengan caranya sendiri, bukan hanya meniru Silicon Valley. Penulis juga menyoroti beberapa perbedaan utama dalam ekosistem AI China: permintaan AI domestik mulai muncul, banyak pengembang terpengaruh Claude, perusahaan memiliki mentalitas kepemilikan teknologi, ada dukungan pemerintah meski skalanya belum jelas, industri data kurang berkembang dibanding Barat, dan ada kebutuhan kuat akan chip NVIDIA lebih banyak. Penutupnya menekankan pentingnya ekosistem global yang terbuka dan kolaboratif untuk menciptakan AI yang lebih aman, mudah diakses, dan bermanfaat bagi dunia.

marsbit14j yang lalu

Mengapa AI China Berkembang Begitu Cepat? Jawabannya Tersembunyi di Dalam Laboratorium

marsbit14j yang lalu

3 Tahun 5 Kali Lipat, Pabrik Kaca Berusia Satu Abad Dibangkitkan Kembali

Menurut CRU, permintaan serat optik untuk pusat data AI meningkat 75.9% per tahun, dan kesenjangan pasokan-meningkat dari 6% menjadi 15%. Harga serat optik melonjak lebih dari 3 kali lipat dalam beberapa bulan, dan kapasitas produksi tidak dapat mengimbangi. Inilah alasan NVIDIA berinvestasi di Corning dan mempercepat ekspansi kapasitas serat optik, dengan total investasi $45 miliar dalam tiga perusahaan di seluruh rantai optik. Corning, perusahaan kaca berusia 175 tahun dari New York, melihat sahamnya naik 316.81% dalam setahun terakhir, mencapai kapitalisasi pasar $160 miliar. NVIDIA memilih Corning karena keahliannya dalam serat optik khusus berkinerja tinggi yang penting untuk pusat data AI, seperti serat dengan kehilangan sinyal ultra-rendah (0.15 dB/km), kepadatan tinggi, dan ketahanan tekuk yang baik. Penghasilan Corning dari segmen komunikasi optik untuk perusahaan (Enterprise) melonjak dari $1.3 miliar pada 2023 menjadi lebih dari $3 miliar pada 2025. Perusahaan telah mengamankan kontrak pasokan jangka panjang bernilai miliaran dolar dari klien seperti Meta dan NVIDIA. Meskipun bukan produsen serat optik terbesar secara global, keunggulan teknis Corning di pasar serat canggih untuk AI, ditambah dengan investasi R&D tahunan sebesar $1 miliar, memberinya posisi unik. Percepatan adopsi teknologi **CPO (Co-Packaged Optics)** oleh NVIDIA, yang dijadwalkan mulai produksi massal pada paruh kedua 2026, menjadi katalis penting bagi permintaan serat optik premium Corning. Namun, valuasi sahamnya yang telah melonjak pesat dan potensi keterlambatan dalam eksekusi pesanan menjadi faktor risiko yang perlu diperhatikan.

marsbit14j yang lalu

3 Tahun 5 Kali Lipat, Pabrik Kaca Berusia Satu Abad Dibangkitkan Kembali

marsbit14j yang lalu

Trading

Spot
Futures
活动图片