Kebijakan Regulasi

Berfokus pada perkembangan regulasi global, perubahan kebijakan, dan persyaratan kepatuhan. Ini memberikan analisis mendalam tentang regulasi pemerintah dan dampaknya terhadap industri kripto dan blockchain, membantu bisnis dan investor untuk mengelola risiko terkait kebijakan secara proaktif.

Mengapa Bank Harus Melarang Pendapatan Stablecoin?

Artikel ini membahas mengapa perbankan AS sangat menentang stablecoin yang memberikan imbal hasil (yield). Alasan utama yang sering dikemukakan bank, seperti aliran keluar deposit, sebenarnya menyesatkan. Uang yang masuk ke stablecoin (seperti USDC) akhirnya akan kembali ke sistem perbankan sebagai cadangan. Masalah sebenarnya terletak pada perubahan struktur deposit bank. Bank-bank besar AS (seperti Bank of America, Chase) mengandalkan "deposito transaksional" – dana untuk pembayaran dan transfer yang memberikan bunga sangat rendah (hampir 0%). Deposit ini adalah sumber dana berbiaya rendah yang sangat menguntungkan dan menghasilkan miliaran dolar dari selisih suku bunga (net interest margin) dan biaya transaksi. Stablecoin, dengan fungsi utamanya untuk pembayaran dan transfer, langsung bersaing dengan deposit transaksional ini. Jika stablecoin menawarkan yield, dana yang tadinya "diam" di bank dengan bunga rendah akan berpindah ke stablecoin untuk mendapatkan imbal hasil yang lebih baik. Meskipun uangnya tetap kembali ke bank, kini uang tersebut akan dikategorikan sebagai "deposito non-transaksional" yang mengharuskan bank membayar bunga lebih tinggi. Akibatnya, biaya funding bank naik dan margin keuntungan mereka dari selisih bunga serta biaya transaksi menyusut. Jadi, penolakan bank bukan tentang jumlah deposit secara keseluruhan, tetapi tentang perlindungan model bisnis yang sangat menguntungkan dan redistribusi keuntungan yang akan terjadi jika stablecoin yield diperbolehkan.

Odaily星球日报01/19 09:29

Mengapa Bank Harus Melarang Pendapatan Stablecoin?

Odaily星球日报01/19 09:29

活动图片